Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » Seorang Ustadz Diduga Cabuli 10 Santriwati, hingga Kini Masih Dalam Buronan Polisi

Seorang Ustadz Diduga Cabuli 10 Santriwati, hingga Kini Masih Dalam Buronan Polisi

Berita Utama Jumat, 15 Desember 2023 6:45 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram
default-no-image
Ilustrasi Berita (GazanaPublika)

Advertisement

PURWAKARTA, GAZANAPUBLIKA.COM – Seorang Ustadz berinisial ON di Desa Salem, Kecamatan Pondok Salem, berinisial ON diduga melakukan pencabulan terhadap 10 orang santriwati, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, dilaporkan kemarin (15/12/2023).

Warga pun mengetahui peristiwa tersebut, akibatnya mereka merusak rumahnya yang berada di komplek Pondok Pesantren Miftahul Huda di Desa Salem, tempat ON mengajar. Namun pelaku kabur dari tempat kediamannya.

Advertisement

Polres Purwakarta sedang melakukan penyelidikan terkait kasus ini, sesuai pernyataan Kapolres Purwakarta, AKBP Edwar Zulkar, setelah pihaknya menerima laporan mengenai dugaan pencabulan ini.

“Kasus dugaan pencabulan anak ini dilaporkan, pada Sabtu (9/12/2023) setelah salah satu korban bercerita kepada orangtuanya. Berdasarkan keterangan korban, pelaku yang merupakan guru ngaji di wilayah tersebut melakukan perbuatan itu dari tahun 2019 sampai dengan Maret 2023,” ujarnya, dikutip dari TribunJabar.id.

BACA JUGA:  Jumat Keliling Kapolsek Bekasi Barat Sampaikan Pesan Kamtibmas di Masjid Darusallam Kranji

Kapolres Purwakarta, AKBP Edwar Zulkar, pihaknya kini telah memburu ON pelaku sudah melarikan diri.

“Sedang dalam penyelidikan, mencari keberadaan pelaku. Pelaku ini guru ngaji bukan pimpinan Pondok Pesantren. Jadi peristiwa ini terjadi bukan di sebuah Pondok Pesantren melain rumah pelaku yang dijadikan tempat belajar mengaji di Desa itu. Pelaku sedang dalam pengejaran anggota kami,” kata Edwar.

Edwar menjelaskan, baru ada empat orang korban yang melapor. Namun, tak menutup kemungkinan akan ada korban lainnya.

“Baru ada empat orang korban yang melapor ke Polres Purwakarta dan kemungkinan korbannya akan bertambah. Rata-rata korban merupakan anak di bawah umur,” katanya.

Saat ini, pihaknya pun saat ini masih meminta keterangan para saksi.

“Saat ini anggota kami sedang meminta keterangan saksi dan para korban. Posko pengaduan pun telah dibuka,” ucap Edwar.

Akibatnya ON pun kini jadi buruan polisi serta warga. Warga masih ingin meluapkan kemarahannya. Diketahui, pelaku melarikan diri setelah kejadian tersebut, Sabtu (9/12/2023) lalu.

BACA JUGA:  Bandung Darurat Begal, Negara Tidak Boleh Kalah oleh Penjahat Jalanan

Nana Sobana, Kepala Desa Salem, mengungkapkan bahwa warga terus melakukan upaya pencarian terhadap ON yang melarikan diri pada Sabtu lalu. Bahkan, mereka melakukan penelusuran di hutan pegunungan untuk mencari keberadaannya.

“Warga sungguh antusias dan kompak untuk mencari keberadaan dari guru ngaji cabul ini. Kami pun sudah menyebar sejumlah warga ke beberapa titik untuk mencari titik terang keberadaan dari pelaku ini,” ucap Nana, seorang warga.

Nana mengatakan, warga sudah mencari selama lima hari namun hasilnya nihil.

“Sudah lima hari kami cari, namun masih nihil, belum diketahui keberadaannya. Sedangkan kami terus akan berupacaya mencari pelaku agar segera bisa ditangkap pihak kepolisian,” ujarnya. (Sumber: TribunNews.com)

Advertisement

Santri Ustadz
Gazana Publika

Redaksi

Advertisement

BERITA LAINNYA

Berita Utama

Tol Dalam Kota Kembali Ditutup, Aksi Massa Picu Kepadatan di Pejompongan-Slipi

Berita Utama

Aktivis AMPB Kecewa Puan Maharani Tak Temui Massa Aksi Secara Langsung

Daerah

Student Care Vocation Padukan Budaya Tradisional dan Literasi Digital untuk Generasi Muda

Daerah

Tiga Siswa SMAN 22 Garut Terpilih Jadi Anggota Pasbara Upacara Hari Pramuka Tingkat Kabupaten

BERITA TERBARU

Gelar Giat Cacahan Warga Banten, Forwatu Berkomitmen Menjaga Kondusivitas dan Tetap Kritis

Peduli Warga Terdampak Kekeringan, Polda Banten Distribusikan 6.500 Liter Air Bersih di Tigaraksa

TTKKBI Cilegon Open Fest 2026 Meriah, Puluhan Perguruan Tampilkan Seni Pencak Silat Tingkat Nasional

Lemkapi Berikan Penghargaan Kepada Dirreskrimsus Polda Banten Atas Dedikasi dan Komitmen Berantas Kejahatan Khusus

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

Pendalaman Literasi Digital Student Care Wilayah Papua

OPM/KKB: Menjadikan Warga Sipil sebagai Objek Teror dan Brutal Adalah Kejahatan Kemanusiaan

Wakil Kepala Desa, Perlukah?

RAGAM

Masih Ada Ikan Purba di Laut Indonesia

Struktur Hari dan Bulan Kalender Maya: Rahasia Siklus Angka 13, 20 Hari, dan 18 Bulan

Menyelami Konsep Dasar Kalender Maya

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini

| Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks |

© 2026 Gazana Publika - Medianya Aktifis Terpercaya

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.