GazanaPublika.com, Lebak – Menjelang akhir tahun 2024, kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Lebak mengalami peningkatan yang signifikan. Peningkatan ini disebabkan oleh peralihan musim dari kemarau ke musim hujan, yang sering kali menjadi faktor pemicu penyebaran penyakit yang dibawa oleh nyamuk Aedes aegypti. Seiring dengan meningkatnya intensitas hujan di bulan-bulan mendatang, kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat menjadi sangat penting untuk menekan laju penyebaran penyakit yang setiap tahunnya menimbulkan kekhawatiran di berbagai daerah, termasuk Lebak.
Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak, Budhi Mulyanto, menekankan pentingnya kewaspadaan masyarakat terhadap wabah DBD. “Kami dari Dinas Kesehatan berharap agar warga meningkatkan kewaspadaan terhadap kasus DBD yang sedang meningkat ini,” ujarnya.
Data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam jumlah kasus DBD sepanjang tahun 2024. Dari Januari hingga Agustus 2024, tercatat sebanyak 2.589 kasus dengan delapan kematian. Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan periode yang sama pada tahun 2023, di mana hanya terdapat 764 kasus dan empat kematian.
Budhi menjelaskan bahwa meski kasus DBD saat ini mulai sedikit menurun, masyarakat tetap harus waspada memasuki musim pancaroba. Peralihan dari musim kemarau ke musim hujan biasanya menjadi periode kritis karena kondisi ini memungkinkan nyamuk Aedes aegypti berkembang biak lebih cepat di tempat-tempat yang tergenang air. “Nyamuk ini dengan cepat berkembang biak di genangan air, terutama di lingkungan yang kebersihannya kurang terjaga. Maka dari itu, kami minta masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan dan menghindari genangan air,” jelasnya.
Sebagai langkah pencegahan, Dinas Kesehatan Lebak telah melaksanakan berbagai upaya edukasi kepada masyarakat, seperti melalui gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dan kampanye 3-M Plus, yang mencakup pengurasan, penimbunan, dan penguburan barang-barang yang dapat menjadi tempat berkembang biak nyamuk. Selain itu, masyarakat juga dianjurkan untuk menggunakan abate pada tempat-tempat penampungan air, seperti bak mandi, guna membunuh jentik-jentik nyamuk.
“Gerakan PSN dan 3-M Plus ini terbukti lebih efektif dan ekonomis, karena dapat memutus mata rantai penyebaran DBD dengan cara membunuh jentik-jentik nyamuk Aedes aegypti,” tambah Budhi.
Dengan langkah-langkah preventif dan kesadaran masyarakat yang lebih tinggi, diharapkan penyebaran DBD dapat ditekan dan diminimalisasi di Kabupaten Lebak. “Kami berharap masyarakat aktif menjaga kebersihan lingkungan dan terus melakukan tindakan pencegahan agar terhindar dari DBD,” pungkas Budhi.

