Advertisement
GazanaPublika.com, Gaza — Suasana menjelang Hari Raya Iduladha di Jalur Gaza berubah mencekam setelah tiga ledakan besar mengguncang kawasan Remal di bagian barat Kota Gaza sekitar pukul 21.30 waktu setempat (19.30 GMT). Wilayah yang menjadi target serangan udara tersebut merupakan area padat yang dipenuhi oleh pasar dan pertokoan, di mana warga sipil sedang ramai berbelanja pakaian dan kebutuhan hari raya. Jurnalis Hind Khoudary melaporkan adanya kehancuran skala besar di lokasi kejadian. Berdasarkan data dari pihak Rumah Sakit al-Shifa, serangan brutal pada Selasa malam tersebut mengakibatkan enam orang tewas dan 20 lainnya luka-luka.
Aksi pengeboman ini bertepatan dengan pengumuman sepihak dari otoritas militer Israel yang mengklaim telah berhasil menewaskan Mohammed Odeh, pemimpin sayap militer Hamas di Gaza, melalui sebuah serangan udara di bagian utara wilayah kantong tersebut. Odeh, yang merupakan mantan kepala intelijen Hamas, dilaporkan menggantikan posisi Izz al-Din al-Haddad sebagai pimpinan Brigade Qassam setelah Haddad tewas dalam serangan Israel awal bulan Mei ini. Hingga berita ini diturunkan, pihak Hamas belum memberikan konfirmasi ataupun komentar resmi terkait penunjukan maupun klaim kematian Odeh.
Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, mengonfirmasi status eliminasi tersebut melalui pernyataan terbuka di akun media sosial X miliknya pada hari Rabu. Dalam unggahan tersebut, ia menuliskan kalimat penegasan asli:
Advertisement
“Komandan lengan militer organisasi teror Hamas nomor 4 di Gaza telah dieliminasi kemarin dan dikirim untuk menemui rekan-rekannya di kedalaman neraka”
Pihak militer Israel menyatakan bahwa operasi ini merupakan hasil pemantauan intelijen selama berbulan-bulan untuk melacak pergerakan Odeh dan para anggotanya. Perdana Menteri Benjamin Netanyahu beserta pihak militer menuduh Odeh sebagai salah satu komandan senior terakhir di sayap militer Hamas yang bertanggung jawab langsung atas perencanaan serangan lintas batas pada (7/10/2023) lalu. Dalam sebuah pernyataan resmi, militer Israel menegaskan keterlibatan target tersebut dengan kalimat asli:
“Odeh bertanggung jawab atas pembunuhan, penculikan dan melukai banyak warga negara Israel dan tentara IDF”
Agresi ini dinilai kian menekan status ‘gencatan senjata’ rapuh yang baru saja diberlakukan sejak (11/10/2025). Data resmi dari Kementerian Kesehatan di Gaza menunjukkan bahwa sejak gencatan senjata nominal tersebut berjalan, setidaknya sudah ada 906 warga Palestina di Gaza yang tewas akibat serangan Israel. Secara akumulatif, total korban jiwa warga Palestina sejak pecahnya perang pada (7/10/2023) kini telah menembus angka 72.803 orang. Sepanjang perang ini, Israel tercatat telah membunuh beberapa petinggi Hamas, termasuk mantan kepala politik Ismail Haniyeh, Yahya Sinwar, Mohammed Deif, hingga Mohammed Sinwar. Berita ini dikutip dari Al Jazeera
Advertisement
