GazanaPublika.com, Jakarta — Israel dilaporkan melancarkan serangan udara ke Doha, Qatar, pada Selasa (9/9/2025), dengan mengerahkan 15 jet tempur dan menembakkan sedikitnya 10 rudal ke wilayah distrik West Lagoon Bay.
Sejumlah media Israel mengklaim serangan tersebut ditujukan untuk menargetkan kelompok Hamas. Militer Israel menyebut operasi dilakukan dengan akurasi tinggi menggunakan jet tempur dan rudal jarak jauh.
Profesor studi perang dari Deakin University, Ahmed Hashim, mengatakan Israel memiliki jaringan intelijen yang luas di Timur Tengah, sehingga mampu melacak keberadaan para pemimpin Hamas.
“Tidaklah mengada-ada jika menyimpulkan bahwa mereka tahu persis di mana para pemimpin Hamas bakal berada,” ujar Hashim, dikutip dari ABC Net.
Menurut Hashim, Israel kemungkinan menggunakan jet tempur siluman F-35 Adir yang telah dimodifikasi, didukung jet Ra’am atau F-15I untuk perlindungan udara. Jet-jet tersebut dapat meluncurkan rudal dari jarak jauh, sehingga tidak perlu memasuki wilayah udara Qatar.
“Pesawat-pesawat itu cukup terbang di langit Arab Saudi atau Yordania untuk mengunci target di Doha. Rudal dipandu dengan intelijen dari darat, sehingga serangan dilakukan dengan presisi,” jelasnya.
Meski militer Israel menyebut serangan itu menargetkan markas Hamas, aksi tersebut memicu kecaman internasional. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu membenarkan operasi tersebut, sementara Presiden Amerika Serikat Donald Trump memperingatkan Tel Aviv soal konsekuensi serius.
Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dijadwalkan menggelar rapat darurat untuk membahas serangan Israel ke Doha, Qatar.

