GazanaPublika.com, Jakarta – Presiden ke-6 Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), secara terbuka mengungkapkan perkembangan hubungannya dengan Presiden ke-5 RI, Megawati Soekarnoputri. SBY mengakui bahwa hubungan antara dirinya dan Megawati belum sepenuhnya pulih pascakontestasi politik pada periode 2004-2009. Ia menyadari bahwa pandangan publik yang menganggap hubungan mereka belum seharmonis dulu tidak sepenuhnya salah.

“Jujur, kalau ada yang berpandangan seperti itu tidak salah, meskipun tidak berarti tidak bisa bertemu sama sekali, tidak bisa berjabat tangan, tidak bisa berbicara. Tidak seburuk itu sebetulnya, tapi memang benar belum cair sekali,” kata SBY dalam tayangan kanal YouTube Liputan6 SCTV, Senin (10/2/2025).

SBY mengakui bahwa persaingan politik di masa lalu mungkin telah meninggalkan bekas yang cukup dalam. Namun, ia menegaskan bahwa dirinya tetap menghormati Megawati sebagai presiden sebelumnya. SBY juga menyatakan bahwa tidak ada hambatan dari dalam hatinya untuk kembali merajut hubungan baik, meskipun ia tidak bisa memastikan kapan hal itu akan terjadi.

“Mungkin *time will tell*. Sejarah menakdirkan nanti seperti apa hubungan saya dengan beliau ke depan,” ujar SBY.

Upaya Membuka Jalur Komunikasi

SBY mengungkapkan bahwa sudah banyak upaya yang dilakukan untuk membuka jalur komunikasi dengan Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP) tersebut. Salah satunya adalah melalui mendiang Taufik Kiemas, suami Megawati yang dikenal dekat dengan SBY hingga akhir hayatnya.

“Pak Taufik juga sering berbincang-bincang dengan almarhumah istri tercinta, Ibu Ani, agar kedua keluarga ini bisa menjalin lagi hubungan keluarga dengan baik. Tapi sekali lagi, memang Tuhan belum menakdirkan,” kata SBY.

Meskipun hubungan mereka belum sepenuhnya pulih, SBY memastikan bahwa dirinya tetap bertegur sapa dengan Megawati jika bertemu dalam acara-acara formal. Mereka juga tetap saling berjabat tangan. Namun, SBY berharap ada hubungan yang lebih baik di antara para mantan presiden, yang dapat memberikan keteduhan dalam dunia politik Indonesia.

“Karena bagus, mantan presiden membawa keteduhan bagi dunia politik di Indonesia. Saya menyerahkan kepada sejarah kapan takdir dipertemukan. Tapi yang jelas, saya menghormati beliau,” tandas SBY.

Redaksi

Exit mobile version