Advertisement
GazanaPublika.com, Tangsel – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengintensifkan pemantauan terhadap kondisi muka air laut serta aktivitas tektonik di sekitar Gunung Anak Krakatau, Selat Sunda. Langkah ini diambil menyusul laporan dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) yang menetapkan aktivitas gunung api tersebut berada pada Level III atau Siaga.
Seperti dikutip dari siaran pers Balai Besar Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika Wilayah II pada Kamis (9/7/2026), peningkatan aktivitas vulkanik ini memerlukan perhatian bersama terkait potensi bahaya ikutan. Selain ancaman primer seperti guguran awan panas, lava, lontaran batu, dan abu vulkanik, masyarakat juga diminta mewaspadai risiko tsunami non-tektonik yang dipicu oleh longsoran material batuan atau lahar ke dalam laut, sebagaimana bencana yang pernah melanda Selat Sunda pada tahun 2018 silam.
Advertisement
Kepala Balai Besar MKG Wilayah II, Dr. Hartanto, menyampaikan bahwa pemantauan saat ini difokuskan pada perubahan tingkat permukaan air laut dan indikasi pergerakan massa batuan. Kendati demikian, hingga saat ini pihak BMKG menegaskan belum mendeteksi adanya aktivitas tsunami maupun perubahan muka air laut yang mengindikasikan ancaman tersebut.
Berdasarkan pemantauan teknis di lapangan, asap kawah bertekanan lemah hingga sedang saat ini teramati berwarna putih dan kelabu dengan intensitas tipis hingga tebal, serta memiliki ketinggian berkisar antara 10 hingga 150 meter di atas puncak kawah. Karena aktivitas erupsi ini diprediksi dapat berlangsung berulang dalam periode yang relatif panjang, BMKG bersama PVMBG berkomitmen untuk terus melakukan pengawasan berkelanjutan di wilayah laut dan gunung tersebut.
Guna menjaga keselamatan bersama, BMKG mengeluarkan empat poin imbauan strategis kepada masyarakat. Pertama, warga diminta untuk tetap tenang, tidak panik, serta tidak mudah memercayai isu-isu mengenai erupsi Gunung Anak Krakatau yang kebenarannya belum terverifikasi.
Kedua, masyarakat wajib memastikan bahwa seluruh informasi yang diterima hanya bersumber dari kanal komunikasi resmi dan terverifikasi milik BMKG, PVMBG, atau instansi berwenang terkait. Ketiga, para wisatawan, nelayan, dan masyarakat umum dilarang keras melakukan aktivitas apa pun dalam radius aman 3 kilometer dari pusat aktivitas Gunung Anak Krakatau.
Terakhir, BMKG mengimbau seluruh masyarakat yang berada di wilayah pesisir Selat Sunda untuk memahami kembali jalur, tempat evakuasi, serta prosedur kesiapsiagaan darurat. Pemahaman ini penting agar warga dapat segera mengambil tindakan menyelamatkan diri secara cepat dan tepat jika sewaktu-waktu pemerintah daerah menerbitkan peringatan evakuasi resmi.
Advertisement
