Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » Banjir dan Longsor Beruntun Terjang Empat Kabupaten di Sumatera Utara, Delapan Tewas dan Ribuan Mengungsi

Banjir dan Longsor Beruntun Terjang Empat Kabupaten di Sumatera Utara, Delapan Tewas dan Ribuan Mengungsi

Berita Utama Rabu, 26 November 2025 19:35 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram

Advertisement

GazanaPublika.com, Jakarta — Cuaca ekstrem yang melanda wilayah Sumatera Utara sejak awal pekan ini memicu bencana besar di empat kabupaten sekaligus: Sibolga, Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, dan Tapanuli Selatan. Hujan deras yang mengguyur tanpa henti sejak Senin (24/11/2025) hingga Selasa (25/11/2025) menyebabkan banjir meluas, tanah longsor, kerusakan infrastruktur, dan korban jiwa. Laporan sementara Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BNPB per Rabu (26/11/2025) pukul 07.00 WIB menggambarkan situasi yang masih berkembang dan berpotensi memburuk.

Di Kota Sibolga, air bah meluap setelah dua hari hujan deras mengguyur kawasan tersebut. Sejumlah kelurahan di Kecamatan Sibolga Utara, Sibolga Selatan, dan Sibolga Kota terendam banjir. Arus air yang deras menyeret apa saja yang dilaluinya—rumah warga, kendaraan, hingga puing-puing bangunan. Lumpur tebal, batang pohon dan sampah rumah tangga menumpuk di area permukiman, membuat proses pembersihan sulit dilakukan.

Advertisement

Tak hanya banjir, tanah longsor juga terjadi di berbagai titik di Sibolga Utara dan Sibolga Selatan. Material longsor menutup jalan dan merusak bangunan. Seorang warga dilaporkan terluka dan telah mendapatkan perawatan medis. Sementara itu, tiga rumah termasuk satu ruko mengalami kerusakan. Sejumlah akses jalan terputus sehingga menghambat mobilitas warga dan tim evakuasi.

Dampak yang jauh lebih besar terjadi di Kabupaten Tapanuli Selatan. Daerah ini menjadi yang paling parah terdampak setelah delapan warga ditemukan meninggal dunia akibat banjir dan longsor. Selain itu, 58 warga terluka dan 2.851 orang mengungsi ke tenda-tenda darurat. Sebelas kecamatan dilaporkan mengalami kerusakan, mulai dari Sipirok, Marancar, hingga Angkola Muaratais. Foto-foto dari lapangan memperlihatkan rumah-rumah yang rata diterjang arus banjir, jalan yang terbelah, hingga jembatan yang hanyut tersapu air.

BACA JUGA:  BMKG Perbarui Info Sebaran Abu Anak Krakatau, Jakarta Tak Lagi Masuk Wilayah Terdampak

Sementara itu, di Kabupaten Tapanuli Utara, dampak yang ditimbulkan tidak kalah mengkhawatirkan. Banjir dan longsor merusak 50 rumah warga serta memutus dua jembatan penting. Putusnya jembatan membuat akses transportasi lumpuh dan memaksa pemerintah daerah merekomendasikan jalur alternatif Pangaribuan–Silantom agar distribusi logistik tetap berjalan. Sejumlah titik pemukiman di wilayah tersebut terendam, membuat warga memilih mengungsi ke rumah kerabat dan posko darurat.

Di wilayah Tapanuli Tengah, banjir meluas di sembilan kecamatan. Total 1.902 rumah terendam, memaksa tim gabungan mendirikan tenda pengungsian di beberapa lokasi. Warga terdampak mendapatkan bantuan logistik berupa makanan siap saji, selimut, pakaian, dan air bersih. Anak-anak dan lansia menjadi prioritas dalam proses evakuasi mengingat kondisi cuaca yang masih labil.

BMKG melalui Tropical Cyclone Warning Center (TCWC) Jakarta menjelaskan bahwa cuaca ekstrem yang memicu bencana ini merupakan dampak dari dua sistem cuaca signifikan, yaitu Siklon Tropis KOTO yang terbentuk di Laut Sulu dan Bibit Siklon 95B yang terpantau di Selat Malaka. Kedua fenomena ini meningkatkan curah hujan dan angin kencang di wilayah Sumatera bagian utara. Bibit Siklon 95B memperkuat pembentukan awan konvektif dari Aceh hingga Sumatera Utara, sementara Siklon Tropis KOTO menarik massa udara basah yang memperbesar potensi hujan lebat di barat Indonesia.

BACA JUGA:  Ruben Onsu Jadi Tersangka, Polisi Ungkap Awal Mula Dugaan Penipuan Investasi

BMKG telah mengeluarkan peringatan cuaca ekstrem selama 24 jam sejak 25 November pukul 19.00 WIB hingga 26 November pukul 19.00 WIB. Selain hujan lebat, potensi gelombang tinggi hingga 4 meter juga diperkirakan terjadi di perairan Selat Malaka bagian tengah, timur Sumatera Utara, dan Samudra Hindia barat Aceh hingga Nias. Kondisi ini menghambat proses distribusi bantuan melalui jalur laut.

BNPB menyatakan bahwa timnya terus melakukan pemantauan dan koordinasi dengan BPBD di empat kabupaten terdampak. Evakuasi warga, pembukaan akses jalan, dan distribusi bantuan darurat menjadi prioritas utama. Pemerintah daerah diminta meningkatkan kesiapsiagaan mengingat curah hujan diperkirakan masih berpotensi tinggi dalam beberapa hari ke depan. Warga di lingkungan rawan longsor dan bantaran sungai diminta segera mengungsi jika hujan deras turun lebih dari satu jam.

Hingga kini, proses pendataan korban dan kerusakan masih berlangsung dan angka tersebut diperkirakan dapat bertambah. Situasi darurat di Tapanuli Raya menjadi tantangan besar bagi pemerintah daerah dan pusat untuk bergerak cepat dalam penyelamatan warga, pemulihan akses publik, dan memastikan bantuan sampai kepada mereka yang membutuhkan.

Sumber: www.bnpb.go.id

Advertisement

Indonesia Longsor Pemerintah
Gazana Publika

Redaksi

BERITA LAINNYA

Daerah

Polisi Bongkar Kasus Pengantin Pesanan WNA China, Siswi SMK Asal Tasikmalaya Ditemukan di PIK 2

Daerah

DPRD Kabupaten Sukabumi Gelar Rapat Paripurna ke-27 Bahas Raperda Perubahan SOTK

Berita Utama

Pantura Terancam Tenggelam, AHY Soroti Penggunaan Air Tanah Industri

Berita Utama

KPK Tetapkan Sejumlah Tersangka Terkait OTT di BNPB

BERITA TERBARU

Polisi Bongkar Kasus Pengantin Pesanan WNA China, Siswi SMK Asal Tasikmalaya Ditemukan di PIK 2

Perang Yaman: Arab Saudi di Persimpangan Strategi

DPRD Kabupaten Sukabumi Gelar Rapat Paripurna ke-27 Bahas Raperda Perubahan SOTK

MK Putuskan Prajurit Terlibat Pidana Umum Diadili Peradilan Umum, TNI Sebut Hukum Militer Lebih Tegas

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

Perang Yaman: Arab Saudi di Persimpangan Strategi

MK, PTUN, dan Persoalan Ijazah: Sampai di Mana Batas Kewenangan Hakim

Pendalaman Literasi Digital Student Care Wilayah Papua

RAGAM

Di Bumi Barat, Ternyata Vampir Tak Pernah Mati

Masih Ada Ikan Purba di Laut Indonesia

Struktur Hari dan Bulan Kalender Maya: Rahasia Siklus Angka 13, 20 Hari, dan 18 Bulan

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini

| Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks |

© 2026 Gazana Publika - Medianya Aktifis Terpercaya

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Go to mobile version