Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » Dr Karna Wijaya: KKN UNMA Banten Wujud Kampus Dorong Digitalisasi Desa

Dr Karna Wijaya: KKN UNMA Banten Wujud Kampus Dorong Digitalisasi Desa

Banten Selasa, 19 Agustus 2025 20:38 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram

Advertisement

GazanaPublika.com, Pandeglang — Forum Group Discussion (FGD) bertajuk “Desa Cerdas Data Berdaya” yang digelar mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Mathla’ul Anwar (UNMA) Banten di Desa Sinarjaya, Pandeglang, mendapat sorotan khusus dari Sekretaris Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian (Kominfosp) Provinsi Banten, Dr H Karna Wijaya.

Giat ini menegaskan bahwa sinergi antara riset dan digitalisasi adalah kunci utama mewujudkan pembangunan desa yang tepat sasaran dan berkelanjutan, Selasa (19/08).

Advertisement

Dalam paparannya yang menjadi highlight acara, Dr. Karna Wijaya membedah strategi transformasi digital desa di era ekonomi kreatif.

Dr. Karna Wijaya menekankan bahwa dua hal ini tidak bisa dipisahkan. “Riset tanpa digitalisasi akan lambat dan tertinggal di arsip. Digitalisasi tanpa riset hanya akan menghasilkan data yang tidak bermakna. Kolaborasi antara keduanya lah yang akan melahirkan perencanaan pembangunan yang akurat dan berbasis bukti (evidence-based,” tegasnya di hadapan peserta FGD yang terdiri dari warga, pelaku UMKM, perangkat desa, dan akademisi.

Karna menjelaskan, data mentah yang dikumpulkan dari kegiatan riset lapangan oleh mahasiswa atau aparatur desa harus segera diinput, diolah, dan dianalisis secara digital. “Dengan begitu, data itu hidup. Ia bisa menjadi dashboard informasi untuk melihat potensi, tantangan, dan kemajuan desa secara real-time,” ujarnya.

BACA JUGA:  Kapolda Banten: Pesta Rakyat Jadi Momentum Perkuat Kedekatan Polri dan Masyarakat

Lebih lanjut, Dr. Karna Wijaya menyoroti pentingnya program yang berorientasi pada kebutuhan nyata. “Pembangunan bukan lagi soal fisik semata, tetapi tentang memastikan setiap program tepat sasaran dan menyelesaikan masalah riil masyarakat.
Hasil dari riset dan data digital ini harus mampu mendorong terciptanya desa yang mandiri, produktif, serta berkelanjutan secara sosial, ekonomi, dan lingkungan,” paparnya.

Sebagai pimpinan di lembaga yang menangani informatika, Dr. Karna Wijaya mendorong optimalisasi Teknologi Informasi. “Digitalisasi adalah alat strategis. Sistem informasi desa yang baik memungkinkan transparansi dalam pengelolaan program, efisiensi anggaran, dan memudahkan akses data bagi siapa pun, baik pemerintah desa maupun masyarakat. Ini membangun kepercayaan dan mempermudah kontrol sosial,” jelasnya.

Dr. Karna Wijaya juga menekankan bahwa teknologi harus diiringi dengan pemberdayaan manusia. “Tidak ada gunanya sistem canggih jika tidak ada yang mampu mengoperasikan. Penguatan kapasitas aparatur desa dalam mengelola data digital adalah suatu keharusan. Selain itu, masyarakat juga harus dilibatkan secara aktif, bukan hanya sebagai objek data, tetapi sebagai subjek yang ikut mengumpulkan dan menganalisis informasi untuk kemajuan desanya sendiri,” tuturnya.

BACA JUGA:  Puisi Anak Binaan LPKA Sentuh Hati Tinawati Andra Soni pada Peringatan Hari Anak Nasional

Terakhir, beliau mengapresiasi inisiatif mahasiswa KKN UNMA Banten sebagai bentuk kolaborasi stakeholder yang nyata. “Ini contoh bagus. Inovasi digital dan strategi berbasis data untuk desa harus melibatkan pemerintah, akademisi, masyarakat, dan dunia usaha. Mahasiswa hadir sebagai katalisator, penghubung ide, dan agent of change. Keberlanjutan program pasca-KKN inilah yang akan menjadi ukuran kesuksesan,” pungkas Dr. Karna Wijaya.

FGD yang berlangsung santai namun penuh makna ini ditutup dengan komitmen bersama untuk mulai memetakan potensi dan masalah Desa Sinarjaya secara lebih terstruktur dan digital, mengikuti arahan strategis dari Dr. H. Karna Wijaya untuk mewujudkan ‘Desa Cerdas Data’ yang sesungguhnya. (IB)

Advertisement

Desa Universitas Mathla'ul Anwar UNMA
Gazana Publika

Redaksi

Advertisement

BERITA LAINNYA

Banten

Febi Pirmansyah Kritik Pernyataan Cak Imin soal NU: Jangan Salahkan Organisasi, Lihat Rekam Jejak Sendiri

Banten

Aksi Gerakan 9 di Malingping Diwarnai Bentrokan, Mahasiswa Desak Pemeriksaan Proyek Jalan Cikeusik–Simpang Cijaku

Banten

Gelar Giat Cacahan Warga Banten, Forwatu Berkomitmen Menjaga Kondusivitas dan Tetap Kritis

Banten

Peduli Warga Terdampak Kekeringan, Polda Banten Distribusikan 6.500 Liter Air Bersih di Tigaraksa

BERITA TERBARU

Lada ‘Black Gold’, Artisnya Rempah-Rempah Zaman Kolonial

Febi Pirmansyah Kritik Pernyataan Cak Imin soal NU: Jangan Salahkan Organisasi, Lihat Rekam Jejak Sendiri

Aksi Gerakan 9 di Malingping Diwarnai Bentrokan, Mahasiswa Desak Pemeriksaan Proyek Jalan Cikeusik–Simpang Cijaku

Gelar Giat Cacahan Warga Banten, Forwatu Berkomitmen Menjaga Kondusivitas dan Tetap Kritis

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

Pendalaman Literasi Digital Student Care Wilayah Papua

OPM/KKB: Menjadikan Warga Sipil sebagai Objek Teror dan Brutal Adalah Kejahatan Kemanusiaan

Wakil Kepala Desa, Perlukah?

RAGAM

Masih Ada Ikan Purba di Laut Indonesia

Struktur Hari dan Bulan Kalender Maya: Rahasia Siklus Angka 13, 20 Hari, dan 18 Bulan

Menyelami Konsep Dasar Kalender Maya

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini

| Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks |

© 2026 Gazana Publika - Medianya Aktifis Terpercaya

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.