Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » Saling Klaim di Polda Metro Jaya: Kubu GRIB Jaya Sebut Laporan Anak Penulis Ahmad Bahar Hanya ‘Playing Victim’

Saling Klaim di Polda Metro Jaya: Kubu GRIB Jaya Sebut Laporan Anak Penulis Ahmad Bahar Hanya ‘Playing Victim’

Nasional Sabtu, 23 Mei 2026 23:20 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram

Advertisement

GazanaPublika.com,   Jakarta – Ketegangan baru menyeruak pasca-penggerudukan rumah penulis buku Ahmad Bahar di kawasan Cimanggis, Kota Depok, Jawa Barat. Kasus kesalahpahaman yang sebelumnya diinformasikan telah dimediasi secara damai oleh aparat kepolisian setempat kini justru menggelinding panas menjadi aksi saling lapor di koridor hukum tingkat daerah.

EskaIasi mencuat setelah putri kandung Ahmad Bahar, Ilma Sani Fitriana, mengambil langkah hukum dengan melaporkan Ketua Umum Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu ‘GRIB’ Jaya, Rosario de Marshall alias Hercules, ke Markas Kepolisian Daerah ‘Polda’ Metro Jaya, dikutip dari detikNews pada (22/5/2026).

Advertisement

Pihak pelapor menilai rangkaian intimidasi yang dialaminya sudah melanggar hukum pidana berat. Menemani proses pelaporan di Jakarta Selatan, kuasa hukum Ilma, Gufroni, memaparkan poin keberatan mereka kepada awak media. “Bagi kami, ini sudah masuk kepada tindak pidana, ya. Tindak pidana termasuk, ya, penyanderaan, kemudian penculikan, ancaman verbal, kemudian penggunaan senjata api dan segala macam. Itu yang pertama,” cetus Gufroni pada Jumat, (22/5/2026).

Pelaporan terkait dugaan penyekapan akhir pekan lalu tersebut resmi terdaftar dalam nomor register STTLP/B/3678/V/2026/SPKT/POLDA METRO JAYA. Tidak berhenti di sana, Gufroni juga melayangkan berkas laporan kedua dengan nomor register *STTLP/B/3679/V/2026/SPKT/POLDA METRO JAYA* atas indikasi kejahatan siber berupa peretasan akun komunikasi digital milik kliennya.

“Memang sebelum hari Minggu itu memang sudah ada, apa namanya, operasi ya, sehingga handphone-nya tidak bisa digunakan. Jadi sudah berupaya untuk, apa namanya, ke pelayanan ya, untuk meminta bantuan untuk supaya bisa dipulihkan handphone-nya dan seterusnya,” sambung Gufroni.

BACA JUGA:  Petani dan Buruh Satu Barisan di May Day 2026, Solidaritas ‘Beras Lanusa’ Menggema di Depan DPR

Merespons bergulirnya laporan polisi tersebut, jajaran Dewan Pimpinan Pusat GRIB Jaya langsung melayangkan nota bantahan keras. Melalui juru bicara organisasi, Macelinus, pihak ormas menyatakan bahwa tuduhan penyekapan atau aksi penculikan yang dituduhkan oleh Ilma sangat bertolak belakang dengan realita di lapangan.

Macelinus menilai narasi yang dibangun oleh kubu pelapor merupakan hal yang tidak rasional. “Kalau pihak mereka terus memutarbalikkan fakta dengan narasi sandera atau penculikan, itu jelas sangat mengada-ada dan tidak masuk akal. Bagaimana mungkin ada penyanderaan? Publik kan tahu betul siapa Pak Hercules,” tukas pria yang akrab disapa Marcel tersebut.

Marcel membela bahwa karakter asli pimpinan tertinggi ormasnya sangat jauh dari tuduhan kejam yang dilayangkan dalam berkas laporan.

“Beliau itu figur yang sangat sosial, humanis, dan selama ini dikenal sangat dekat serta menyayangi anak-anak yatim piatu. Karakter beliau jauh sekali dari tuduhan keji seperti itu,” paparnya.

Lebih lanjut, Marcel membeberkan bahwa dialog yang terjadi di markas Kedoya, Jakarta Barat, sejatinya berlangsung kondusif.

“Fakta sebenarnya di lapangan, Pak Hercules itu justru menasihati anak Ahmad Bahar secara baik-baik, layaknya orang tua kepada anaknya. Beliau memberikan edukasi dan pandangan agar anak tersebut paham duduk perkaranya, sekaligus meminta agar ayahnya bisa bersikap gentleman dan bertanggung jawab,” urai Marcel.

BACA JUGA:  Prabowo Lepas Baju Safari dan Berikan kepada Buruh, Momen May Day di Monas Pecah Haru

Pihak GRIB Jaya meminta agar masyarakat jeli melihat hulu persoalan yang menjadi pemantik kemarahan anggotanya hingga mendatangi kediaman Ahmad Bahar sebanyak dua kali, yakni pada Jumat (15/5/2026) dan Minggu (17/5/2026). Ormas mengklaim mengantongi bukti digital tak terbantahkan bahwa gawai pelapor telah mentransmisikan pesan teror.

“Jangan diputarbalikkan seolah-olah mereka korbannya. Ada fakta hukum yang tidak bisa dibantah, yaitu handphone milik anak Ahmad Bahar itu dipakai untuk mengirimkan video provokasi dan ancaman langsung ke nomor pribadi istrinya Pak Hercules,” kecam Marcel.

Dirinya menyayangkan sikap pelapor yang terkesan memosisikan diri sebagai korban guna menarik simpati khalayak luas.

“Tindakan ini sudah keterlaluan karena menyerang ranah domestik dan merusak ketenangan keluarga orang lain. Jadi, janganlah mereka sekarang sengaja menggiring opini liar dan playing victim untuk mencari simpatisan publik, padahal rekam jejak digitalnya jelas menunjukkan siapa yang memulai teror ini,” tegas Marcel.

Di sisi lain, benang merah mengenai asal-mula kiriman pesan teror tersebut akhirnya terjawab lewat klarifikasi Ahmad Bahar. Sang penulis mengakui bahwa situasi pelik ini merupakan imbas dari aksi kejahatan siber yang membajak data pribadi keluarganya, sehingga memicu kesalahpahaman sosiologis dengan ormas GRIB Jaya.

“HP saya dan HP anak saya di-hack, bahasa lainnya dikloning. Sehingga ada video-video tertentu yang itu bukan punya saya. Itu barangkali yang menjadi sumber pemicu kesalahpahaman,”pungkas Ahmad Bahar memberikan konfirmasi tertulis pada Selasa, (19/5/2026).

Advertisement

Gazana Publika

Redaksi

BERITA LAINNYA

Nasional

KPK Jawab Desakan Mahfud MD Terkait Kasus Febrie

Nasional

Habib Rizieq Kritik Mahfud MD Soal Sikapnya Plin-Plan

Nasional

Seleksi CPNS 2026 Disiapkan, Pemerintah Petakan Kebutuhan dan Anggaran

Nasional

Resmi Mendaftar ke Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Besutan Eks Jubir Anies Bersiap Menuju Pemilu 2029

BERITA TERBARU

Ketua DPD GRANAT Banten Kecam Dugaan Keterlibatan Kasat Narkoba Polres Tangsel dalam Kasus Narkotika

Diskominfo Kabupaten Serang Sosialisasikan Alur Pelayanan Digital Terpadu di Kramatwatu

Warga Kp. Sitoko Gelar Swadaya Cor Jalan, Minta Perhatian Pemkab Lebak & Pemprov Banten

Pembangunan Rumah Ratusan Juta di Baleendah Disorot, Status Kepemilikan Lahan Diragukan

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

OPM/KKB: Menjadikan Warga Sipil sebagai Objek Teror dan Brutal Adalah Kejahatan Kemanusiaan

Wakil Kepala Desa, Perlukah?

Djati Niscala Eco Theologi Sunda—Kajian Horoskop Pusaka Kujang Niscala Sunda

RAGAM

Struktur Hari dan Bulan Kalender Maya: Rahasia Siklus Angka 13, 20 Hari, dan 18 Bulan

Menyelami Konsep Dasar Kalender Maya

Narasi Tandingan: Apakah Bintang Sebagaimana Matahari?

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini
© 2026 Gazana Publika | Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.