Advertisement
GazanaPublika.com – Pandeglang – Universitas Mathla’ul Anwar (Unma) Banten berhasil menggelar perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW dengan meriah di GSG KH Irsjad Djuwaeli, Kampus UNMA, pada Sabtu, 21 September 2024. Acara yang mengangkat tema ‘Implementasi Akhlak Rasulullah SAW dalam Kehidupan Sehari-hari’ ini berhasil menarik perhatian sekitar 500 undangan, termasuk mahasiswa dan masyarakat setempat.
Acara dibuka oleh Rektor Unma, Prof. Dr. HE Syibli Syarjaya, yang mengajak seluruh peserta untuk menghargai momen istimewa ini dengan menyanyikan Mars Mathla’ul Anwar. Dalam sambutannya, Rektor menekankan pentingnya mempererat silaturahmi antara masyarakat dan civitas akademika. “Akhlak Nabi Muhammad adalah teladan yang harus kita ikuti. Dalam Al-Qur’an, beliau adalah Uswatun Hasanah, bukan hanya sekadar ceramah, tetapi sebagai contoh yang harus diteladani,” ungkapnya.
Advertisement
Rektor juga membahas sejarah berdirinya Unma, yang berawal dari Muktamar Mathla’ul Anwar ke-13 pada Juli 1985, ketika pengurus dengan tekad kuat memutuskan untuk mendirikan perguruan tinggi. Setelah melalui berbagai tahapan dan tantangan, izin pendirian Unma akhirnya dikeluarkan oleh Menteri Pendidikan Nasional pada 12 Agustus 2001.
Penyerahan Aset
Dalam suasana yang penuh kehangatan, acara dilanjutkan dengan penyerahan aset atas nama almarhum Irsjad Djuwaeli kepada Pengurus Besar Mathla’ul Anwar. “Mathla’ul Anwar bukan untuk anak cucu pendirinya, tetapi untuk kita semua,” ujar Hj Trisna Djuwaeli mewakili keluarga dalam sambutannya yang mengharukan.
Ketua Umum Pengurus Besar (PB) Mathla’ul Anwar, KH Embay Mulya Syarif, dalam tausiyahnya menekankan pentingnya meneladani akhlak Nabi Muhammad. “Nabi adalah teladan yang patut kita ikuti. Mengikuti sunnah beliau membawa manfaat bagi diri kita sendiri,” tegasnya. Beliau juga mengingatkan bahwa dakwah Nabi tidak selalu diterima dengan baik dan sering kali dihadapkan pada berbagai tantangan.
“Nabi Muhammad dikenal sebagai Al-Amin, sosok terpercaya yang diangkat menjadi Kepala Negara di Madinah tanpa perlu kampanye. Beliau menghadapi berbagai tuduhan dan bahkan mengalami embargo selama tiga tahun, namun tetap sabar,” tambahnya.
Mengajarkan Nilai
Dalam pemaparannya, Kyai Embay juga menjelaskan bahwa Islam mengajarkan kita untuk amar makruf bil ma’ruf dan nahi mungkar tanpa melakukan kemungkaran. “Seberat-beratnya ujian adalah yang menimpa para Nabi dan pengikutnya. Tidak ada ajaran agama yang seindah Islam,” tuturnya.
Di akhir ceramah, Kyai Embay memberikan apresiasi kepada keluarga almarhum Ka Irsjad. “Apa yang diserahkan oleh keluarga almarhum adalah jariyah dari beliau. Terima kasih kepada keluarga Ka Irsjad, karena kami telah menemukan titik terang untuk pengembangan Universitas Mathla’ul Anwar ke depan,” ujarnya.
Acara ini dihadiri oleh berbagai tokoh penting, termasuk Ketua dan anggota Majelis Amanah, BPU, Direktur, Dekan, serta keluarga besar almarhum KH. Irsjad Djuwaeli dan tokoh-tokoh Mathla’ul Anwar lainnya. Semua tamu disambut dengan hangat, dan acara ditutup dengan khanduri maulid yang telah disediakan.
Dengan semangat yang tinggi, perayaan Maulid ini diharapkan tidak hanya menjadi momen keagamaan, tetapi juga mempererat tali persaudaraan dan semangat kebersamaan dalam membangun persatuan civitas akademika. (Red)
Advertisement
Advertisement
