GazanaPublika.com, Gaza – Suasana duka masih menyelimuti Jalur Gaza ketika sebuah pengakuan penting datang dari pihak militer Israel. Untuk pertama kalinya, mereka mengakui angka korban tewas yang selama ini dirilis oleh Kementerian Kesehatan Gaza, yang menunjukkan bahwa lebih dari 70.000 warga Palestina telah meninggal dunia sejak perang dimulai pada 7 Oktober 2023.
Data tersebut mencatat 71.667 orang tewas, termasuk 492 korban yang dilaporkan meninggal setelah kesepakatan gencatan senjata difinalisasi pada Oktober lalu. Angka itu juga disertai laporan puluhan ribu warga lainnya yang mengalami luka-luka, mempertegas besarnya dampak kemanusiaan dari konflik yang berlangsung lebih dari dua tahun.
Pengakuan ini menandai perubahan sikap dari militer Israel, yang sebelumnya kerap mempertanyakan validitas data korban yang dirilis otoritas kesehatan di Gaza. Kini, pejabat militer menyebut angka tersebut sejalan dengan estimasi internal mereka, meskipun tetap menekankan bahwa data itu belum membedakan secara rinci antara warga sipil dan kombatan.
Di tengah wilayah yang padat penduduk dan infrastruktur yang rusak parah, konflik ini telah menciptakan krisis kemanusiaan berkepanjangan. Ribuan bangunan hancur, fasilitas kesehatan lumpuh, dan warga sipil menghadapi keterbatasan akses terhadap makanan, air bersih, serta layanan medis.
Meski gencatan senjata telah berlaku, kekerasan sporadis masih terjadi di sejumlah titik, menimbulkan kekhawatiran bahwa jumlah korban dapat terus bertambah. Pengakuan atas angka korban yang melampaui 70.000 jiwa ini pun menjadi salah satu momen penting dalam pelaporan perang, sekaligus mempertegas besarnya skala penderitaan yang dialami masyarakat Gaza selama konflik berlangsung.

