Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » Himakom UNMA Gelar Diskusi Publik Masalah Pro Kontra MBG

Himakom UNMA Gelar Diskusi Publik Masalah Pro Kontra MBG

Banten Rabu, 17 Juni 2026 18:59 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram
Tampak Diskusi Mahasiswa Himakom UNMA Banten, terkait masalah fenomena pro-kontra Program MBG,

GazanaPublika.com, Pandeglang – Himpunan Mahasiswa Ilmu Komunikasi (Himakom), FISIP Universitas Mathlaul Anwar (UNMA) Banten menggelar diskusi publik soal ‘Keberlanjutan Program makan bergizi gratis (MBG) Terkait Manfaat dan Resiko pada Sosial Ekonomi dan Politik Nasional’, Rabu (17/6/2026).

Ketua Pelaksana Kegiatan, Siti Fadillah mengatakan kegiatan tersebut dikemas sebagai bahan untuk pemahaman mahasiswa terkait adanya manfaat program tersebut, yang justru lebih ke ambisi narsis, namun banyak memunculkan kegelisahan yang terjadi pada masyarakat.

“Kita tahu, program bagus ini justru terlihat narsis di tingkat pusat. Di level bawah terutama pengelola dapur, banyak memanfaatkan untuk ajang mencari keuntungan, termasuk supplier yang mengejar untung besar. Sementara dilain sisi, banyak kejanggalan dalam sajian menu yang kurang mumpuni sesuai harapan,” katanya.

BACA JUGA:  THR PPPK Diprotes, Pegawai Pemprov Banten Soroti Ketimpangan Kesejahteraan

Tambah Siti Fadillah lagi, apalagi program itu kurang menyerap UMKM lokal, sehingga tak ada perputaran uang di daerah,

“Kita banyak saksikan UMKM dan petani lokal kembang kempis, barangnya sulit dijual. Di tambah situasi BBM naik. Produk kebutuhan banyak hilang dipasaran, sehingga inflasi di daerah mulai terasa. Dan saya rasa ekonomi bangsa kita saat ini sedang tidak baik-baik saja, ini masalahnya,” tegas mahasiswi Semester VI tersebut.

Pembicara dari Pakar Komunikasi Sosial, Agus Deni, menjelaskan tentang sistem dan manajerial pelaksanaan MBG sebaiknya ditinjau ulang atau dialih fungsikan penanganannya oleh pihak sekolah,

“Hal ini agar tidak terlalu banyak pembengkakan biaya, dan efisiensi penyaluran kepada penerima manfaat, dan di sini saya menilai, pihak dari komite sekolah lebih bagus diberdayakan, karena mereka lebih faham soal siswa tersebut, daripada ditangani oleh dapur-dapur yang justru boros anggaran dan kadang sajian menu pun dipaksakan,” terangnya.
Pembicara yang lain, Rudi Hartono mengatakan, anggaran MBG lebih banyak menyedot dari anggaran pendidikan, sehingga bisa dipastikan geliat pendidikan kita bisa terhambat.

BACA JUGA:  Kapolda Banten Sampaikan Duka Cita atas Wafatnya Sekjen PWI Pusat Zulmansyah Sekedang

“Bayangkan, sesuai data lebih dari 67 persen dana MBG disedot dari anggaran pendidikan. Ini akan menjadi masalah besar dalam perjalanan bangsa ini. Walaupun peruntukan MBG itu buat anak sekolah, tetapi kadang kita salah kaprah, padahal ada amanat UUD 45 yang terkebiri, yaitu dana pendidikan 20 persen dikuras, ini fakta pelanggaran konstitusi nyata.”katanya. (Yank)

Gazana Publika

Redaksi

BERITA LAINNYA

Banten

Geger! Lansia Ditemukan Tewas Mengenaskan Terikat Kawat di Taman Daan Mogot Tangerang

Banten

Semarak Piala Dunia 2026, Polda Banten dan Jajaran Gelar Nobar Bersama Masyarakat

Banten

Kejati Banten Nyatakan Status Hukum Situ Ranca Gede Jakung Belum Ada Putusan Siapa Pemilik Yang Sah

Banten

Akselerasi Sinergi, IMC Rangkasbitung dan IMC UNMA Gelar Seminar Edukatif Bersih Narkoba di SMKN 1 Malingping

BERITA TERBARU

Geger! Lansia Ditemukan Tewas Mengenaskan Terikat Kawat di Taman Daan Mogot Tangerang

Redakan Ketegangan Global, AS dan Iran Resmi Teken MOU Damai: Ini 14 Poin Lengkapnya

MBG Effect: Dilema Kebijakan Politik-Ekonomi dan Solusi Transisi Berkeadilan

MBG Janji Politik, Tidak Bisa Ditutup

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

MBG Effect: Dilema Kebijakan Politik-Ekonomi dan Solusi Transisi Berkeadilan

Menyingkap Rahasia di Balik Bakat: Bagaimana DNA Merancang Keahlian Manusia

Harga BBM Non-Subsidi Akhirnya Naik, Alarm Bagi Rakyat

RAGAM

Narasi Tandingan: Apakah Bintang Sebagaimana Matahari?

AI Bukan Tuhan: Menelanjangi Ilusi Mahatahu di Balik Kecerdasan Buatan

Eksotis, Alami dan Memikat: Rahasia Surga Ekowisata Banten yang Jarang Orang Tahu

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini
© 2026 Gazana Publika | Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.