GazanaPublika.com, Makkah — Gelombang kedatangan jemaah haji Indonesia ke Tanah Suci terus berlangsung. Berdasarkan data terbaru dari Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat), hingga Kamis (15/5) pukul 09.00 Waktu Arab Saudi (WAS) atau sekitar 13.00 WIB, total 91.499 jemaah telah diberangkatkan dari Indonesia.
Angka ini mencakup 235 kelompok terbang (kloter), atau sekitar 44,76 persen dari total 525 kloter yang direncanakan tahun ini. Sementara itu, dari total kuota nasional jemaah haji reguler sebanyak 203.320 orang, angka ini menandai tercapainya sekitar 45 persen dari total jemaah yang akan menunaikan ibadah haji tahun ini.
Proses perpindahan jemaah dari Madinah ke Makkah masih berlangsung secara bertahap. Hingga hari kelima pemindahan pada Rabu (14/5), sebanyak 63 kloter telah tiba di Makkah, mencakup 24.465 jemaah. Pemindahan dilakukan dari hotel-hotel di Madinah menuju titik miqat di Bir Ali, sebelum dilanjutkan ke Makkah untuk menunaikan umrah wajib, sebagai bagian dari rangkaian awal ibadah haji.
11 Jemaah Wafat, Mayoritas Lansia
Dalam proses ini, jumlah jemaah wafat juga bertambah. Hingga Kamis (15/5), tercatat 11 jemaah wafat, terdiri atas 7 laki-laki dan 4 perempuan. Sebagian besar merupakan jemaah lanjut usia dengan riwayat penyakit penyerta. Kondisi kesehatan menjadi perhatian serius petugas haji, terutama karena tingginya proporsi jemaah lansia tahun ini.
Sejauh ini, 19.706 jemaah lansia telah diberangkatkan, atau 21,54 persen dari total jemaah yang telah tiba. Pada hari ini saja, 6 kloter dengan total 2.402 jemaah, termasuk 538 lansia, diterbangkan menuju Arab Saudi.
Cuaca Panas Ekstrem Jadi Tantangan
Suhu ekstrem di dua kota suci menjadi tantangan utama dalam proses adaptasi jemaah. Di Makkah, suhu pada pagi hari telah mencapai 39°C, dan diperkirakan akan memuncak hingga 45°C siang nanti. Kelembapan udara sangat rendah (11 persen) dan angin bertiup dengan kecepatan 19 km/jam. Sementara indeks sinar ultraviolet (UV Index) berada pada level 5 dari skala 11, menunjukkan potensi paparan sedang hingga tinggi.
Kondisi di Madinah serupa, dengan suhu pagi menyentuh 34°C dan diprediksi naik ke 41°C pada siang hari. Kecepatan angin mencapai 23 km/jam dan kelembapan berada di angka 14 persen. Langit cerah di kedua kota menunjukkan minimnya potensi hujan dalam waktu dekat.
Imbauan Petugas: Jaga Kesehatan dan Hindari Aktivitas Berlebih
Dengan cuaca yang kering dan panas menyengat, petugas haji terus mengimbau jemaah untuk:
• Menjaga asupan cairan guna mencegah dehidrasi
• Menghindari aktivitas berlebihan di luar ruangan
• Menggunakan pelindung kepala saat berada di bawah sinar matahari langsung
Fase perpindahan ini akan terus berlangsung hingga seluruh kloter menyelesaikan miqat di Bir Ali dan tiba di Makkah. Pemerintah dan petugas haji berharap seluruh jemaah dapat tetap sehat, bugar, dan siap menyambut puncak ibadah haji dalam beberapa pekan ke depan.

