Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » Petani Penggarap Lahan Gelisah Terancam Eksekusi Alat Berat PT MII

Petani Penggarap Lahan Gelisah Terancam Eksekusi Alat Berat PT MII

Banten Kamis, 5 September 2024 5:20 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram
Tampak lahan garapan warga yang menjadi objek sengketa dengan PT MII di Desa Sukatani, Kecamatan Wanasalam, Rabu (4/9).

Advertisement

GazanaPublika.com, Baksel – Sengketa lahan garapan di kawasan PT MII, Wanasalam, terus berlarut-larut, memicu kecemasan di kalangan petani penggarap, Rabu (4/9/2024). Kekhawatiran semakin memuncak setelah tanaman mereka baru-baru ini diratakan oleh alat berat tanpa ada pemberitahuan sebelumnya.

Mian, salah satu warga penggarap, mengungkapkan bahwa pada September 2023, alat berat telah meratakan lahannya, menghancurkan tanaman pertaniannya. “Tiba-tiba buldoser langsung meratakan tanah dan tanaman tanpa ada pemberitahuan. Itu sama saja seperti menghina kami,” keluh Mian.

Advertisement

Aswiyah, warga lainnya, turut merasakan kepedihan ketika lahannya dihancurkan oleh alat berat jenis ekskavator, yang menurut mereka, pihak PT MII mengklaim sebagai pemilik sah lahan tersebut. “Buldoser datang begitu saja, tanpa pemberitahuan. Saya langsung bergegas menyelamatkan beberapa tanaman. Rasanya campur aduk, antara marah dan sedih,” ungkapnya dengan emosi.

Menurut Aswiyah, rumah biliknya sempat dikabarkan akan diratakan juga, namun berkat mediasi Ketua RT, rencana itu batal dilaksanakan. “Saya dengar rumah bilik ini juga akan dihancurkan, tapi saya tidak mau pergi. Biarlah saya tetap di rumah, pasti ada yang akan berempati kepada kami,” tambah Aswiyah, yang juga diamini oleh Mian.

BACA JUGA:  Polda Banten Musnahkan 73,2 Kg Sabu, 6,3 Kg Ganja dan 25 Cartridge Vape Berisi Etomidate, Selamatkan 332 Ribu Jiwa

Aswiyah dan Mian kemudian menunjukkan kepada wartawan sebuah dokumen yang mereka pegang sebagai bukti, yaitu Surat Keterangan Penerbitan Tanah seluas 1 hektare yang diberikan kepada orang tua Mian, Mimi, pada tanggal 15 Juli 1987, dan ditandatangani oleh Kepala Desa Sukatani dengan stempel resmi.

Puluhan petani penggarap lainnya juga merasa terancam dengan kemungkinan penggusuran lanjutan, meskipun mereka telah menggarap lahan tersebut secara turun-temurun sejak tahun 1970.

Pada akhir tahun 2023, PT MII mengklaim bahwa lahan seluas 119 hektare di Desa Sukatani adalah milik mereka berdasarkan hak garap yang mereka miliki. Berdasarkan klaim ini, PT MII menurunkan alat berat untuk meratakan lahan dan mendirikan empat vila di lokasi tersebut.

Salah satu Direksi PT MII, Imam, menegaskan bahwa perusahaan memiliki dasar hukum yang kuat sejak pembelian tanah pada tahun 1993-1994. “Kami memiliki bukti hukum yang sah, termasuk dokumen kepemilikan dan peralihan hak garap dari masa awal hingga sekarang. Kami merasa tanah ini sudah menjadi milik kami,” jelas Imam.

BACA JUGA:  Merdeka, Jangan Berlindung di Balik Slogan Pancasila

Sementara itu, Lomri, perwakilan kelompok masyarakat yang menamakan diri Petani Penggarap Lahan Eks PT MII, menjelaskan bahwa telah diadakan pertemuan antara warga dan PT MII terkait sengketa tersebut. “Pertemuan sudah dilakukan, dan tim kuasa hukum PT MII meminta kami untuk mengumpulkan data otentik yang dimiliki warga yang telah menggarap lahan ini sejak tahun 70-an. Proses ini masih berlangsung, dengan sekitar 57 orang terlibat, mencakup luas tanah lebih dari 50 hektare,” jelasnya.

Lomri juga meminta Pemerintah Kabupaten Lebak untuk turun tangan dalam menyelesaikan masalah ini. “Kami berharap pemerintah hadir untuk menyelesaikan sengketa ini, karena kewenangan terkait Hak Guna Bangunan (HGB) atau Hak Guna Usaha (HGU) berada di tangan pemerintah,” pungkasnya. (Red)

Advertisement

Gazana Publika

Redaksi

Advertisement

BERITA LAINNYA

Banten

Gelar Giat Cacahan Warga Banten, Forwatu Berkomitmen Menjaga Kondusivitas dan Tetap Kritis

Banten

Peduli Warga Terdampak Kekeringan, Polda Banten Distribusikan 6.500 Liter Air Bersih di Tigaraksa

Banten

TTKKBI Cilegon Open Fest 2026 Meriah, Puluhan Perguruan Tampilkan Seni Pencak Silat Tingkat Nasional

Banten

Lemkapi Berikan Penghargaan Kepada Dirreskrimsus Polda Banten Atas Dedikasi dan Komitmen Berantas Kejahatan Khusus

BERITA TERBARU

Gelar Giat Cacahan Warga Banten, Forwatu Berkomitmen Menjaga Kondusivitas dan Tetap Kritis

Peduli Warga Terdampak Kekeringan, Polda Banten Distribusikan 6.500 Liter Air Bersih di Tigaraksa

TTKKBI Cilegon Open Fest 2026 Meriah, Puluhan Perguruan Tampilkan Seni Pencak Silat Tingkat Nasional

Lemkapi Berikan Penghargaan Kepada Dirreskrimsus Polda Banten Atas Dedikasi dan Komitmen Berantas Kejahatan Khusus

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

Pendalaman Literasi Digital Student Care Wilayah Papua

OPM/KKB: Menjadikan Warga Sipil sebagai Objek Teror dan Brutal Adalah Kejahatan Kemanusiaan

Wakil Kepala Desa, Perlukah?

RAGAM

Masih Ada Ikan Purba di Laut Indonesia

Struktur Hari dan Bulan Kalender Maya: Rahasia Siklus Angka 13, 20 Hari, dan 18 Bulan

Menyelami Konsep Dasar Kalender Maya

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini

| Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks |

© 2026 Gazana Publika - Medianya Aktifis Terpercaya

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.