Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » Dialog Sosial Humaniora di Istana, Prabowo Temui 1.200 Akademisi

Dialog Sosial Humaniora di Istana, Prabowo Temui 1.200 Akademisi

Berita Utama Kamis, 15 Januari 2026 20:30 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram

Advertisement

GazanaPublika.com, Jakarta – Presiden RI Prabowo Subianto membuka ruang dialog langsung dengan kalangan akademisi bidang sosial dan humaniora dengan mengundang sekitar 1.200 rektor, guru besar, serta dekan ke Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (15/1/2026) pagi. Pertemuan ini menandai babak baru hubungan negara dan dunia akademik di luar rumpun sains dan teknologi.

Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Dikti Saintek), Stella Christie, menyebut agenda tersebut sebagai peristiwa langka dalam sejarah kepemimpinan nasional. Menurutnya, belum pernah ada presiden yang secara khusus mengumpulkan akademisi lintas universitas untuk berdialog secara langsung dalam forum sebesar ini.

Advertisement

“Ini adalah suatu yang sangat bersejarah. Ini kedua kalinya Bapak Presiden Prabowo Subianto mengumpulkan rektor-rektor, guru besar, dan juga dekan. Yang pertama sudah terjadi tahun lalu, dan sepanjang pengetahuan saya, sepanjang sejarah ini, tidak pernah seorang Presiden mengumpulkan para akademisi dari universitas,” ujar Stella di kompleks Istana.

BACA JUGA:  Akhirnya Berhenti: Pencarian Awak Media di Seputar Lautan GAK

Ia menjelaskan, pertemuan kali ini memiliki kekhususan yang membedakannya dari agenda serupa sebelumnya. Jika pada pertemuan terdahulu pembahasan bersifat umum dan banyak menyentuh bidang sains, teknologi, teknik, dan matematika, maka kali ini Presiden secara sadar memberi panggung khusus kepada disiplin sosial dan humaniora.

“Yang sudah hadir ini 1.200 pada hari ini, jadi banyak sekali yang hadir. Dan juga dikhususkan bagi bidang sosial humaniora. Jadi kalau sebelumnya itu agak umum dan juga ada kekhususan mungkin mengenai STEM, pada hari ini dikhususkan kepada bidang sosial humaniora,” sambungnya.

Menurut Stella, langkah tersebut sekaligus menjadi sinyal politik pengetahuan bahwa negara tidak menempatkan kajian sosial humaniora sebagai disiplin kelas dua. Peran ilmu-ilmu sosial, kebudayaan, sejarah, filsafat, hingga humaniora dinilai tetap strategis dalam merumuskan arah kebijakan nasional.

BACA JUGA:  Praperadilan: Kata Febrie, Polri Santai Saja

“Tentu saja sangat gembira sekali bahwa Bapak Presiden sangat ingin berdialog langsung dengan kami para akademisi,” kata Stella.

Pantauan di lokasi menunjukkan sejak pagi kawasan Istana telah dipadati para akademisi dari berbagai daerah. Mereka tampak hadir dengan mengenakan jas almamater universitas masing-masing, menciptakan pemandangan yang jarang terlihat dalam agenda resmi kenegaraan.

Pertemuan ini dipandang sebagai upaya Presiden Prabowo untuk merangkul dunia akademik secara lebih substantif, sekaligus membuka ruang pertukaran gagasan antara kekuasaan dan pengetahuan dalam membangun arah kebijakan bangsa ke depan.

Advertisement

Bahasa Politik Sejarah
Gazana Publika

Redaksi

BERITA LAINNYA

Nasional

MK Putuskan Prajurit Terlibat Pidana Umum Diadili Peradilan Umum, TNI Sebut Hukum Militer Lebih Tegas

Berita Utama

Pantura Terancam Tenggelam, AHY Soroti Penggunaan Air Tanah Industri

Berita Utama

KPK Tetapkan Sejumlah Tersangka Terkait OTT di BNPB

Nasional

Kecelakaan Maut Tol Cijago: Pemotor Lawan Arah Tewas Usai Tabrak Taksi

BERITA TERBARU

DPRD Kabupaten Sukabumi Gelar Rapat Paripurna ke-27 Bahas Raperda Perubahan SOTK

MK Putuskan Prajurit Terlibat Pidana Umum Diadili Peradilan Umum, TNI Sebut Hukum Militer Lebih Tegas

Pantura Terancam Tenggelam, AHY Soroti Penggunaan Air Tanah Industri

Gerakan Sembilan Desak Pemkab Lebak Tutup Batching Plant PT BCL dan PT Alin

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

MK, PTUN, dan Persoalan Ijazah: Sampai di Mana Batas Kewenangan Hakim

Pendalaman Literasi Digital Student Care Wilayah Papua

OPM/KKB: Menjadikan Warga Sipil sebagai Objek Teror dan Brutal Adalah Kejahatan Kemanusiaan

RAGAM

Di Bumi Barat, Ternyata Vampir Tak Pernah Mati

Masih Ada Ikan Purba di Laut Indonesia

Struktur Hari dan Bulan Kalender Maya: Rahasia Siklus Angka 13, 20 Hari, dan 18 Bulan

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini

| Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks |

© 2026 Gazana Publika - Medianya Aktifis Terpercaya

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Go to mobile version