Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » Momentum Peringatan Muharam TTKKBI, Wakil RW Taman Banjar Agung Indah Bangga

Momentum Peringatan Muharam TTKKBI, Wakil RW Taman Banjar Agung Indah Bangga

Banten Minggu, 21 Juni 2026 21:35 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram

Advertisement

GazanaPublika.com, Serang — Komitmen pelestarian budaya berbalut aksi sosial ditunjukkan oleh Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) I Tjimande Tari Kolot Karuhun Banten Indonesia (TTKKBI) Provinsi Banten. Organisasi ini sukses menggelar peringatan bulan Muharam guna menyambut Tahun Baru Islam di Markas DPW I TTKKBI Banten, Perumahan Taman Banjar Agung Indah, Kelurahan Banjar Agung, Serang, pada Sabtu malam (20/6/2026).

Memasuki tahun kedua pelaksanaannya, agenda ini dirancang secara inklusif dengan melibatkan warga lokal serta menyalurkan santunan bagi anak-anak yatim setempat.

Advertisement

Sejumlah figur penting tampak hadir memadati lokasi, di antaranya Ketua RT Sarmani dan Ketua RW H. Asep Rohmat. Kemeriahan acara juga didukung penuh oleh kehadiran Ketua Umum H. Tb. Arif Hidayat, Ketua DPW I Jambi Hendrik, Ketua DPW I Jawa Barat Erin Rahmat, serta delegasi pengurus dari DPC Cipocok, Kasemen, dan Serang.

Tidak sekadar seremonial, perayaan malam itu menyuguhkan panggung seni tradisi yang memikat lewat ketukan gembrungan, keindahan jaipongan, hingga pementasan ubrug—seni teater tradisional khas Banten yang eksistensinya kini kian terancam punah di gerus zaman. Acara dibuka dengan penampilan Silat Bandrong ditampilkan Ketua RT Sarmani.

Apresiasi dari Pengurus Warga

Inisiatif nyata dari TTKKBI ini memicu keharuan sekaligus rasa bangga dari pihak pengurus lingkungan. Wakil Ketua RW, Dedi Nurkholis, menyampaikan apresiasi mendalam dan berharap ruang silaturahmi yang harmonis ini dapat terus terjaga di masa depan.

“Saya sangat bangga terhadap TTKKBI dan saya orang yang sangat mendukung pada aktifitasnya karena begitu peduli terhadap warga. Keberadaan TTKKBI memberikan nuansa yang harmonis bagi kami semua, diinamis dan merekatkan tali silaturahmi sesama warga,” ujar Dedi dengan semangat.

BACA JUGA:  Peringati Hari Lahir Pancasila, Polda Banten Gelar Upacara dan Serukan Persatuan

Muharam dan Laku Spiritual Kebatinan Pesilat

Di tempat yang sama, Ketua DPW I Banten, H. Hudi Nurhudiyat, mengupas tuntas keterkaitan filosofis antara bulan Muharam, dunia persilatan, dan akar kebudayaan lokal. Bagi seorang pesilat, Muharam bukan sekadar pergantian kalender, melainkan ruang refleksi spiritual yang sangat sakral.

“Ya betul, Muharam dan budaya sangat berkaitan erat. Bagi pesilat, bulan ini ditunggu-tunggu sebagai momentum untuk melaksanakan ritual kebatinan, dan setelah muharam berlanjut sampai ke safar dan maulud nabi (rabiul awal) ” ungkap Hudi Nurhudiyat.

Pria yang karib disapa Ki Banjar Agung ini menjabarkan bahwa rangkaian ritual tiga bulan berturut-turut—sejak Muharam, Safar, hingga Rabiul Awal (Maulud)—secara historis mengakar pada amalan penganut Tarekat Rifaiyah dalam menjaga benteng keilmuan batin.

“Ritual ini memang terkait dengaj Syekh Ahmad Kabir Rifai, pendiri tarekat tersebut. Biasanya puasa masing-masing seminggu pada bulan Muharam, Safar dan Maulud,” jelasnya.

Menanggapi keberhasilan acara, Sekretaris Wilayah (Sekwil) DPW I Provinsi Banten, Mukri Aetami, mengaku sangat puas dengan dedikasi dan kinerja tim pengurus. Namun, Mukri juga menitipkan pesan penting bagi para pelaku budaya untuk senantiasa menempatkan moralitas dan aturan adab di atas segalanya, selaras dengan falsafah talek Silat Tjimande.

“Itulah kira-kira ya. Jadi sebagai seorang muslim, agama kita Islam harus bersemboyan pada: ‘Islam menjadi pegangan dan adab menjadi kebanggaan’. Itu saja bagi saya,” tegasnya.

BACA JUGA:  Momentum Idul Adha 1447 H. 144 Hewan Kurban Polda Banten Disalurkan untuk Masyarakat

Rangkaian Milad ke-829 Syekh Abu Hasan Asy-Syadzili

Satu malam sebelum perayaan Muharam, tepatnya pada Jumat malam (19/6/2026), Hudi Nurhudiyat selaku pengasuh Jam’iyah Thoriqoh Asy-Syadziliyah Al Ma’arijul Wathon menghelat upacara keagamaan khidmat di tempat yang sama. Agenda tersebut merupakan peringatan Milad Syekh Abu Hasan Asy-Syadzili yang ke-829 tahun sekaligus Milad Padepokan Geger Banyu ke-32.

Hudi menerangkan alasannya memilih konsep ‘Milad’ (hari kelahiran) dibanding ‘Haul’ (hari wafat) untuk mengenang sosok wali quthub tersebut, karena baginya esensi Milad membawa kedalaman penghayatan yang berbeda.

“Kami tetap menghargai bagi yang memperingati Haul. Sebab haul atau pengingatah hari wafat biasanya diperuntukan bagi para syuhada, bagi para pahlawan. Sebab kematian mereka mulia dan karena gugur di medan perang. Sedangkan Milad penggagasnya Salahudin Al Ayubi, mengikutinya ketika ia memggagas acara perayaan maulud nabi Muhammad SAW,” urai Hudi.

Ia juga menambahkan kilas balik sejarah mengenai diskusi di kalangan ulama terdahulu terkait peringatan kelahiran Nabi Muhammad SAW, mengingat bulan kelahiran dan wafatnya Rasulullah berada pada waktu yang sama.

“Tetapi akhirnya Maulid dilakukan juga karena pelaksanaannya berbeda dengan hari wafatnya Rasulullah,” tukasnya.

Bagi Hudi, merayakan milad Syekh Abu Hasan Asy-Syadzili menjadi hal yang utama karena komitmen panjangnya dalam membina ilmu tarekat ini kepada para salik. Momentum ini pun didedikasikan penuh sebagai sarana merawat ingatan sejarah serta ekspresi *mahabbah* (rasa cinta) dari para penempuh jalan spiritual Tarekat Syadziliyah. (Red).

Advertisement

Gazana Publika

Redaksi

BERITA LAINNYA

Banten

Hari Pramuka ke-65, Kapolda Banten Tekankan Pentingnya Karakter dan Kemandirian Generasi Muda

Banten

Polda Banten Salurkan 1.000 Sembako dan 500 Tas dalam Bakti Sosial di Bayah

Banten

Resmi Dilaporkan: Kantor DPRKP Banten Diduga Dialihfungsikan Jadi ‘Gudang Stempel’ Perusahaan Swasta

Banten

Perkuat Persaudaraan, Bupati Serang Ratu Zakiyah Ramaikan Perlombaan HUT ke 81 RI

BERITA TERBARU

Hari Pramuka ke-65, Kapolda Banten Tekankan Pentingnya Karakter dan Kemandirian Generasi Muda

Spider-Man: Brand New Day. Terlaris 2026

Hidup Tenang, Tidak Berlebihan: Kembali ke Kesederhanaan yang Menentramkan

Masih Ada Ikan Purba di Laut Indonesia

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

Pendalaman Literasi Digital Student Care Wilayah Papua

OPM/KKB: Menjadikan Warga Sipil sebagai Objek Teror dan Brutal Adalah Kejahatan Kemanusiaan

Wakil Kepala Desa, Perlukah?

RAGAM

Masih Ada Ikan Purba di Laut Indonesia

Struktur Hari dan Bulan Kalender Maya: Rahasia Siklus Angka 13, 20 Hari, dan 18 Bulan

Menyelami Konsep Dasar Kalender Maya

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini

| Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks |

© 2026 Gazana Publika - Medianya Aktifis Terpercaya

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.