GazanaPublika.com, Jakarta — Free Palestine Network (FPN) mengutuk keras agresi militer yang dilakukan Amerika Serikat (AS) terhadap Venezuela. Organisasi solidaritas internasional itu menilai tindakan Washington sebagai bentuk lanjutan dari kebijakan imperialisme yang merusak kedaulatan negara lain.
Sekretaris Jenderal FPN, Furqan AMC, menyatakan bahwa agresi militer AS di Venezuela menunjukkan watak brutal kebijakan luar negeri Amerika Serikat yang selama ini kerap menghancurkan negara, membunuh rakyat sipil, dan menjarah sumber daya alam.
“Free Palestine Network (FPN) mengutuk keras agresi Amerika Serikat pada Venezuela. Agresi Amerika Serikat ini adalah bukti yang kesekian kali dari brutalitas kebijakan imperialisme AS yang menghancurkan sebuah negara, membunuh rakyat dan menjarah sumber dayanya,” tegas Furqan dalam keterangan resminya.
Menurut Furqan, agresi tersebut sekaligus mengonfirmasi peran Amerika Serikat sebagai sumber utama instabilitas global dan terorisme internasional.
“Agresi ini mengonfirmasi bahwa AS adalah induk dari terorisme itu sendiri, biang kekacauan di seluruh dunia. Jejaknya bisa kita lihat di Chile, Guatemala, Kongo, Libya, Irak, Suriah, dan Palestina. AS telah membunuh lebih 20 juta rakyat di 37 negara di seluruh dunia pasca Perang Dunia Kedua. AS terlibat langsung atau tidak langsung dalam lebih dari 70 upaya perubahan rezim sebuah negara sejak 1945,” tambahnya.
Furqan juga menilai agresi militer AS terhadap Venezuela merupakan pelanggaran serius terhadap hukum internasional, khususnya Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa.
“Agresi AS ini merupakan pelanggaran telanjang terhadap Piagam PBB, khususnya Pasal 1 dan 2 yang menjamin penghormatan terhadap kedaulatan sebuah bangsa,” ujarnya.
Dalam pernyataan yang sama, FPN menyatakan solidaritas penuh kepada rakyat Venezuela dan Presiden Nicolas Maduro. Furqan menyebut FPN akan menggelar aksi solidaritas dalam waktu dekat di berbagai kota di Indonesia.
“Free Palestine Network (FPN) menyatakan solidaritasnya untuk Venezuela dan presidennya Nicolas Maduro. Dalam waktu dekat FPN akan melakukan aksi solidaritas di berbagai kota di seluruh Indonesia. FPN menyerukan kepada seluruh komunitas internasional untuk mengambil langkah berani dan tegas untuk menghentikan agresi AS dan mengakhiri unilateralisme AS,” seru Furqan.
Sebelumnya, sedikitnya 40 orang dilaporkan tewas dalam serangan pasukan Delta Force Amerika Serikat ke Venezuela pada Sabtu dini hari, 3 Januari 2026. Korban dilaporkan tidak hanya berasal dari kalangan militer, tetapi juga warga sipil.
Dalam konferensi pers pada hari yang sama, Presiden AS Donald Trump mengklaim pasukan Amerika Serikat telah menculik Presiden Venezuela Nicolas Maduro. Trump juga menyatakan bahwa pemerintah AS akan mengambil alih kendali Venezuela, termasuk cadangan minyak negara tersebut yang besar.

