GazanaPublika.com, Jakarta – Pengusaha sekaligus Wakil Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Rusdi Kirana, resmi dilantik sebagai Wakil Ketua MPR RI mewakili Fraksi PKB. Pria yang dikenal sebagai pendiri maskapai penerbangan Lion Air ini menapaki karier politiknya setelah sukses di dunia bisnis.
Sebelum terjun ke dunia politik, Rusdi memulai perjalanan hidupnya dengan bekerja sebagai salesman mesin ketik merek ‘Brother’. Saat itu, ia hanya berpenghasilan US$ 10 atau sekitar Rp 120.000 per bulan. Namun, langkah besar dimulai pada Oktober 1999, ketika ia bersama saudaranya, Kusnan Kirana, mendirikan Lion Air dengan modal awal US$ 10 juta.
Lion Air hadir dengan konsep penerbangan berbiaya murah (low cost carrier), yang sempat menuai kontroversi di dunia penerbangan Indonesia. Kebijakan ini mendapat banyak kritikan, termasuk ketika Rusdi diinterogasi selama tujuh jam di DPR terkait isu modal asing dan rasa nasionalisme. Meski demikian, Lion Air berhasil berkembang pesat, dengan memiliki 24 pesawat hanya dalam enam tahun operasinya.
Maskapai yang didirikan Rusdi kini menguasai 40 persen pangsa pasar penerbangan domestik, dengan lebih dari 600.000 penumpang per bulan. Pada 2004, Lion Air menjadi maskapai penerbangan terbesar kedua di Indonesia setelah Garuda Indonesia.
Nama Rusdi semakin mencuat di dunia internasional pada 2011 ketika Lion Air menandatangani kontrak pembelian 230 pesawat Boeing 737 senilai US$ 22,4 miliar, yang disaksikan langsung oleh Presiden AS saat itu, Barack Obama. Dua tahun kemudian, Lion Group kembali menggemparkan dunia dengan pembelian 234 pesawat Airbus senilai US$ 24 miliar di hadapan Presiden Prancis François Hollande.
Meski meraih kesuksesan besar, Rusdi tetap menampilkan gaya hidup sederhana dan terus memprioritaskan pendidikan. Bahkan, ia tetap memegang prinsip untuk menyediakan penerbangan berbiaya terjangkau bagi seluruh penumpangnya.
Kesuksesannya di bisnis tidak menghentikan Rusdi untuk memasuki dunia politik. Pada 2014, ia bergabung dengan Partai Kebangkitan Bangsa dan menjabat sebagai Wakil Ketua Umum. Tahun yang sama, Rusdi mengundurkan diri dari posisi President Director Lion Air, meski ia tetap berperan dalam strategi jangka panjang perusahaan.
Pada 2017, Rusdi diangkat sebagai duta besar Indonesia untuk Malaysia, dan pernah menjadi anggota Dewan Penasihat Presiden Joko Widodo. Prestasinya juga tercatat di majalah Forbes, yang pada 2019 menempatkan Rusdi dan Kusnan Kirana di daftar orang terkaya Indonesia dengan total kekayaan mencapai US$ 835 juta, atau sekitar Rp 12,9 triliun.
Kini, dengan dilantiknya Rusdi Kirana sebagai salah satu pimpinan MPR RI, perjalanan kariernya semakin lengkap, mengukuhkan dirinya sebagai salah satu figur berpengaruh di Indonesia, baik di bidang bisnis maupun politik.
Sumber: Detikfinance.com

