Advertisement
GazanaPublika.com, Lebak – Musibah banjir dan tanah longsor melanda Kabupaten Lebak, Banten, sejak Senin (2/12/2024) akibat hujan deras dengan intensitas tinggi. Curah hujan yang berlangsung lama menyebabkan meluapnya aliran sungai dan buruknya drainase, sehingga memicu banjir, longsor, serta pohon tumbang. Hingga Kamis (5/12/2024) pukul 18.00 WIB, sebanyak 19 kecamatan dan 55 desa dilaporkan terdampak bencana ini.
Korban dan Dampak Kerusakan
Musibah ini telah menyebabkan dua korban jiwa. Satu korban, Difa Ajahro Putri, meninggal akibat tanah longsor, sedangkan korban kedua, seorang remaja bernama Dimas (13), tewas terseret banjir. Selain itu, dua orang mengalami luka-luka, dan sekitar 1.753 kepala keluarga terdampak, dengan 180 jiwa terpaksa mengungsi.
Advertisement
Kerugian materiil yang tercatat meliputi:
• ± 1.753 rumah terdampak (masih dalam pendataan), termasuk 66 rumah rusak ringan (RR), 7 rumah rusak sedang (RS), dan 15 rumah rusak berat (RB) dari 19 Kecamatan.
• 4 jembatan, 11 pondok pesantren, 1 masjid, dan 1 kantor desa turut terdampak.
Upaya Penanganan
Tim gabungan dari BPBD Kabupaten Lebak, pemerintah desa, dan berbagai stakeholder telah melakukan evakuasi terhadap warga yang terjebak banjir. Upaya pendataan dan penilaian kerusakan terus dilakukan. Meski banjir mulai surut, status tanggap darurat bencana telah ditetapkan oleh Bupati Lebak melalui Surat Keputusan Nomor 360/KEP.411-BPBD/2024. Status ini berlaku selama 14 hari, terhitung sejak 2 Desember hingga 15 Desember 2024.
Kondisi dan Bantuan
Saat ini, logistik, fasilitas kesehatan, dan pendidikan bagi warga terdampak masih minim. Warga membutuhkan bantuan logistik, termasuk makanan, obat-obatan, dan kebutuhan dasar lainnya untuk mendukung pemulihan.
Pusdalops BNPB mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan melaporkan perkembangan di lapangan melalui layanan pengaduan bebas pulsa di nomor 117.
Sumber informasi: Pusdalops BPBD Kabupaten Lebak.
Advertisement
Advertisement
