Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » Seba Baduy: Langkah dari Kanekes ke Gedung Negara Provinsi Banten, Berjalan Kaki

Seba Baduy: Langkah dari Kanekes ke Gedung Negara Provinsi Banten, Berjalan Kaki

Banten Sabtu, 3 Mei 2025 23:59 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram

Advertisement

GazanaPublika.com,Serang – Saat fajar baru menyentuh langit timur pada Sabtu pagi, 3 Mei 2025, langkah kaki terdengar perlahan di jalanan Kota Serang yang masih lengang. Dari kejauhan, tampak barisan warga berpakaian putih dan hitam-hitam, menyusuri aspal dengan tenang. Mereka adalah warga Baduy, yang sejak dini hari telah tiba di Serang, tepat pukul 06.00 WIB, melanjutkan ritual tahunan penuh makna: Seba Baduy.

Sebanyak 1.769 warga Baduy, terdiri dari Baduy Dalam dan Baduy Luar, menempuh perjalanan panjang dari Desa Kanekes, Kabupaten Lebak, menuju Gedung Negara Provinsi Banten. Tidak dengan kendaraan, tidak dengan kemewahan—mereka berjalan kaki, mengandalkan kekuatan tradisi dan keyakinan akan kewajiban adat untuk menghormati “para panggede” atau pemimpin pemerintahan.

Advertisement

Namun sebelum memasuki tahapan seremoni besar, mereka lebih dahulu menjalani rangkaian kegiatan adat, termasuk ritual tertutup masyarakat adat Baduy Baru, serta perjalanan menuju tempat mandi suci, sebuah bagian penting yang menandai kesiapan spiritual untuk mengikuti Seba.

Menapaki Jejak Leluhur Menuju Gedung Negara

Seba bukanlah sekadar agenda budaya—ia adalah ikrar diam dari sebuah komunitas adat yang telah ratusan tahun hidup dalam keselarasan bersama alam. Dalam setiap langkah kaki, tersimpan pesan tentang ketekunan, kesederhanaan, dan keyakinan teguh terhadap adat sebagai kompas hidup.

BACA JUGA:  Seekor Buaya Putih Ditemukan Warga di Pantai Pasput Cihara

Rangkaian acara dimulai sejak siang hari, dengan kunjungan ke Museum Purbakala Banten. Acara ini mulai Sabtu siang 3 Mei 2025. Pukul 14.30 WIB. Lokasi: Museum Purbakala Banten. Acara tersebiut adalah persiapan dan berkumpul peserta baris kolot, perjalanan menuju Museum Purbakala, ritual tertutup masyarakat adat Baduy Baru yang ikut Seba, dan perjalanan kembali ke Gedung Negara

Sesi ini bukan untuk tontonan umum. Prosesi dilakukan dalam keheningan, hanya diikuti oleh komunitas adat dan beberapa tokoh pendamping. Tempat mandi suci yang disinggahi menjadi ruang sakral, bukan hanya untuk membersihkan tubuh, tetapi juga hati dan niat.

“Ini Bukan Tontonan, Tapi Tuntunan”

Puncak prosesi berlangsung malam harinya di Gedung Negara dan Alun-Alun Kota Serang, dihadiri oleh Gubernur Banten Andra Soni, serta perwakilan kementerian dan tokoh adat.

Pada Sabtu (3/5/2025) Pukul 19.30 WIB sampai tengah malam, acara dilaksanakan di Gedung Negara Provinsi Banten & Alun-Alun Kota Serang adalah Tradisi Inti Seba oleh masyarakat adat Baduy, pamuka Basa (Pembukaan), Murwa Seba (Inti ritual), penyerahan Laksa kepada Bapak Gede (Gubernur), sambutan Gubernur Banten, sambutan Menteri Kebudayaan RI, penyerahan kadeudeuh dari Pemerintah kepada masyarakat Baduy, hingga pagelaran Wayang Golek Rampak Opat

BACA JUGA:  Sah Putusan MK: Program MBG Dilarang Gunakan Anggaran Pendidikan APBN dan APBD Mulai Tahun Depan

Dalam sambutannya, Gubernur Andra Soni menegaskan makna Seba sebagai tuntunan hidup, bukan sekadar tontonan budaya. Ia mengajak seluruh masyarakat Banten untuk belajar dari cara hidup Baduy yang sederhana, disiplin, dan penuh tata krama.

“Tak ada suara saat mereka makan. Tak ada yang menyela saat mereka bicara. Semua dijalani dengan tertib dan hormat. Ini pelajaran besar di tengah dunia yang makin gaduh,” kata Andra.

Wayang Golek “Rampak Opat” yang dibawakan oleh tiga dalang ternama—Anjar Mukhtar AS, Karyandi J Ade S Putra, dan Aming Ajem—menutup malam penuh makna. Lakon-lakon tradisional disuguhkan bukan hanya sebagai hiburan, tapi juga sarana refleksi atas nilai-nilai moral, budaya, dan identitas.

Seba Panungtungan: Langkah Penutup Penuh Simbol

Keesokan harinya, Minggu pagi, warga Baduy kembali hadir untuk sesi penutup: Seba Panungtungan—langkah simbolik yang menandai berakhirnya prosesi Seba dan kembalinya mereka ke tanah leluhur.

Pada hari Minggu, 4 Mei 2025 , pukul 06.30 WIB sampai dengan selesai, acara yang akan diselenggarakan ialah persiapan mumuluk bareng Gubernur dan warga Baduy, prosesi mumuluk (berjalan kaki bersama sebagai simbol perpisahan), ramah tamah dan jamuan ringan., serta sesi foto bersama. Acara akan dilaksanakan di Gedung Negara Provinsi Banten & Alun-Alun Kota Serang.***

Advertisement

Baduy Kota Serang Provinsi
Gazana Publika

Redaksi

Advertisement

BERITA LAINNYA

Banten

Lemkapi Berikan Penghargaan Kepada Dirreskrimsus Polda Banten Atas Dedikasi dan Komitmen Berantas Kejahatan Khusus

Berita Utama

Tol Dalam Kota Kembali Ditutup, Aksi Massa Picu Kepadatan di Pejompongan-Slipi

Banten

Polda Banten Imbau Orang Tua Awasi Anak agar Tak Terjebak Kericuhan Saat Penyampaian Aspirasi

Berita Utama

Aktivis AMPB Kecewa Puan Maharani Tak Temui Massa Aksi Secara Langsung

BERITA TERBARU

Lemkapi Berikan Penghargaan Kepada Dirreskrimsus Polda Banten Atas Dedikasi dan Komitmen Berantas Kejahatan Khusus

Prabowo Terima Kunjungan Presiden Timor Leste, Puluhan Peraih Nobel Ikut ke Istana

Tol Dalam Kota Kembali Ditutup, Aksi Massa Picu Kepadatan di Pejompongan-Slipi

Polda Banten Imbau Orang Tua Awasi Anak agar Tak Terjebak Kericuhan Saat Penyampaian Aspirasi

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

Pendalaman Literasi Digital Student Care Wilayah Papua

OPM/KKB: Menjadikan Warga Sipil sebagai Objek Teror dan Brutal Adalah Kejahatan Kemanusiaan

Wakil Kepala Desa, Perlukah?

RAGAM

Masih Ada Ikan Purba di Laut Indonesia

Struktur Hari dan Bulan Kalender Maya: Rahasia Siklus Angka 13, 20 Hari, dan 18 Bulan

Menyelami Konsep Dasar Kalender Maya

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini

| Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks |

© 2026 Gazana Publika - Medianya Aktifis Terpercaya

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.