GazanaPublika.com, Tangerang — Hujan yang turun tanpa jeda sejak pertengahan pekan ini mengubah Kampung Parung Ceuri dan Kampung Lebak Gedong, Desa Cikande, Kecamatan Jayanti, menjadi dua kantong sunyi di tengah kepungan air. Sejak Rabu (21/1/2026) hingga Sabtu (24/1/2026), ratusan warga di dua kampung itu masih terisolasi, terputus dari akses darat akibat banjir yang tak kunjung surut.
Camat Jayanti, Yandri Permana, menyebut ada sekitar 250 jiwa dari 88 keluarga yang terjebak di wilayah tersebut. “Ada sekitar 88 keluarga atau 250 jiwa yang terisolasi di kampung Parung Ceuri dan Lebak Gedong, Desa Cikande,” kata Yandri saat dikonfirmasi.
Menurut Yandri, dua kampung itu hanya sebagian dari sembilan titik banjir lain yang tersebar di Desa Jayanti, Pasir Gintung, dan Pasir Muncang. Ketinggian air bervariasi, mulai dari 70 sentimeter hingga mencapai lima meter. Arus luapan Sungai Cidurian yang deras membuat upaya evakuasi menjadi rumit. Perahu karet yang mengandalkan dayung tak sanggup melawan arus.
“Untuk evakuasi butuh perahu bermesin, karena kalau pakai perahu karet yang dayung enggak bakal bisa, karena memang kondisi arus sungai Cidurian sangat deras,” jelasnya.
Atas kondisi itu, pihak kecamatan telah berkoordinasi dengan TNI untuk mengirimkan bantuan sarana evakuasi yang lebih memadai. “Kami sudah berkoordinasi dengan TNI supaya mereka bisa mengirimkan bantuan berupa perahu bermesin untuk mengevakuasi warga yang masih terjebak,” tutup Yandri.
Sementara itu, dampak banjir juga merambat ke jalur utama pergerakan kendaraan. Ruas Tol Tangerang–Merak, khususnya di KM 38 wilayah Balaraja Barat, sempat mengalami hambatan serius pada Sabtu pagi. Genangan air menutupi badan jalan arah Jakarta dan memaksa pengendara memperlambat laju kendaraan.
Kasat Lantas Polresta Tangerang, AKP Zaeni Aji Bakhtiar, membenarkan kondisi tersebut. “Tepatnya di KM 38 arah Jakarta sebelumnya sempat terganggu akibat genangan air,” terangnya. Genangan setinggi sekitar 30 sentimeter sempat merendam dua lajur, membuat arus dari arah Merak tersendat.
Meski demikian, ia memastikan situasi kini mulai terkendali. “Situasi terkini kendaraan yang ke arah Jakarta sudah normal,” tambahnya. Satlantas Polresta Tangerang pun menyiapkan skenario rekayasa lalu lintas untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan, dengan menempatkan personel di Gerbang Tol Balaraja Timur dan Barat, serta memantau jalur arteri Jalan Raya Serang di KM 22 dan KM 30 yang tengah diperbaiki.
“Kalau di jalur arteri sifatnya antisipasi kendaraan yang menghindari jalan tol. Tetapi sampai saat ini jalan arteri masih kondusif, dan terpantau dua titik yang mengalami perlambatan dan antrian kendaraan karena perbaikan jalan,” ujarnya.
Di titik lain, luapan Sungai Ciujung di wilayah Cikande, Serang, turut menggenangi Tol Jakarta–Merak di KM 50. Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) per Jumat (23/1/2026) pukul 15.30 WIB mencatat air sudah memasuki badan tol arah Merak, memicu kepadatan lalu lintas karena kendaraan harus menurunkan kecepatan. Hingga Sabtu (24/1/2026), genangan masih terpantau di KM 50.
Di tengah kepungan air dan jalan yang tersendat, ratusan warga di Jayanti masih menunggu satu hal sederhana namun krusial: perahu bermesin yang bisa menembus derasnya arus, membuka kembali jalur keluar dari kampung yang kini terkurung banjir.

