Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » GoTo Tegaskan Independensi Usai Nadiem Makarim Jadi Tersangka Korupsi Chromebook

GoTo Tegaskan Independensi Usai Nadiem Makarim Jadi Tersangka Korupsi Chromebook

Nasional Senin, 8 September 2025 22:43 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram

Advertisement

GazanaPublika.com, Jakarta – Penetapan Nadiem Anwar Makarim sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook di Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) memunculkan gelombang perhatian publik. Sebagai pendiri Gojek yang kini bertransformasi menjadi bagian dari raksasa digital PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO), nama Nadiem kembali disorot, meski ia sudah lama meninggalkan perusahaan tersebut.
Manajemen GoTo merespons cepat. Melalui Direktur Public Affairs & Communications Ade Mulya, perusahaan menegaskan sikapnya yang menghormati penuh jalannya proses hukum.

“Sejak Oktober 2019 yang bersangkutan telah mengundurkan diri dari posisinya sebagai Presiden Komisaris dan sama sekali tidak memiliki keterlibatan dalam kegiatan operasional maupun manajemen GoTo,” jelas Ade dalam keterangan tertulis yang dikutip pada Minggu (7/9/2025), kemarin dikutip daro CNBCIndonesia.com.

Advertisement

Menepis Spekulasi Publik

GoTo menekankan, meski Nadiem adalah salah satu pendiri Gojek pada 2010 bersama Kevin Aluwi dan Machaelangelo Moran, keterkaitannya dengan perusahaan berhenti sejak dirinya masuk ke kabinet Presiden Joko Widodo sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan pada 2019.

BACA JUGA:  Survei CELIOS Tempatkan Bahlil dan Pigai di Posisi Terbawah, Golkar Jadi Sorotan

“Kegiatan operasional GoTo tidak pernah terkait dengan tugas dan tanggung jawab Sdr. Nadiem Makarim sebagai Mendikbudristek, termasuk terkait proses pengadaan laptop Chromebook,” tambah Ade.

Pernyataan ini penting karena muncul sejumlah spekulasi di publik yang mengaitkan proyek pengadaan perangkat teknologi dengan ekosistem digital GoTo. Manajemen ingin menegaskan pemisahan yang tegas antara kiprah pribadi Nadiem di pemerintahan dan arah bisnis perusahaan.

Nadiem Ditahan Kejagung

Kejaksaan Agung pada Kamis (4/9/2025) resmi menetapkan dan menahan Nadiem Makarim terkait dugaan korupsi proyek pengadaan Chromebook. Ia ditempatkan di Rutan Salemba untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. Kasus ini menjadi salah satu sorotan besar, mengingat Nadiem sebelumnya dikenal sebagai figur muda dengan reputasi positif di dunia teknologi dan pendidikan.

BACA JUGA:  Fokus Jalani Pengobatan Jantung, Nanik S Deyang Mengundurkan Diri dari Jabatan Kepala Badan Gizi Nasional

GoTo Fokus pada Ekosistem Digital

Sebagai perusahaan publik yang melantai di Bursa Efek Indonesia sejak 2022, GoTo menegaskan tata kelola perusahaan berjalan independen dan profesional. Arah bisnis disebut tetap fokus pada pelayanan mitra driver, pelaku UMKM, dan konsumen di tengah guncangan isu hukum yang menimpa salah satu pendirinya.

“GoTo tetap fokus pada upaya menjalankan kegiatan operasional dan mewujudkan visi perusahaan untuk menciptakan ekosistem digital yang inklusif dan berkelanjutan,” tulis manajemen.

Implikasi Lebih Luas

Kasus hukum yang menjerat Nadiem Makarim bisa menjadi ujian persepsi publik terhadap GoTo. Meski perusahaan menegaskan tidak ada kaitan, nama besar pendiri kerap melekat pada citra korporasi. Respons cepat manajemen menunjukkan kesadaran akan risiko reputasi yang dapat memengaruhi kepercayaan pasar maupun konsumen.

Advertisement

Tersangka
Gazana Publika

Redaksi

BERITA LAINNYA

Berita Utama

Bupati Klaten Terjaring OTT KPK, PDIP Tegaskan Sanksi Partai Menanti

Nasional

MK Putuskan Prajurit Terlibat Pidana Umum Diadili Peradilan Umum, TNI Sebut Hukum Militer Lebih Tegas

Berita Utama

Pantura Terancam Tenggelam, AHY Soroti Penggunaan Air Tanah Industri

Berita Utama

KPK Tetapkan Sejumlah Tersangka Terkait OTT di BNPB

BERITA TERBARU

Bupati Klaten Terjaring OTT KPK, PDIP Tegaskan Sanksi Partai Menanti

Polda Banten Bersama Mahasiswa UNTIRTA Edukasi Pelajar Cegah Kekerasan dan Kejahatan Siber terhadap Anak Perempuan

Polisi Bongkar Kasus Pengantin Pesanan WNA China, Siswi SMK Asal Tasikmalaya Ditemukan di PIK 2

Perang Yaman: Arab Saudi di Persimpangan Strategi

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

Perang Yaman: Arab Saudi di Persimpangan Strategi

MK, PTUN, dan Persoalan Ijazah: Sampai di Mana Batas Kewenangan Hakim

Pendalaman Literasi Digital Student Care Wilayah Papua

RAGAM

Di Bumi Barat, Ternyata Vampir Tak Pernah Mati

Masih Ada Ikan Purba di Laut Indonesia

Struktur Hari dan Bulan Kalender Maya: Rahasia Siklus Angka 13, 20 Hari, dan 18 Bulan

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini

| Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks |

© 2026 Gazana Publika - Medianya Aktifis Terpercaya

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Go to mobile version