GazanaPublika.com – Israel menunda gencatan senjata yang disepakati dengan Hamas, yang seharusnya dimulai pada hari ini, Minggu (19/1/2025), dikutip dari CNNIndonesia.com. Israel malah melanjutkan serangan udara di Jalur Gaza. Keputusan ini diambil pada menit-menit terakhir sebelum gencatan senjata dimulai, atas perintah Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.
Serangan yang dilancarkan pasukan Israel dilaporkan menewaskan delapan orang, menurut informasi dari tim penyelamat pertahanan sipil Gaza. Juru bicara pertahanan sipil, Mahmud Bassal, mengonfirmasi bahwa tiga korban tewas berasal dari Gaza utara dan lima lainnya dari Gaza, sementara 25 orang dilaporkan terluka.
Sesuai dengan kesepakatan gencatan senjata, Israel dan Hamas sepakat untuk membebaskan tiga sandera Israel sebagai imbalan atas pembebasan kelompok pertama tahanan Palestina.
Jika gencatan senjata dapat bertahan, sebanyak 33 sandera yang ditawan oleh militan Hamas sejak serangan pada 7 Oktober 2023 akan dibebaskan dari Gaza, bersama dengan ratusan tahanan Palestina yang akan dibebaskan dari penjara Israel.

