GazanaPublika.com, Jakarta — Hubungan bilateral Indonesia dan Turki di bidang pertahanan kembali menunjukkan kemajuan signifikan. Dalam gelaran Indo Defence 2025 yang berlangsung di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto hadir menyaksikan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Kementerian Pertahanan RI dan Sekretariat Industri Pertahanan Republik Turki (SSB).
Kesepakatan ini menandai dimulainya kolaborasi resmi antara kedua negara dalam pengembangan jet tempur generasi kelima Turki, yang dikenal dengan nama KAAN.
Penandatanganan dokumen dilakukan oleh Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin dan Sekretaris SSB Turki, Haluk Gorgun. Selain Presiden Prabowo, turut hadir dalam kesempatan tersebut Menko Polhukam Budi Gunawan serta Duta Besar RI untuk Turki, Achmad Rizal Purnama.
Usai menyaksikan penandatanganan, Presiden Prabowo mengunjungi sejumlah stan industri pertahanan Turki, termasuk Baykar (produsen drone), Aselsan, dan Turkish Aerospace Industries Inc. Ia menegaskan pentingnya kerja sama strategis dengan Turki, terutama dalam penguasaan teknologi militer mutakhir.
Ketertarikan Indonesia terhadap proyek jet tempur KAAN bukan hal baru. Dalam kunjungan kenegaraannya ke Ankara pada April 2025, Prabowo telah menyampaikan secara langsung kepada Presiden Recep Tayyip Erdogan tentang keinginan Indonesia untuk berpartisipasi dalam proyek tersebut. Selain jet tempur, kerja sama juga direncanakan mencakup pengembangan kapal selam bersama.
“Kami mengapresiasi komitmen Turki dalam kerja sama ini. Indonesia ingin berperan aktif dalam pengembangan teknologi pertahanan, termasuk program jet tempur KAAN dan proyek strategis lainnya,” ujar Prabowo dalam pernyataan usai pertemuan bilateral di Ankara kala itu.
Langkah ini menandai babak baru dalam diplomasi pertahanan Indonesia, yang semakin menekankan pentingnya alih teknologi dan kolaborasi industri untuk memperkuat kemandirian pertahanan nasional.

