Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » Trump Klaim Kuasai Selat Hormuz, Kenyataannya Tidak

Trump Klaim Kuasai Selat Hormuz, Kenyataannya Tidak

Internasional Kamis, 13 Agustus 2026 22:52 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram

Advertisement

GazanaPublika.com, Jakarta — Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengeklaim negaranya memegang kendali penuh atas Selat Hormuz. “Amerika Serikat memiliki kendali penuh atas Selat Hormuz. Saya pikir kita akan tetap mempertahankannya! Dan tidak ada yang bisa dilakukan Iran untuk mencegahnya,” tulis Trump di media sosial Truth Social.

Namun data pelacakan maritim menunjukkan realitas yang berbanding terbalik. Dari rata-rata lebih dari 130 kapal per hari sebelum konflik, jumlah kapal yang melintas kini anjlok drastis menjadi hanya sekitar 13–14 kapal per hari, bahkan sempat turun hingga hanya 1 kapal pada 12 Agustus 2026.

Advertisement

Lebih mencoloknya, hampir seluruh kapal yang masih berani melintas justru memilih jalur perairan utara yang berdekatan dengan pantai Iran, bukan jalur selatan di bawah perlindungan armada AS. Pada periode pertengahan hingga akhir Juli 2026, sekitar 90% kapal memilih jalur Iran, dan pada hari terakhir pemantauan, seluruh kapal yang melintas menggunakan jalur tersebut.

BACA JUGA:  Gempa Dahsyat Guncang Venezuela, Terbesar Sepanjang Sejarah

Penyebab utamanya adalah biaya asuransi perang yang melonjak luar biasa. Premi asuransi risiko perang yang sebelumnya hanya sekitar 0,25% dari nilai kapal per lintasan, kini melonjak mencapai 7,5% hingga 10% dari nilai kapal. Untuk sebuah kapal tanker besar senilai 1 miliar dolar AS, biaya asuransi sekali lintasan saja dapat mencapai 75 hingga 100 juta dolar AS.

Keputusan para pemilik kapal memilih jalur Iran didasari perhitungan risiko: jalur selatan yang diklaim dikuasai AS justru lebih sering menjadi sasaran tembakan dan serangan, sehingga perusahaan asuransi menolak memberikan perlindungan atau menetapkan premi yang tidak terjangkau. Sementara jalur utara yang berada di bawah pengawasan Iran dinilai lebih aman selama kapal memperoleh izin dari pihak berwenang Iran.

BACA JUGA:  Blokade Gaza Diklaim Aman, Israel Sebut Pencegatan Armada Sipil Gagalkan 'Rencana Jahat'

Pihak berwenang Iran menegaskan kembali bahwa Selat Hormuz tetap tertutup hingga Washington memenuhi tuntutan Teheran. “Klaim berulang pejabat AS bahwa Selat Hormuz tidak lagi diblokir tidak mengubah kenyataan. Selat Hormuz tetap tertutup dan tidak akan dibuka kembali sampai syarat-syarat Iran diterima,” tulis Otoritas Selat Teluk Persia Iran di akun platform X resminya.

Peneliti keamanan maritim menilai Iran tidak perlu mengalahkan angkatan laut AS secara langsung. Cukup dengan menciptakan persepsi risiko yang tinggi melalui serangan rudal dan drone secara berkala, Iran telah berhasil membuat jalur pelayaran yang diklaim dikuasai AS menjadi sepi sepenuhnya.

Sumber: Kompas.com, The Wall Street Journal, Kpler, Marsh, IEA — 13 Agustus 2026

Advertisement

Gazana Publika

Redaksi

BERITA LAINNYA

Internasional

Gempa Magnitudo 7,1 di Jepang Picu Ledakan dan Runtuhnya Aeon Mall Kumamoto, Belasan Orang Masih Hilang

Berita Utama

Harga Minyak Dunia Tembus $100 per Barel Akibat Eskalasi Konflik di Laut Merah dan Selat Hormuz

Internasional

Iran Klaim Hantam Fasilitas Militer AS di Yordania dan Kuwait Lewat Serangan Rudal dan Drone

Berita Utama

Serangan Rudal dan Drone Iran di Yordania, 2 Tentara AS Tewas, 1 Hilang

BERITA TERBARU

Sapu Bersih BUMN: Prabowo Opsi Usut Direksi 30 Tahun ke Belakang Hingga Bentuk Pengadilan Ad Hoc

Hari Pramuka ke-65, Kapolda Banten Tekankan Pentingnya Karakter dan Kemandirian Generasi Muda

Spider-Man: Brand New Day. Terlaris 2026

Hidup Tenang, Tidak Berlebihan: Kembali ke Kesederhanaan yang Menentramkan

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

Pendalaman Literasi Digital Student Care Wilayah Papua

OPM/KKB: Menjadikan Warga Sipil sebagai Objek Teror dan Brutal Adalah Kejahatan Kemanusiaan

Wakil Kepala Desa, Perlukah?

RAGAM

Masih Ada Ikan Purba di Laut Indonesia

Struktur Hari dan Bulan Kalender Maya: Rahasia Siklus Angka 13, 20 Hari, dan 18 Bulan

Menyelami Konsep Dasar Kalender Maya

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini

| Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks |

© 2026 Gazana Publika - Medianya Aktifis Terpercaya

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.