GazanaPublika.com, Serang – Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Gerakan 4 Oktober (Gertok) melakukan aksi unjuk rasa di depan gedung DPRD Provinsi Banten dan Kantor Gubernur Banten. Dalam aksinya, para mahasiswa menuntut agar Gubernur dan Wakil Gubernur Banten mundur dari jabatannya, karena mereka dianggap tidak mampu memimpin provinsi tersebut.
Aksi unjuk rasa yang diadakan bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun Banten ke-24 ini berlangsung ricuh, di mana terjadi kericuhan yang menyebabkan tiga orang peserta aksi terluka, dengan satu di antaranya mengalami luka parah.
Berdasarkan pantauan di lapangan, massa aksi memulai demonstrasi di depan pintu gerbang Pemprov Banten, namun kemudian berusaha menerobos masuk. Dalam insiden penerobosan tersebut, beberapa mahasiswa mengalami kecelakaan, dan satu orang dilarikan ke RS Bhayangkara untuk mendapatkan perawatan medis.
Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Serang (Hamas) Komisariat Untirta, Syahrul Afandi, menilai bahwa pihak kepolisian seharusnya mengamankan jalannya aksi, namun justru melakukan tindakan represif terhadap para demonstran. “Kawan-kawan kita sampai dipukuli oleh pihak kepolisian, dan hingga saat ini masih terdampar di belakang ada yang luka-luka parah,” ujarnya, Jumat (4/10/2024)
Syahrul, yang juga merupakan bagian dari Aliansi Primordial Banten, menegaskan bahwa tindakan pihak kepolisian tidak dapat dibenarkan.
“Hari ini pihak kepolisian tidak punya hati, sehingga mereka menggunakan alat-alat kepolisian untuk melukai para mahasiswa,” tuturnya.
Dia menegaskan bahwa pihaknya tidak akan mundur dari aksi hingga semua tuntutan mereka disampaikan.
“Kami tidak akan pulang sebelum tuntutan kami tersampaikan, karena memang kami sudah ada korban di sini,” tegasnya. “Kita akan berjuang melawan polisi-polisi yang ada di depan, setelah kawan-kawan kita yang terluka hari ini. Kita harus meminta pertanggungjawaban dari pihak kepolisian,” tambahnya.

