Advertisement
GazanaPublika.com, Lebak – Sejauh mana pelajar mampu mengenali bahaya narkotika di tengah derasnya arus informasi dan pengaruh lingkungan pergaulan? Pertanyaan ini menjadi salah satu perhatian Ikatan Mahasiswa Cilangkahan (IMC) Cabang Malingping dan Cabang Rangkasbitung saat menggelar seminar edukasi pencegahan narkotika di SMAN 2 Malingping, Kabupaten Lebak, Banten.
Kegiatan bertema “Akselerasi Sinergi Mahasiswa dan Masyarakat dalam Pencegahan Narkotika di Era Generasi Digital” itu berlangsung pada Kamis, 8 Oktober 2026, mulai pukul 13.00 WIB. Seminar tersebut melibatkan pelajar sebagai sasaran edukasi sekaligus bagian dari upaya membangun kesadaran tentang risiko penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan terlarang.
Advertisement
Pemateri dari Satresnarkoba Polres Lebak, IPDA Herman, S.H., yang menjabat Kepala Urusan Pembinaan Operasional (Kaurbinops), menjelaskan jenis-jenis narkoba, dampak penyalahgunaan terhadap kesehatan dan kehidupan sosial, serta ketentuan hukum terkait tindak pidana narkotika.
“Penyalahgunaan narkoba dapat memberikan dampak buruk terhadap kesehatan, kehidupan sosial, pendidikan, bahkan masa depan generasi muda. Oleh karena itu, para pelajar perlu dibekali pengetahuan serta keberanian untuk menolak segala bentuk penyalahgunaan narkoba,” ungkap IPDA Herman.
Ketua IMC Cabang Malingping, Amel Adista, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian mahasiswa terhadap keselamatan dan masa depan pelajar. Menurutnya, edukasi diperlukan agar generasi muda tidak hanya mengetahui bahaya narkoba, tetapi juga mampu menjaga diri dari pengaruh lingkungan yang berisiko.
“Seminar ini merupakan bentuk kepedulian kami terhadap para pelajar. Kami berharap kegiatan ini tidak hanya menambah pengetahuan, tetapi juga menumbuhkan kesadaran untuk menjaga diri, lingkungan pergaulan, dan masa depan dari ancaman penyalahgunaan narkoba,” ujarnya.
Sementara itu, Pjs. Ketua IMC Cabang Rangkasbitung, Rio Putra Yunanto, menilai pencegahan penyalahgunaan narkotika tidak cukup dilakukan melalui sosialisasi sesaat. Menurutnya, edukasi perlu dilaksanakan secara berkelanjutan dengan melibatkan pelajar dan masyarakat agar kesadaran terhadap bahaya narkoba semakin kuat.
“Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen kami untuk terus mendorong pencegahan penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan terlarang di kalangan pelajar maupun masyarakat. Kami berharap edukasi seperti ini dapat dilaksanakan secara berkelanjutan, sehingga kesadaran bersama semakin kuat dan upaya pencegahan dapat berjalan lebih efektif,” tuturnya.
Ketua Coordinator Center Ikatan Mahasiswa Cilangkahan, Faqih Khoerudin, menambahkan bahwa penyalahgunaan narkotika merupakan persoalan sosial yang membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Ia menekankan pentingnya peran mahasiswa dalam membangun kesadaran publik melalui pendidikan dan kolaborasi dengan sekolah, aparat penegak hukum, serta masyarakat.
Menurut Faqih, tantangan di era digital juga menuntut pelajar memiliki kemampuan berpikir kritis dan literasi digital agar tidak mudah terpengaruh informasi maupun lingkungan yang mendorong perilaku berisiko.
“Bagi kami, kegiatan ini bukan sekadar seminar seremonial, melainkan bagian dari tanggung jawab sosial mahasiswa dalam melindungi masa depan generasi muda. Kami melihat bahwa penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan terlarang membutuhkan perhatian serius serta kerja sama yang nyata dari seluruh elemen masyarakat. IMC berkomitmen untuk terus menghadirkan edukasi dan membangun kesadaran di kalangan pelajar maupun masyarakat agar mereka mampu memahami risikonya, bersikap kritis terhadap pengaruh lingkungan, dan berani menolak penyalahgunaan zat terlarang. Narkotika bukan hanya persoalan individu, tetapi juga persoalan bersama yang membutuhkan pencegahan secara kolektif dan berkelanjutan,” tegas Faqih Khoerudin.
Dukungan terhadap kegiatan tersebut disampaikan Wakil Kepala SMAN 2 Malingping, Aep, S.Pd., M.Si. Ia mengapresiasi kolaborasi IMC dan Polres Lebak dalam memberikan edukasi antinarkoba kepada peserta didik.
“Kami menyambut baik dan mendukung kegiatan seminar edukatif ini. Edukasi mengenai bahaya narkotika sangat penting untuk membekali peserta didik dengan pengetahuan dan kesadaran dalam menjaga diri serta menentukan arah masa depannya. Kami berharap kolaborasi seperti ini dapat terus berlanjut sebagai bagian dari upaya bersama dalam mempersiapkan generasi yang sehat, berkarakter, dan bertanggung jawab,” ungkapnya.
Seminar tersebut diharapkan menjadi bagian dari upaya memperkuat pencegahan penyalahgunaan narkotika di kalangan pelajar. Namun, keberlanjutan program tetap menjadi tantangan agar edukasi tidak berhenti pada kegiatan seremonial, melainkan berlanjut melalui kerja sama antara sekolah, mahasiswa, kepolisian, keluarga, dan masyarakat.
Bagi IMC, keterlibatan berbagai unsur itu menjadi penting untuk membangun lingkungan yang mendukung perilaku sehat sekaligus membekali generasi muda agar mampu menghadapi pengaruh negatif di tengah perkembangan zaman.
Advertisement
