GazanaPublika.com – Dalam sebuah diskusi properti yang berlangsung di Hotel Grand Sahid Jaya, Hashim Djojohadikusumo, yang merupakan Ketua Satgas Perumahan dan adik dari Prabowo Subianto, mengindikasikan bahwa Fahri Hamzah berpotensi menjabat sebagai Menteri Perumahan dalam kabinet presiden terpilih untuk periode 2024-2029. Hashim memaparkan rencana ambisius pemerintah mendatang untuk membangun perumahan sebagai prioritas utama.

Hashim menjelaskan dengan rinci rencana Prabowo untuk membangun tiga juta rumah setiap tahunnya, yang secara total akan mencapai 15 juta unit selama lima tahun masa jabatan. “Saya ingin meluruskan, bukan hanya 3 juta rumah dalam satu periode, tetapi 3 juta rumah setiap tahun. Jadi totalnya akan ada 15 juta rumah selama lima tahun. Ini akan menjadi tanggung jawab besar bagi Pak Fahri dan timnya,” ungkap Hashim.

Hashim juga menyampaikan harapannya agar program pembangunan perumahan ini dapat berjalan dengan sukses sepanjang masa jabatan tersebut. Ia bahkan mengisyaratkan bahwa jika Prabowo terpilih lagi untuk periode kedua, target pembangunan dapat meningkat menjadi 30 juta rumah. “Kita di sini untuk mendukung dan mensukseskan program ini. Insya Allah, jika Pak Prabowo menjabat dua periode, kita bisa membangun hingga 30 juta rumah,” tambahnya.

Walaupun memberikan sinyal positif mengenai posisi Fahri Hamzah, Hashim belum memberikan kepastian resmi mengenai pengangkatan pendiri Partai Gelora tersebut sebagai Menteri Perumahan. Ia menyebutkan bahwa nama-nama calon menteri telah dipertimbangkan, namun pengumuman resmi akan dilakukan setelah pelantikan pada 20 Oktober 2024. “Saya sudah tahu siapa yang akan menjabat, tapi saya berkomitmen untuk tidak membocorkan nama sebelum waktunya. Tim transisi sudah mengingatkan kami bahwa keputusan bisa berubah bahkan hingga lima menit sebelum pengumuman,” kata Hashim, sambil berkelakar.

Lebih lanjut, Hashim menguraikan kriteria pemilihan menteri perumahan, yang menekankan pentingnya pengalaman di lapangan dan keterbukaan. Ia menegaskan bahwa posisi ini membutuhkan sosok yang aktif berinteraksi dengan pelaku industri properti, bukan sekadar akademisi. “Kita butuh menteri yang aktif di lapangan dan terbuka terhadap masukan dari industri. Orang yang saya sebut tadi memiliki kualifikasi itu, tapi wakil menterinya juga tak kalah penting,” jelasnya.

Fahri Hamzah, yang turut hadir dalam acara tersebut, memilih untuk tidak berkomentar banyak saat diminta klarifikasi mengenai sinyal yang diberikan Hashim tentang posisinya. Ketika ditanya apakah namanya sudah dipastikan untuk posisi Menteri Perumahan, ia hanya menjawab singkat, “Tanya Pak Hashim saja,” sebelum meninggalkan lokasi acara.

Sumber: CNNIndonesia.com

Redaksi

Exit mobile version