Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » Menu MBG Ditolak Sekolah di Lebak, Dugaan Roti Kedaluwarsa hingga Jatah Makanan Kering Jadi Sorotan

Menu MBG Ditolak Sekolah di Lebak, Dugaan Roti Kedaluwarsa hingga Jatah Makanan Kering Jadi Sorotan

Banten Kamis, 5 Maret 2026 20:49 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram
Program MBG juga muncul di wilayah lain di Kabupaten Lebak. Dapur MBG yang dikelola Yayasan Darul Qur’an Mulia diduga menyalurkan menu MBG dalam bentuk makanan kering kepada para siswa di SDN Cijengkol, Kecamatan Cilograng, pada Kamis (5/3/2026).

Advertisement

GazanaPublika.com,   Lebak — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Lebak kembali menjadi sorotan setelah SMPN 1 Wanasalam menolak dan mengembalikan menu MBG dari SPPG Wanasalam 1 karena dinilai tidak memenuhi syarat kelayakan, sementara di tempat lain dapur MBG yang dikelola Yayasan Darul Qur’an Mulia diduga menyalurkan menu dalam bentuk makanan kering kepada para siswa mulai tingkat PAUD hingga sekolah di SDN Cijengkol, Kecamatan Cilograng, pada Kamis (5/3/2026).

Penolakan SMP 1 Wanasalam tersebut dilakukan sebagai bentuk kehati-hatian pihak sekolah terhadap kesehatan para pelajar. Menu MBG yang dikirim pada Rabu (5/3/2026) tidak dibagikan kepada siswa dan langsung dikembalikan kepada penyedia.

Advertisement

“Alasan kami menolak dan akan mengembalikan MBG untuk hari ini karena salah satunya roti yang tidak layak. Dari segi packing kami curiga roti yang dibagikan itu roti yang sudah kadaluwarsa karena tidak ada label kadaluwarsanya,” ujar seorang guru di SMPN 1 Wanasalam yang meminta identitasnya tidak disebutkan, Rabu (5/3/2026).

Menurutnya, sebelumnya pihak sekolah juga menemukan roti yang masa kedaluwarsanya telah lewat namun tetap dibagikan kepada siswa.

“Kemarin juga ada roti masa kadaluwarsanya tanggal 2 tapi dibagikan tanggal 3 dan seterusnya begitu. Baru sekarang kami komplen dan dibalikan, apalagi label kadaluwarsanya hilang. Kami curiga roti untuk hari ini juga sudah kadaluwarsa karena tidak ada label ekspire nya, dan alasan mereka habis label,” terangnya.

BACA JUGA:  HUT ke-8 PT Dwi Beton: Berbagi Kebahagiaan Lewat Santunan Yatim, Sembako, Umroh Gratis, hingga Program Bedah Rumah

Ia juga menyoroti kondisi kemasan roti yang dinilai tidak standar. Plastik pembungkus disebut dipres menggunakan api, bukan menggunakan alat pengepres seperti pada umumnya.

“Kami menduga pengepresan plastik pembungkus roti bukan dipres seperti biasanya melainkan menggunakan bakar api,” katanya.

Pihak sekolah menegaskan keputusan menolak menu MBG dilakukan semata-mata demi melindungi kesehatan para siswa.

“Penolakan tentunya demi kesehatan siswa kami, dengan itu kami menolak dan mengembalikan menu MBG hari ini karena sudah ada komplen dari kemarin. Hari ini anak-anak sudah pulang tanpa membawa MBG,” ungkapnya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala SPPG Wanasalam 1, Juliana Batubara, memberikan klarifikasi. Ia membantah bahwa roti yang dikirim kepada sekolah telah kedaluwarsa.

“Kami jelaskan, terkait roti kadaluwarsa yang dikatakan pihak sekolah itu tidak benar, hanya ada kesalahan penulisan di label saja, itu kan roti dari UMKM. Dan kami sudah gantikan labelnya,” jelas Juliana.

Menu MBG Kering di Cilograng Dipertanyakan

Sorotan terhadap program MBG juga muncul di wilayah lain di Kabupaten Lebak. Dapur MBG yang dikelola Yayasan Darul Qur’an Mulia diduga menyalurkan menu MBG dalam bentuk makanan kering kepada para siswa di SDN Cijengkol, Kecamatan Cilograng, pada Kamis (5/3/2026).

Berdasarkan informasi yang dihimpun, menu yang dibagikan kepada siswa PAUD terdiri dari satu buah jeruk, tahu goreng, dan bolu kukus. Sementara untuk porsi yang lebih besar, menu yang diberikan berupa keripik mantang ungu, bolu kukus, serta tahu goreng.

BACA JUGA:  Anton Gebang: Kejati Banten Dinilai Abaikan Disposisi Kejagung Terkait Dugaan Korupsi Pembebasan Lahan Rp30 Miliar di Kota Tangerang

Sejumlah orang tua siswa dan pihak sekolah mempertanyakan kesesuaian menu tersebut dengan nilai anggaran program MBG yang disebut-sebut sekitar Rp10.000 per porsi.

Saat dikonfirmasi, pihak akuntan dan ahli gizi dapur MBG Yayasan Darul Qur’an Mulia mengakui nilai menu yang dibagikan pada hari tersebut memang masih di bawah ketentuan.

“Kami akui untuk nilai menu hari ini memang masih kurang, namun kekurangannya akan kami rapel pada penyaluran besok,” ujar pihak akuntan dan ahli gizi dapur MBG Yayasan Darul Qur’an Mulia.

Masyarakat berharap program MBG dapat dijalankan secara transparan dan sesuai dengan standar gizi serta anggaran yang telah ditetapkan, sehingga tujuan program untuk meningkatkan asupan gizi bagi para siswa benar-benar tercapai.

Para orang tua siswa juga meminta penjelasan terbuka dari pihak penyelenggara mengenai komposisi menu, nilai anggaran, serta standar gizi yang menjadi acuan dalam penyaluran makanan kepada para pelajar.

Selain itu, mereka berharap pengawasan dari pihak terkait diperketat agar program MBG dapat berjalan sesuai tujuan dan memberikan manfaat maksimal bagi para penerima manfaat. ***

Advertisement

Gazana Publika

Redaksi

Advertisement

BERITA LAINNYA

Banten

Aksi Gerakan 9 di Malingping Diwarnai Bentrokan, Mahasiswa Desak Pemeriksaan Proyek Jalan Cikeusik–Simpang Cijaku

Banten

Gelar Giat Cacahan Warga Banten, Forwatu Berkomitmen Menjaga Kondusivitas dan Tetap Kritis

Banten

Peduli Warga Terdampak Kekeringan, Polda Banten Distribusikan 6.500 Liter Air Bersih di Tigaraksa

Banten

TTKKBI Cilegon Open Fest 2026 Meriah, Puluhan Perguruan Tampilkan Seni Pencak Silat Tingkat Nasional

BERITA TERBARU

Aksi Gerakan 9 di Malingping Diwarnai Bentrokan, Mahasiswa Desak Pemeriksaan Proyek Jalan Cikeusik–Simpang Cijaku

Gelar Giat Cacahan Warga Banten, Forwatu Berkomitmen Menjaga Kondusivitas dan Tetap Kritis

Peduli Warga Terdampak Kekeringan, Polda Banten Distribusikan 6.500 Liter Air Bersih di Tigaraksa

TTKKBI Cilegon Open Fest 2026 Meriah, Puluhan Perguruan Tampilkan Seni Pencak Silat Tingkat Nasional

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

Pendalaman Literasi Digital Student Care Wilayah Papua

OPM/KKB: Menjadikan Warga Sipil sebagai Objek Teror dan Brutal Adalah Kejahatan Kemanusiaan

Wakil Kepala Desa, Perlukah?

RAGAM

Masih Ada Ikan Purba di Laut Indonesia

Struktur Hari dan Bulan Kalender Maya: Rahasia Siklus Angka 13, 20 Hari, dan 18 Bulan

Menyelami Konsep Dasar Kalender Maya

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini

| Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks |

© 2026 Gazana Publika - Medianya Aktifis Terpercaya

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.