GazanaPublika.com, Pandeglang – Warga sekitar perairan Pulau Popole, Pandeglang, Banten, resah akibat tumpahan batu bara dari tongkang TB Titan 27/BG Titan 14 yang kandas pada Desember 2024. Musibah ini mencemari pesisir pantai, merusak lingkungan, dan mengancam mata pencaharian warga yang bergantung pada hasil laut. Perusahaan terkait, PT Sinar Wijaya Energi (PT SWE) dan PT Trans Logistik Perkasa (PT TLP), telah berkoordinasi dengan pemerintah daerah, tetapi pencemaran masih menjadi masalah serius.

Hingga kini, sekitar 646 ton batu bara telah dibersihkan dari total 7.000 ton yang tumpah. Namun, sebagian besar masih tersebar di laut dan pesisir, memperburuk kondisi lingkungan. Warga menuntut perusahaan bertanggung jawab penuh dan mengambil langkah efektif untuk pembersihan. Pada 4 Februari 2025, rapat koordinasi digelar untuk mengevaluasi upaya penanganan, termasuk evakuasi sisa batu bara dan tongkang yang terdampar.

Cuaca buruk menjadi tantangan utama dalam proses pembersihan, menghambat upaya evakuasi dan pemulihan. Anggota DPRD Banten, Lukman Nulhakim, menekankan pentingnya tanggung jawab korporasi dan rehabilitasi jangka panjang untuk memulihkan ekosistem pesisir dan terumbu karang yang rusak. Warga menuntut solusi cepat dan koordinasi yang lebih efektif antara perusahaan, pemerintah, dan masyarakat untuk mengatasi pencemaran ini secara tuntas.

Redaksi

Exit mobile version