Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » Pesepeda Asal Malang, Sayudi Prastopo Tiba di Pendopo Malingping dalam Ekspedisi Menyusuri Selatan Jawa

Pesepeda Asal Malang, Sayudi Prastopo Tiba di Pendopo Malingping dalam Ekspedisi Menyusuri Selatan Jawa

Banten Kamis, 5 Juni 2025 20:13 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram

Advertisement

GazanaPublika.com, Lebak – Seorang pesepeda asal Malang, Jawa Timur, Sayudi Prastopo (54), tiba di Pendopo Kecamatan Malingping, Kabupaten Lebak, Banten, dalam rangkaian ekspedisinya mengelilingi wilayah selatan Pulau Jawa. Kehadirannya menjadi sorotan warga setempat yang mengagumi semangat dan keteguhan pria paruh baya ini dalam menjalani perjalanan panjangnya.

Sayudi dikenal publik sejak aksinya yang luar biasa pada tahun lalu, ketika ia berhasil tiba di Madinah, Arab Saudi dengan menggunakan sepeda untuk menunaikan ibadah haji. Perjalanannya kala itu diberitakan luas oleh berbagai media nasional, karena menempuh ribuan kilometer dengan beban logistik mencapai 165 kilogram.

Advertisement

Dalam wawancaranya di Pendopo Malingping, Kamis (5/6/2025), Sayudi mengungkapkan bahwa ekspedisi yang kini ia jalani merupakan bagian dari latihan untuk menjaga kondisi fisik dan mental agar tetap optimal.
“Dari Malang sampai sini kurang lebih satu bulan perjalanan. Ini mah ekspedisi santai aja, untuk latihan fisik,” ujarnya santai sambil tersenyum.

BACA JUGA:  Kapolri Beri Ucapan Selamat Milad ke-3 TTKKBI

Kali ini, beban yang ia bawa jauh lebih ringan dibanding ekspedisinya ke Timur Tengah. Ia hanya mengangkut sekitar 70 kilogram perlengkapan di atas sepedanya. Menurutnya, hal ini membuat perjalanan lebih ringan, meskipun tetap membutuhkan persiapan teknis yang matang.

“Kalau ada kendala di perjalanan, perlu diperbaiki dulu. Makanya wajib bawa alat-alat. Tapi ini bebannya cuma 70 kg, jadi enggak terlalu berat. Berbanding jauh saat ke Madinah, waktu itu bisa sampai 165 kg,” jelasnya.

Sayudi juga menjelaskan pentingnya membawa perlengkapan dan suku cadang sepeda secara lengkap untuk menghadapi segala kemungkinan selama di perjalanan.

BACA JUGA:  Golok Ciomas Warnai Pameran Nasional Pusaka Nusantara 2026, Najib Hamas Ajak Lestarikan Warisan Budaya

“Yang terpenting kita perlu membawa spare part lengkap: pelor roda, mangkok sepeda, jari-jari, ban dalam, ban luar. Untuk berjaga-jaga jika ada kerusakan di tengah perjalanan,” tegas Sayudi.

Ketelatenan, semangat, dan kemandirian Sayudi Prastopo dalam menempuh perjalanan panjang dengan sepeda menjadi inspirasi tersendiri bagi masyarakat. Ia membuktikan bahwa batas kemampuan manusia bisa dilampaui dengan tekad dan persiapan yang baik.

Ekspedisi ini rencananya akan berlanjut menyusuri sejumlah wilayah pesisir selatan Pulau Jawa lainnya. Sayudi mengaku tidak memiliki target waktu ketat, karena tujuannya adalah menikmati perjalanan sambil terus menjaga kebugaran tubuh.

Advertisement

Malingping
Gazana Publika

Redaksi

BERITA LAINNYA

Berita Utama

Bupati Klaten Terjaring OTT KPK, PDIP Tegaskan Sanksi Partai Menanti

Banten

Polda Banten Bersama Mahasiswa UNTIRTA Edukasi Pelajar Cegah Kekerasan dan Kejahatan Siber terhadap Anak Perempuan

Nasional

MK Putuskan Prajurit Terlibat Pidana Umum Diadili Peradilan Umum, TNI Sebut Hukum Militer Lebih Tegas

Berita Utama

Pantura Terancam Tenggelam, AHY Soroti Penggunaan Air Tanah Industri

BERITA TERBARU

Bupati Klaten Terjaring OTT KPK, PDIP Tegaskan Sanksi Partai Menanti

Polda Banten Bersama Mahasiswa UNTIRTA Edukasi Pelajar Cegah Kekerasan dan Kejahatan Siber terhadap Anak Perempuan

Polisi Bongkar Kasus Pengantin Pesanan WNA China, Siswi SMK Asal Tasikmalaya Ditemukan di PIK 2

Perang Yaman: Arab Saudi di Persimpangan Strategi

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

Perang Yaman: Arab Saudi di Persimpangan Strategi

MK, PTUN, dan Persoalan Ijazah: Sampai di Mana Batas Kewenangan Hakim

Pendalaman Literasi Digital Student Care Wilayah Papua

RAGAM

Di Bumi Barat, Ternyata Vampir Tak Pernah Mati

Masih Ada Ikan Purba di Laut Indonesia

Struktur Hari dan Bulan Kalender Maya: Rahasia Siklus Angka 13, 20 Hari, dan 18 Bulan

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini

| Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks |

© 2026 Gazana Publika - Medianya Aktifis Terpercaya

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Go to mobile version