Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » Harga Minyak Dunia Tembus $100 per Barel Akibat Eskalasi Konflik di Laut Merah dan Selat Hormuz

Harga Minyak Dunia Tembus $100 per Barel Akibat Eskalasi Konflik di Laut Merah dan Selat Hormuz

Berita Utama Kamis, 23 Juli 2026 22:13 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram

Advertisement

GazanaPublika.com,  Jakarta — Ketegangan geopolitik yang kembali membara di kawasan Timur Tengah melemparkan guncangan baru bagi pasar energi global. Harga minyak mentah dunia melampaui ambang batas psikologis seratus dolar AS per barel pada perdagangan Kamis, menandai level tertinggi sejak Mei lalu. Lonjakan tajam ini terpicu oleh klaim kelompok militan Houthi di Yaman yang melancarkan serangan terhadap dua kapal tanker minyak milik Arab Saudi di Laut Merah, bertepatan dengan kian sengitnya kontak senjata antara Amerika Serikat dan Iran.

Kondisi tersebut memperparah guncangan pasokan minyak mentah global yang kini dikategorikan sebagai salah satu krisis energi terbesar dalam sejarah. Di pasar komoditas, harga minyak mentah berjangka jenis Brent sempat menembus angka seratus dolar AS per barel pada Kamis pagi sebelum bergerak melandai tipis di kisaran 99,70 dolar AS. Lonjakan ini mencatatkan kenaikan sekitar 28 persen hanya dalam tempo satu bulan terakhir, membalikkan tren penurunan harga yang sempat terjadi saat rumor kesepakatan damai berembus beberapa waktu lalu.

BACA JUGA:  Menkeu Purbaya Tepis Isu Mundur Sambil Berkelakar: 'Saya Sukanya Maju'

Advertisement

Dampak dari melambungnya biaya energi ini langsung menjalar ke pasar keuangan global. Indeks saham utama di Bursa Efek New York melesat turun secara signifikan. Indeks Dow Jones Industrial Average merosot hingga 375 poin atau sekitar 0,7 persen, sementara indeks S&P 500 juga terkoreksi dengan persentase yang sama. Tekanan paling berat dialami indeks Nasdaq yang didominasi saham-saham teknologi, yang ditutup melemah hingga 1,4 persen.

Di tingkat konsumen, merangkaknya harga minyak mentah mulai membebani masyarakat secara langsung, terutama pada sektor transportasi. Menurut data AAA, harga rata-rata bahan bakar bensin di Amerika Serikat kini telah menyentuh angka 4,09 dolar AS per galon. Kenaikan biaya bahan bakar ini terjadi secara cepat setelah sebelumnya sempat berada di level yang relatif lebih rendah ketika wacana gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran mengemuka.

BACA JUGA:  Sapu Bersih BUMN: Prabowo Opsi Usut Direksi 30 Tahun ke Belakang Hingga Bentuk Pengadilan Ad Hoc

Namun, harapan akan pulihnya stabilitas pasokan mendadak sirna setelah pertempuran skala besar kembali pecah. Aktivitas pelayaran maritim di Selat Hormuz, jalur vital yang memfasilitasi sekitar seperlima dari total pasokan minyak dunia, mengalami penurunan drastis. Pemerintah Amerika Serikat memutuskan untuk melanjutkan blokade angkatan laut di selat tersebut sebagai balasan atas aksi penembakan terhadap kapal-kapal tanker oleh pihak Iran.

Upaya diversifikasi rute pengiriman yang dilakukan oleh Arab Saudi pun kini berada dalam ancaman besar. Selama ini, Kerajaan Arab Saudi mengandalkan jaringan pipa darat yang membentang menuju pesisir Laut Merah untuk memuat minyak ke kapal tanker tanpa harus melewati Selat Hormuz. Aksi serangan terbaru oleh kelompok Houthi di wilayah perairan Laut Merah tersebut kini menebar ancaman baru yang berpotensi melumpuhkan rute alternatif terakhir bagi kelancaran pasokan minyak mentah dunia.

Advertisement

Gazana Publika

Redaksi

BERITA LAINNYA

Berita Utama

BMKG Perbarui Info Sebaran Abu Anak Krakatau, Jakarta Tak Lagi Masuk Wilayah Terdampak

Internasional

Iran Ultimatum Korsel: Kehadiran Militer di Hormuz Bakal Dianggap Dukung AS

Berita Utama

Anak Krakatau Masih Siaga, Erupsi Menerus Reda tetapi Ancaman Letusan Belum Usai

Berita Utama

Rentetan Ledakan Guncang Pulau Kharg Iran, Kapal Tanker Diklaim Jadi Sasaran

BERITA TERBARU

AMBAS Tolak Rencana Jokowi ke Banten Selatan

Kejari Kabupaten Bandung Nyatakan Berkas Kasus Dugaan Kekerasan Seksual Taufik Hidayat Lengkap

Polda Banten dan Basarnas Lakukan Pencarian Rombongan Jurnalis yang Hilang Kontak di Selat Sunda

23 Siswa MAN 2 Rembang Terserang Diare Massal, Penyebab Masih Diselidiki

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

Pendalaman Literasi Digital Student Care Wilayah Papua

OPM/KKB: Menjadikan Warga Sipil sebagai Objek Teror dan Brutal Adalah Kejahatan Kemanusiaan

Wakil Kepala Desa, Perlukah?

RAGAM

Masih Ada Ikan Purba di Laut Indonesia

Struktur Hari dan Bulan Kalender Maya: Rahasia Siklus Angka 13, 20 Hari, dan 18 Bulan

Menyelami Konsep Dasar Kalender Maya

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini

| Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks |

© 2026 Gazana Publika - Medianya Aktifis Terpercaya

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.