GazanaPublika.com, Lebak —Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMK KOPTI yang berlokasi di Yayasan Kopti, Kadugaweri, Kecamatan Malingping dengan kegiatan pembekalan intensif bagi para peserta didik baru tingkat SMP dan SMK. Langkah ini diambil pihak sekolah sebagai upaya nyata untuk membentuk karakter, memperkuat nilai moral, serta meningkatkan kesadaran siswa terhadap berbagai tantangan sosial dan kenakalan remaja yang kian marak.

Dalam kegiatan yang berlangsung interaktif tersebut, pihak panitia menghadirkan narasumber M. Febi Pirmansyah. Ia memaparkan materi krusial mengenai bahaya penyalahgunaan psikotropika Golongan G serta mengulas berbagai bentuk penyimpangan perilaku lainnya seperti LGBT yang kerap mengintai usia remaja, seperti aksi kekerasan antarpelajar atau gangster dan perundungan (bullying).

M. Febi Pirmansyah mengajak seluruh peserta didik untuk tidak berhenti pada kegiatan pembekalan semata, melainkan turut mengestafetkan pengetahuan yang telah diperoleh kepada keluarga, kerabat, dan saudara. Langkah edukasi berantai ini diharapkan mampu memperluas pemahaman masyarakat akan bahaya penyalahgunaan narkotika dan pentingnya menjaga lingkungan yang sehat.

Lebih lanjut, ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menyatakan perang terhadap penyalahgunaan narkotika dan psikotropika Golongan G. Di samping itu, dalam pemaparannya Febi mengajak peserta untuk menyatakan penolakan terhadap normalisasi LGBT dalam berbagai bentuk sebagai bagian dari pandangan moral yang disampaikannya.

Sementara itu, Ketua pelaksana kegiatan sekaligus Pembina OSIS, Bili, menegaskan bahwa pembekalan ini bertujuan untuk memberikan edukasi sejak dini agar siswa mampu memahami berbagai risiko yang dapat mengancam masa depan mereka.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin memitigasi berbagai potensi penyimpangan perilaku di lingkungan sekolah serta membekali siswa dengan pengetahuan yang dapat menjadi bekal dalam mengambil keputusan yang bijak. Harapannya, para peserta didik dapat tumbuh menjadi generasi yang berkarakter, disiplin, dan mampu menjauhi perilaku negatif,” ujar Bili,  Lebak (14/7/2026).

Rangkaian program ini ditutup dengan harapan besar dari pihak sekolah agar para siswa baru dapat menumbuhkan kesadaran penuh untuk menjauhi narkoba, menghindari perundungan, serta aktif membangun atmosfer belajar yang aman, nyaman, dan saling menghargai. Melalui MPLS ini, SMK KOPTI menegaskan komitmennya dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang seimbang antara prestasi akademik dan penguatan karakter moral siswa.

Redaksi

Exit mobile version