Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » Coaching Clinic Keselamatan Pendakian di Serang, Upaya Menekan Risiko dan Menumbuhkan Kesadaran Lingkungan Pelajar

Coaching Clinic Keselamatan Pendakian di Serang, Upaya Menekan Risiko dan Menumbuhkan Kesadaran Lingkungan Pelajar

Banten Sabtu, 18 April 2026 17:43 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram

Advertisement

GazanaPublika.com, Serang — Suasana aula SMKN 1 Kota Serang pagi itu terasa berbeda. Puluhan pelajar dari berbagai sekolah tampak serius menyimak materi, sebagian lain mencatat, sementara beberapa sesekali mengangguk ketika narasumber menyinggung pengalaman nyata di lapangan. Di ruang itu, pembicaraan bukan sekadar soal hobi mendaki, melainkan tentang keselamatan, risiko, dan tanggung jawab terhadap alam.

Kegiatan Coaching Clinic Keselamatan Pendakian dan Manajemen Risiko sukses diselenggarakan sebagai bagian dari program Green Safety Initiative yang digagas oleh Asosiasi Olahraga Pendakian Gunung Indonesia Regional Banten. Program ini dirancang sebagai langkah terpadu yang mengintegrasikan empat aspek kurikulum AOPGI, dengan tujuan mengampanyekan kesadaran lingkungan sekaligus meningkatkan keselamatan dalam aktivitas pendakian, khususnya di kalangan generasi muda.

Advertisement

Sebanyak 29 sekolah tingkat SMA dan SMK dari Kabupaten Serang dan Kota Serang ambil bagian dalam kegiatan ini. Tingginya partisipasi menjadi sinyal bahwa edukasi terkait keselamatan pendakian dan pelestarian lingkungan mulai mendapat perhatian serius dari kalangan pelajar.

Kegiatan ini dibuka melalui sambutan Koordinator Umum, Daden Hilmansah, serta Ketua AOPGI Kabupaten Serang, Mukti Ali. Dalam penyampaiannya, Mukti Ali menyoroti tren meningkatnya kecelakaan di gunung dalam beberapa tahun terakhir.

BACA JUGA:  Pengurus IMC Gelar Konsolidasi Akbar: Tegas Tolak Kepentingan Pihak Tertentu Pasca MUSTI XI

Ia berharap kegiatan ini tidak berhenti sebagai seremoni edukatif semata, melainkan menjadi solusi konkret dalam menekan risiko kecelakaan, terutama bagi pelajar dan pendaki pemula yang mulai aktif menjelajahi alam bebas.

Sementara itu, Ketua Umum AOPGI Banten, Deni Ahmad Fanani, yang dihubungi melalui sambungan telepon, menjelaskan bahwa program ini telah mendapatkan rekomendasi dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten untuk diterapkan di seluruh SMA dan SMK se-Provinsi Banten. Ia menambahkan bahwa pelaksanaan di SMKN 1 Kota Serang merupakan gelombang ketiga sejak program ini dimulai pada awal Januari 2026.

“Program ini adalah bagian dari upaya preventif untuk menekan angka kecelakaan sekaligus meminimalkan kerusakan lingkungan akibat aktivitas pendakian,” ujarnya, Serang, pada Sabtu (18/4/2026).

Dalam pelaksanaannya, coaching clinic menghadirkan sejumlah pemateri berpengalaman. Bang Rio membuka sesi dengan materi tentang etika pendakian dan manajemen risiko, diikuti oleh Pijar yang membahas Medical First Responder (MFR) dan Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD), khususnya dalam konteks kondisi darurat di gunung dan hutan.

BACA JUGA:  Bupati Serang Ratu Zakiyah Apresiasi Karya Komunitas Musik Jalanan: Bukti Pembangunan Bisa Disuarakan Lewat Seni

Materi berikutnya disampaikan oleh Fauzan Azqia, perwakilan dari Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan Banten sekaligus Ketua Harian AOPGI Banten, yang mengulas teknik pertolongan di ketinggian—sebuah keahlian yang kerap menjadi penentu antara keselamatan dan risiko fatal dalam situasi darurat.

Kegiatan ini juga mendapat dukungan dari Sub Koordinator AOPGI Kabupaten Serang, Cucuf Supriatna, yang turut memastikan kelancaran jalannya acara.

Lebih dari sekadar pelatihan, kegiatan ini menjadi ruang refleksi bahwa aktivitas mendaki bukan hanya tentang mencapai puncak. Ada tanggung jawab yang menyertainya—terhadap keselamatan diri, tim, dan kelestarian alam.

Melalui pendekatan edukatif dan partisipatif, AOPGI Banten berharap kesadaran itu bisa tumbuh sejak dini. Sebab pada akhirnya, menjaga keselamatan dan merawat lingkungan bukanlah pilihan, melainkan keharusan yang tak terpisahkan dari setiap langkah di alam bebas.

Advertisement

Gazana Publika

Redaksi

BERITA LAINNYA

Banten

Polda Banten Bersama Mahasiswa UNTIRTA Edukasi Pelajar Cegah Kekerasan dan Kejahatan Siber terhadap Anak Perempuan

Banten

Gerakan Sembilan Desak Pemkab Lebak Tutup Batching Plant PT BCL dan PT Alin

Banten

Lari dari Proses Hukum, Kakak Ipar Pemerkosa Adik di Binuang Serang Jadi Buronan Polisi

Banten

Dua Polisi Gadungan di Malingping Culik dan Siksa Warga, Uang Jutaan Rupiah Turut Dirampas

BERITA TERBARU

Bupati Klaten Terjaring OTT KPK, PDIP Tegaskan Sanksi Partai Menanti

Polda Banten Bersama Mahasiswa UNTIRTA Edukasi Pelajar Cegah Kekerasan dan Kejahatan Siber terhadap Anak Perempuan

Polisi Bongkar Kasus Pengantin Pesanan WNA China, Siswi SMK Asal Tasikmalaya Ditemukan di PIK 2

Perang Yaman: Arab Saudi di Persimpangan Strategi

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

Perang Yaman: Arab Saudi di Persimpangan Strategi

MK, PTUN, dan Persoalan Ijazah: Sampai di Mana Batas Kewenangan Hakim

Pendalaman Literasi Digital Student Care Wilayah Papua

RAGAM

Di Bumi Barat, Ternyata Vampir Tak Pernah Mati

Masih Ada Ikan Purba di Laut Indonesia

Struktur Hari dan Bulan Kalender Maya: Rahasia Siklus Angka 13, 20 Hari, dan 18 Bulan

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini

| Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks |

© 2026 Gazana Publika - Medianya Aktifis Terpercaya

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Go to mobile version