Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » Gaza Diguncang Tiga Ledakan Besar Jelang Idul Adha: Israel Klaim Eliminasi Kepala Sayap Militer Hamas

Gaza Diguncang Tiga Ledakan Besar Jelang Idul Adha: Israel Klaim Eliminasi Kepala Sayap Militer Hamas

Internasional Rabu, 27 Mei 2026 22:27 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram

Advertisement

GazanaPublika.com, Gaza — Suasana menjelang Hari Raya Iduladha di Jalur Gaza berubah mencekam setelah tiga ledakan besar mengguncang kawasan Remal di bagian barat Kota Gaza sekitar pukul 21.30 waktu setempat (19.30 GMT). Wilayah yang menjadi target serangan udara tersebut merupakan area padat yang dipenuhi oleh pasar dan pertokoan, di mana warga sipil sedang ramai berbelanja pakaian dan kebutuhan hari raya. Jurnalis Hind Khoudary melaporkan adanya kehancuran skala besar di lokasi kejadian. Berdasarkan data dari pihak Rumah Sakit al-Shifa, serangan brutal pada Selasa malam tersebut mengakibatkan enam orang tewas dan 20 lainnya luka-luka.

Aksi pengeboman ini bertepatan dengan pengumuman sepihak dari otoritas militer Israel yang mengklaim telah berhasil menewaskan Mohammed Odeh, pemimpin sayap militer Hamas di Gaza, melalui sebuah serangan udara di bagian utara wilayah kantong tersebut. Odeh, yang merupakan mantan kepala intelijen Hamas, dilaporkan menggantikan posisi Izz al-Din al-Haddad sebagai pimpinan Brigade Qassam setelah Haddad tewas dalam serangan Israel awal bulan Mei ini. Hingga berita ini diturunkan, pihak Hamas belum memberikan konfirmasi ataupun komentar resmi terkait penunjukan maupun klaim kematian Odeh.
Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, mengonfirmasi status eliminasi tersebut melalui pernyataan terbuka di akun media sosial X miliknya pada hari Rabu. Dalam unggahan tersebut, ia menuliskan kalimat penegasan asli:

BACA JUGA:  Negosiasi AS-Iran di Swiss Selesai: Sepakat Bentuk Empat Kelompok Kerja dan Kelola Selat Hormuz

Advertisement

“Komandan lengan militer organisasi teror Hamas nomor 4 di Gaza telah dieliminasi kemarin dan dikirim untuk menemui rekan-rekannya di kedalaman neraka”

Pihak militer Israel menyatakan bahwa operasi ini merupakan hasil pemantauan intelijen selama berbulan-bulan untuk melacak pergerakan Odeh dan para anggotanya. Perdana Menteri Benjamin Netanyahu beserta pihak militer menuduh Odeh sebagai salah satu komandan senior terakhir di sayap militer Hamas yang bertanggung jawab langsung atas perencanaan serangan lintas batas pada (7/10/2023) lalu. Dalam sebuah pernyataan resmi, militer Israel menegaskan keterlibatan target tersebut dengan kalimat asli:

“Odeh bertanggung jawab atas pembunuhan, penculikan dan melukai banyak warga negara Israel dan tentara IDF”

BACA JUGA:  Harga Minyak Dunia Tembus $100 per Barel Akibat Eskalasi Konflik di Laut Merah dan Selat Hormuz

Agresi ini dinilai kian menekan status ‘gencatan senjata’ rapuh yang baru saja diberlakukan sejak (11/10/2025). Data resmi dari Kementerian Kesehatan di Gaza menunjukkan bahwa sejak gencatan senjata nominal tersebut berjalan, setidaknya sudah ada 906 warga Palestina di Gaza yang tewas akibat serangan Israel. Secara akumulatif, total korban jiwa warga Palestina sejak pecahnya perang pada (7/10/2023) kini telah menembus angka 72.803 orang. Sepanjang perang ini, Israel tercatat telah membunuh beberapa petinggi Hamas, termasuk mantan kepala politik Ismail Haniyeh, Yahya Sinwar, Mohammed Deif, hingga Mohammed Sinwar. Berita ini dikutip dari Al Jazeera

Advertisement

Gazana Publika

Redaksi

BERITA LAINNYA

Berita Utama

Harga Minyak Dunia Tembus $100 per Barel Akibat Eskalasi Konflik di Laut Merah dan Selat Hormuz

Internasional

Iran Klaim Hantam Fasilitas Militer AS di Yordania dan Kuwait Lewat Serangan Rudal dan Drone

Berita Utama

Serangan Rudal dan Drone Iran di Yordania, 2 Tentara AS Tewas, 1 Hilang

Internasional

Tuai Kecaman, Trump Ancam Terapkan Tarif Kargo Selat Hormuz

BERITA TERBARU

Tinawati Andra Soni: Program PKK Mengajar Bangun Karakter Siswa

20 Ribu Anak Meriahkan Peringatan HAN 2026, Bupati Serang Yakini Generasi Emas Bakal Terwujud

Golok Ciomas Warnai Pameran Nasional Pusaka Nusantara 2026, Najib Hamas Ajak Lestarikan Warisan Budaya

Puisi Anak Binaan LPKA Sentuh Hati Tinawati Andra Soni pada Peringatan Hari Anak Nasional

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

OPM/KKB: Menjadikan Warga Sipil sebagai Objek Teror dan Brutal Adalah Kejahatan Kemanusiaan

Wakil Kepala Desa, Perlukah?

Djati Niscala Eco Theologi Sunda—Kajian Horoskop Pusaka Kujang Niscala Sunda

RAGAM

Struktur Hari dan Bulan Kalender Maya: Rahasia Siklus Angka 13, 20 Hari, dan 18 Bulan

Menyelami Konsep Dasar Kalender Maya

Narasi Tandingan: Apakah Bintang Sebagaimana Matahari?

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini
© 2026 Gazana Publika | Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.