GazanaPublika.com – Yogyakarta, 30 Juni 2024 – Muhammadiyah menyatakan keprihatinannya atas serangan siber yang menyasar Pusat Data Nasional (PDN) pada Kamis, 20 Juni 2024 lalu. Serangan tersebut menyebabkan terkuncinya data milik berbagai kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah di PDN oleh peretas, mengakibatkan gangguan signifikan pada sejumlah layanan.
Wakil Ketua Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Ismail Fahmi, menyampaikan kekhawatiran Muhammadiyah atas insiden ini. Dengan ribuan lembaga pendidikan dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi, serta ribuan dosen dan guru besar yang datanya berada di PDN, Muhammadiyah turut merasakan dampak langsung dari serangan ini.
“Serangan yang terjadi di Pusat Data Nasional ini bukan hanya sekadar insiden biasa, tetapi sudah mengakibatkan jatuhnya sistem digital atau sistem siber Indonesia,” ujar Ismail dalam keterangan tertulisnya pada Sabtu, 29 Juni 2024.
Menurut Ismail, pemerintah sejauh ini belum memiliki backup data dari beberapa kementerian atau lembaga yang tersandera dan masih berupaya melakukan pemulihan. Ia menilai adanya kesalahan atau kekurangan dalam perencanaan pemerintah saat membentuk PDN. “Semua orang diminta datanya di PDN, tetapi pemerintah tidak memiliki backup data untuk itu. Mengapa diperencanaannya tidak memikirkan sistem backup dan manajemen risiko yang akan terjadi,” ungkap Ismail.
Muhammadiyah berharap pemerintah dapat bertanggung jawab atas persoalan ini serta mengambil langkah-langkah pemulihan segera. Ismail juga menekankan pentingnya komunikasi yang jujur dan terbuka dari pemerintah kepada masyarakat mengenai penanganan masalah ini.
“Pemerintah dalam mengatasi masalah PDN ini harus berkomunikasi dengan jujur dan terbuka kepada masyarakat. Serta berharap Pemerintah dengan segera menyusun kembali sistem siber yang lebih komprehensif dengan melibatkan ahli dari berbagai pihak yang transparan,” tutup Ismail.
Serangan siber ini telah menjadi pengingat bagi pemerintah dan seluruh pihak terkait akan pentingnya memiliki sistem backup yang kuat dan manajemen risiko yang matang dalam menjaga keamanan data nasional. Muhammadiyah bersama dengan berbagai elemen masyarakat berharap agar insiden serupa tidak terulang kembali di masa mendatang.
Sumber: viva.co.id

