Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » Mensesneg Minta Hotman Jangan Kaitkan Kasus Febrie Adriansyah dengan Presiden

Mensesneg Minta Hotman Jangan Kaitkan Kasus Febrie Adriansyah dengan Presiden

Berita Utama Senin, 20 Juli 2026 20:49 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram

Advertisement

GazanaPublika.com, Jakarta – Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi meminta pengacara mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Ardiansyah, Hotman Paris Hutapea, untuk tidak membawa-bawa nama Presiden Prabowo Subianto dalam perkara kliennya. Prasetyo menegaskan kasus yang menjerat Febrie murni ranah hukum dan harus diselesaikan sesuai prosedur yang berlaku.

“Ya, itu kan kita kembalikan ke proses hukum ya. Jangan dikait-kaitkan juga dengan Bapak Presiden,” ujar Prasetyo usai menghadiri rapat bersama Pimpinan DPR di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (20/7/2026), dikutip dari detik.com.

Advertisement

Prasetyo menambahkan, penanganan kasus hukum terhadap pejabat negara tidak memerlukan izin khusus dari Presiden, melainkan berjalan sepenuhnya berdasarkan mekanisme peraturan perundang-undangan.

“Sepenuhnya kita kembalikan ke mekanisme hukum yang berlaku. Ya, saya rasa sih kembali kepada mekanismenya ya. Saya rasa nggak ada juga hanya pada saat masih proses pemeriksaan harus seizin Presiden itu,” tuturnya.

BACA JUGA:  Anggota Satpol PP DKI Luka Enam Jahitan Usai Bentrok dengan Pekerja Proyek di Jaksel

Pernyataan Hotman Paris Sebelumnya

Sebelumnya, Hotman Paris menilai kasus yang menjerat Febrie adalah bentuk kriminalisasi. Ia juga mengaku tidak memungut biaya jasa hukum dari mantan pejabat Kejagung tersebut.

“Saya tidak mengharapkan uang dari Jampidsus ini karena saya tahu tidak mungkin dia bayar saya, mahal. Saya bayarannya supermahal di Indonesia,” kata Hotman saat ditemui di Gedung Bundar Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan, Jumat (17/7) malam.

Saat menjelaskan alasan turun tangan membela Febrie, Hotman menyebut hubungan kerjanya yang sudah berjalan puluhan tahun dengan Presiden Prabowo Subianto.

“Ingat, saya 25 tahun sebagai pengacaranya Prabowo. Semua perkara besar beliau, termasuk adiknya Pak Hashim, saya yang pegang. Bahkan waktu beliau Menhan pun saya sering diminta bantuan hukum tanpa dibayar,” bebernya.

BACA JUGA:  Andreas Minta Indra Kenz Segera Kembali ke Lapas, Jika Mangkir Siap Dijemput Paksa

Hotman mengaku miris melihat nasib Febrie, yang menurutnya merupakan sosok berprestasi dan kebanggaan Presiden karena berhasil memulihkan kerugian negara dalam jumlah sangat besar.

“Jampidsus itu adalah yang dibanggakan oleh Presiden Prabowo. Dia mendapatkan pengembalian kerugian negara Rp 130 triliun, ditambah Satgas PKH Rp 300 triliun. Total Rp 430 triliun kembali ke negara. Bayangkan, orang yang jadi kebanggaan Presiden tiba-tiba dikriminalisasi tanpa pamit sama Presiden,” cetusnya.

Perkembangan Kasus

Saat ini Febrie Ardiansyah telah ditetapkan sebagai tersangka dugaan korupsi dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) terkait kasus Asabri. Perkara ini semula ditangani Markas Besar Polri, sebelum kemudian diserahkan ke Kejaksaan Agung untuk proses selanjutnya.

Advertisement

Gazana Publika

Redaksi

BERITA LAINNYA

Nasional

Yusril Tegaskan Kerugian Negara Tetap Jadi Unsur Korupsi, Revisi UU Tipikor Bukan untuk Menghapusnya

Nasional

Gempa Magnitudo 5,4 Guncang Selatan Gunungkidul, BMKG Nyatakan Tak Berpotensi Tsunami

Berita Utama

Lebih dari 3.300 Hektare Lahan dan Hutan di Kalimantan Masih Terbakar

Nasional

Magang Nasional Batch 3 Dibuka, Pendaftaran Peserta hingga 4 November 2026

BERITA TERBARU

Yusril Tegaskan Kerugian Negara Tetap Jadi Unsur Korupsi, Revisi UU Tipikor Bukan untuk Menghapusnya

Gempa Magnitudo 5,4 Guncang Selatan Gunungkidul, BMKG Nyatakan Tak Berpotensi Tsunami

Pramono dan Bekasi Perpanjang Kerja Sama Bantargebang, DKI Siapkan Kompensasi Rp362 Miliar

Lebih dari 3.300 Hektare Lahan dan Hutan di Kalimantan Masih Terbakar

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

Perang Yaman: Arab Saudi di Persimpangan Strategi

MK, PTUN, dan Persoalan Ijazah: Sampai di Mana Batas Kewenangan Hakim

Pendalaman Literasi Digital Student Care Wilayah Papua

RAGAM

Di Bumi Barat, Ternyata Vampir Tak Pernah Mati

Masih Ada Ikan Purba di Laut Indonesia

Struktur Hari dan Bulan Kalender Maya: Rahasia Siklus Angka 13, 20 Hari, dan 18 Bulan

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini

| Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks |

© 2026 Gazana Publika - Medianya Aktifis Terpercaya

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Go to mobile version