GazanaPublika.com, Kota Gorontalo – Momen peringatan Hari Otonomi Daerah ke-29 tahun ini menjadi panggung penting bagi para pemimpin daerah untuk memperlihatkan komitmen dan keseriusan mereka dalam memperkokoh semangat otonomi di Indonesia. Wakil Gubernur (Wagub) Provinsi Gorontalo Idah Syahidah pun tak ketinggalan mengambil bagian dalam upacara tersebut, meski secara virtual.
“Alhamdulillah hari ini saya bisa hadir secara virtual pada Upacara Hari Otonomi Daerah. Ini menjadi momentum penting untuk memperkuat semangat otonomi dan meningkatkan kinerja pemerintah daerah,” ujar Wagub Gorontalo usai mengikuti jalannya upacara.
Kendati mengikuti upacara dari jarak jauh, Wagub Idah tetap menunjukkan dedikasi penuh. Ia mengenakan pakaian dinas upacara besar (PDUB), sebagaimana diinstruksikan oleh Kementerian Dalam Negeri. Langkah ini bukan sekadar formalitas, melainkan bentuk penghormatan terhadap prosedur serta penegasan komitmen dalam menjaga marwah dan kekhidmatan peringatan nasional tersebut.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya yang memimpin jalannya upacara menyampaikan beberapa pesan strategis. Salah satu poin yang menjadi sorotan adalah pentingnya peningkatan kinerja aparatur sipil negara (ASN) serta penerapan efisiensi anggaran dalam seluruh lini pemerintahan daerah.
Menanggapi arahan tersebut, Wagub Idah memberikan pandangannya. Ia mengibaratkan kebijakan efisiensi seperti seseorang yang harus menelan pil pahit demi memulihkan kesehatan.
“Ini seperti saat kita sakit dan harus menelan pil pahit demi bisa kembali sehat. Negara kita juga sedang dalam kondisi seperti itu, dan efisiensi ini diharapkan bisa membawa kita kembali sehat dan bugar,” ungkapnya penuh makna.
Wagub Idah menekankan bahwa kebijakan efisiensi harus disikapi dengan bijak dan cerdas. Ia mengingatkan bahwa efisiensi bukan berarti memotong program-program vital, terutama yang berhubungan langsung dengan pelayanan dan kebutuhan rakyat. Menurutnya, kebijakan anggaran harus tetap memberi ruang bagi program prioritas yang berdampak nyata bagi masyarakat luas.
Lebih jauh, Wagub juga mendorong agar pemerintah daerah tidak berjalan sendiri dalam upaya pembangunan. Ia menegaskan pentingnya memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk lembaga swasta, perbankan, LSM, serta organisasi masyarakat lainnya. Sinergi lintas sektor, kata Wagub, menjadi kunci dalam membangun daerah yang kuat dan berdaya saing.
Dalam refleksinya, Wagub Idah juga mengingatkan bahwa saat ini kinerja kepala daerah dan wakil kepala daerah dinilai secara langsung oleh pemerintah pusat. Kehadiran dalam berbagai agenda nasional seperti upacara Hari Otonomi Daerah menjadi bagian dari parameter penting dalam penilaian tersebut.
“Kalau kita tidak hadir, bisa saja memengaruhi penilaian dari pusat. Ini tentu akan berdampak pada perhatian terhadap program-program kita ke depan. Olehnya saya mengikuti upacara ini mewakili Pak Gubernur,” tegas Wagub, menutup pernyataannya.
Upacara puncak peringatan Hari Otonomi Daerah ke-29 ini digelar di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur. Dengan mengusung tema ‘Sinergitas Pusat dan Daerah Membangun Nusantara Menuju Indonesia Emas 2045’, acara ini menjadi simbol harapan besar bahwa otonomi daerah mampu menjadi motor penggerak menuju masa depan Indonesia yang lebih gemilang.

