GazanaPublika.com, Serang – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Tjimade Tari Kolot Karuhun Banten Indonesia (TTKKBI) menggelar acara Halal Bihalal di kantor pusatnya yang berlokasi di Jalan Lontar, Kota Serang, pada Sabtu (12/4/2025). Acara tersebut dihadiri sekitar 500 orang peserta.

Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan komunitas budaya dari berbagai daerah, antara lain Banten, Jawa Barat, Lampung, dan Jakarta—yang seluruhnya tergabung dalam organisasi TTKKBI. Hadir dalam acara tersebut Ketua Umum DPP TTKKBI, H Tb Arif Hidayat, Sekretaris Jenderal Dodi Suryana, Wakil Ketua Umum H Muslik, serta Ketua DPW I Banten, H Hudi Nurhudiyat. Turut hadir pula budayawan dan sejarawan Banten, Abah Yadi Ahyadi, serta tokoh masyarakat Banten, Ade Gogo.

Acara berlangsung meriah dan penuh keakraban. Selepas magrib kantor DPP TTKKBI telah dipadati oleh peserta yang mengenakan pakaian TTKKBI membawa nuansa pencak silat yang kental. Suasana hangat tercipta lewat tawa, sapaan akrab, serta suasana kekeluargaan antar sesama anggota dan tamu undangan.

Pembukaan acara diawali dengan pertunjukan gembrungan, yakni pentas pencak silat yang diiringi musik tradisional khas Banten. Penampilan ini langsung membangkitkan semangat para tamu yang hadir. Bahkan, H. T.B. Arif Hidayat dan H. Hudi Nurhudiyat turut memperagakan jurus-jurus silat andalan mereka di atas panggung, disambut tepuk tangan dan sorakan meriah dari para penonton.

Dalam sambutannya, Ketua Umum TTKKBI, H. T.B. Arif Hidayat, menyampaikan rasa syukur atas kekompakan para pengurus, mulai dari tingkat pusat hingga cabang, sehingga acara Halal Bihalal dapat terselenggara dengan lancar.

“Halal Bihalal ini sangat penting bagi kami. Setelah Idulfitri, momen ini menjadi ajang bagi kami semua untuk berkumpul, saling bersilaturahmi, dan saling memaafkan,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua DPW I Banten, H. Hudi Nurhudiyat, dalam sambutannya mengajak peserta untuk memahami substansi Halal Bihalal secara lebih mendalam. Menurutnya, makna utama dari kegiatan ini bukan terletak pada istilah, melainkan pada esensinya sebagai sarana mempererat silaturahmi.

“Mungkin ada yang mempertanyakan, apakah Halal Bihalal sesuai dengan ajaran Nabi? Saya tegaskan, ini sesuai dengan sunnah. Sebab inti dari Halal Bihalal adalah memperkuat silaturahmi, dan itu diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW,” tegasnya.

Hudi juga menjelaskan bahwa tradisi Halal Bihalal berakar dari budaya silaturahmi antar keluarga yang rindu untuk berkumpul selepas Ramadan. Seiring waktu, tradisi tersebut berkembang menjadi kegiatan tahunan yang melekat dalam budaya masyarakat Indonesia.

Redaksi

Exit mobile version