Advertisement
PURWAKARTA, GAZANAPUBLIKA.COM – Seorang Ustadz berinisial ON di Desa Salem, Kecamatan Pondok Salem, berinisial ON diduga melakukan pencabulan terhadap 10 orang santriwati, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, dilaporkan kemarin (15/12/2023).
Warga pun mengetahui peristiwa tersebut, akibatnya mereka merusak rumahnya yang berada di komplek Pondok Pesantren Miftahul Huda di Desa Salem, tempat ON mengajar. Namun pelaku kabur dari tempat kediamannya.
Advertisement
Polres Purwakarta sedang melakukan penyelidikan terkait kasus ini, sesuai pernyataan Kapolres Purwakarta, AKBP Edwar Zulkar, setelah pihaknya menerima laporan mengenai dugaan pencabulan ini.
“Kasus dugaan pencabulan anak ini dilaporkan, pada Sabtu (9/12/2023) setelah salah satu korban bercerita kepada orangtuanya. Berdasarkan keterangan korban, pelaku yang merupakan guru ngaji di wilayah tersebut melakukan perbuatan itu dari tahun 2019 sampai dengan Maret 2023,” ujarnya, dikutip dari TribunJabar.id.
Kapolres Purwakarta, AKBP Edwar Zulkar, pihaknya kini telah memburu ON pelaku sudah melarikan diri.
“Sedang dalam penyelidikan, mencari keberadaan pelaku. Pelaku ini guru ngaji bukan pimpinan Pondok Pesantren. Jadi peristiwa ini terjadi bukan di sebuah Pondok Pesantren melain rumah pelaku yang dijadikan tempat belajar mengaji di Desa itu. Pelaku sedang dalam pengejaran anggota kami,” kata Edwar.
Edwar menjelaskan, baru ada empat orang korban yang melapor. Namun, tak menutup kemungkinan akan ada korban lainnya.
“Baru ada empat orang korban yang melapor ke Polres Purwakarta dan kemungkinan korbannya akan bertambah. Rata-rata korban merupakan anak di bawah umur,” katanya.
Saat ini, pihaknya pun saat ini masih meminta keterangan para saksi.
“Saat ini anggota kami sedang meminta keterangan saksi dan para korban. Posko pengaduan pun telah dibuka,” ucap Edwar.
Akibatnya ON pun kini jadi buruan polisi serta warga. Warga masih ingin meluapkan kemarahannya. Diketahui, pelaku melarikan diri setelah kejadian tersebut, Sabtu (9/12/2023) lalu.
Nana Sobana, Kepala Desa Salem, mengungkapkan bahwa warga terus melakukan upaya pencarian terhadap ON yang melarikan diri pada Sabtu lalu. Bahkan, mereka melakukan penelusuran di hutan pegunungan untuk mencari keberadaannya.
“Warga sungguh antusias dan kompak untuk mencari keberadaan dari guru ngaji cabul ini. Kami pun sudah menyebar sejumlah warga ke beberapa titik untuk mencari titik terang keberadaan dari pelaku ini,” ucap Nana, seorang warga.
Nana mengatakan, warga sudah mencari selama lima hari namun hasilnya nihil.
“Sudah lima hari kami cari, namun masih nihil, belum diketahui keberadaannya. Sedangkan kami terus akan berupacaya mencari pelaku agar segera bisa ditangkap pihak kepolisian,” ujarnya. (Sumber: TribunNews.com)
Advertisement
Advertisement
