GazanaPublika.com, Jakarta – Penetapan Nadiem Anwar Makarim sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook di Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) memunculkan gelombang perhatian publik. Sebagai pendiri Gojek yang kini bertransformasi menjadi bagian dari raksasa digital PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO), nama Nadiem kembali disorot, meski ia sudah lama meninggalkan perusahaan tersebut.
Manajemen GoTo merespons cepat. Melalui Direktur Public Affairs & Communications Ade Mulya, perusahaan menegaskan sikapnya yang menghormati penuh jalannya proses hukum.
“Sejak Oktober 2019 yang bersangkutan telah mengundurkan diri dari posisinya sebagai Presiden Komisaris dan sama sekali tidak memiliki keterlibatan dalam kegiatan operasional maupun manajemen GoTo,” jelas Ade dalam keterangan tertulis yang dikutip pada Minggu (7/9/2025), kemarin dikutip daro CNBCIndonesia.com.
Menepis Spekulasi Publik
GoTo menekankan, meski Nadiem adalah salah satu pendiri Gojek pada 2010 bersama Kevin Aluwi dan Machaelangelo Moran, keterkaitannya dengan perusahaan berhenti sejak dirinya masuk ke kabinet Presiden Joko Widodo sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan pada 2019.
“Kegiatan operasional GoTo tidak pernah terkait dengan tugas dan tanggung jawab Sdr. Nadiem Makarim sebagai Mendikbudristek, termasuk terkait proses pengadaan laptop Chromebook,” tambah Ade.
Pernyataan ini penting karena muncul sejumlah spekulasi di publik yang mengaitkan proyek pengadaan perangkat teknologi dengan ekosistem digital GoTo. Manajemen ingin menegaskan pemisahan yang tegas antara kiprah pribadi Nadiem di pemerintahan dan arah bisnis perusahaan.
Nadiem Ditahan Kejagung
Kejaksaan Agung pada Kamis (4/9/2025) resmi menetapkan dan menahan Nadiem Makarim terkait dugaan korupsi proyek pengadaan Chromebook. Ia ditempatkan di Rutan Salemba untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. Kasus ini menjadi salah satu sorotan besar, mengingat Nadiem sebelumnya dikenal sebagai figur muda dengan reputasi positif di dunia teknologi dan pendidikan.
GoTo Fokus pada Ekosistem Digital
Sebagai perusahaan publik yang melantai di Bursa Efek Indonesia sejak 2022, GoTo menegaskan tata kelola perusahaan berjalan independen dan profesional. Arah bisnis disebut tetap fokus pada pelayanan mitra driver, pelaku UMKM, dan konsumen di tengah guncangan isu hukum yang menimpa salah satu pendirinya.
“GoTo tetap fokus pada upaya menjalankan kegiatan operasional dan mewujudkan visi perusahaan untuk menciptakan ekosistem digital yang inklusif dan berkelanjutan,” tulis manajemen.
Implikasi Lebih Luas
Kasus hukum yang menjerat Nadiem Makarim bisa menjadi ujian persepsi publik terhadap GoTo. Meski perusahaan menegaskan tidak ada kaitan, nama besar pendiri kerap melekat pada citra korporasi. Respons cepat manajemen menunjukkan kesadaran akan risiko reputasi yang dapat memengaruhi kepercayaan pasar maupun konsumen.

