GazanaPublika.com – Ketegangan di Jazirah Arab semakin meningkat dengan adanya ancaman perang baru antara Israel dan kelompok bersenjata Lebanon, Hizbullah. Pejabat Israel telah berulang kali mengancam akan mengintensifkan serangan, sementara Hizbullah menanggapinya dengan sikap menantang. Dalam situasi yang semakin memanas ini, berbagai pihak internasional turut mengambil tindakan untuk mencegah eskalasi konflik yang lebih besar.

Desakan Diplomatik dari Presiden Prancis

Presiden Prancis Emmanuel Macron telah menghubungi Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu melalui panggilan telepon pada Selasa (2/7/2024). Macron mendesak Netanyahu untuk mencegah “kobaran api” antara Israel dan Hizbullah. Dalam pernyataan resminya, Macron menyampaikan keprihatinannya yang serius atas meningkatnya ketegangan dan menegaskan pentingnya semua pihak bergerak cepat menuju solusi diplomatik.

“Penting untuk mencegah ‘kebakaran besar’ yang akan merugikan kepentingan Lebanon dan Israel,” kata Macron dalam keterangan resmi yang dikeluarkan Istana Elysee.

Peringatan dan Evakuasi Warga Asing

Dalam langkah preventif, tujuh negara telah mengeluarkan peringatan kepada warganya untuk segera meninggalkan Lebanon. Negara-negara tersebut antara lain Arab Saudi, Australia, Belanda, Jerman, Kanada, Makedonia Utara, dan Kuwait. Kedutaan Besar Arab Saudi di Beirut, dalam pernyataan resminya, mengimbau warga Saudi untuk segera meninggalkan Lebanon.

Menteri Luar Negeri Australia Penny Wong, melalui pernyataan resminya, juga mendesak warganya untuk segera pergi dari Lebanon. Demikian pula Belanda, yang menyampaikan peringatan melalui media sosial X, dan Jerman, yang mengeluarkan peringatan perjalanan menekankan situasi tegang di perbatasan Israel dan Lebanon. Kanada, melalui Menteri Luar Negeri Melanie Joly, mengingatkan warganya untuk memikirkan keselamatan mereka dan segera meninggalkan negara tersebut.

Imbauan Larangan Perjalanan

Selain itu, lima negara juga resmi mengeluarkan imbauan larangan perjalanan ke Lebanon. Amerika Serikat, Inggris, Rusia, Irlandia, dan Yordania mengimbau warganya untuk tidak melakukan perjalanan ke Lebanon mengingat situasi yang semakin tidak stabil.

Iran Buka Suara

Dalam perkembangan terbaru, seorang diplomat senior Iran memperingatkan Israel agar tidak melancarkan perang terhadap Lebanon. Kepala Dewan Strategis Hubungan Luar Negeri Iran, Kamal Kharrazi, dalam wawancara dengan Financial Times, menyatakan bahwa serangan Israel terhadap Lebanon akan memicu perang regional, di mana Teheran dan semua kekuatan Poros Perlawanan akan mendukung Hizbullah dengan “segala cara”.

“Iran tidak tertarik pada perang regional,” ujar Kharrazi, seraya mendesak Amerika Serikat untuk memberikan tekanan pada Israel guna mencegah eskalasi lebih lanjut. “Semua rakyat Lebanon, negara-negara Arab, dan anggota Poros Perlawanan akan mendukung Lebanon melawan Israel,” tambahnya.

Dampak Perang Gaza

Hizbullah telah berjanji untuk melanjutkan serangan balasannya selama Israel melanjutkan perang di Gaza. Menurut data terbaru pada Selasa (2/7/2024), perang Gaza telah mengakibatkan kematian sedikitnya 37.900 warga Palestina, sebagian besar perempuan dan anak-anak, serta melukai 87.060 lainnya.

Sumber: cnbcindonesia.com

Redaksi

Exit mobile version