Advertisement
GazanaPublika.com, Jakarta — Eskalasi konflik militer kembali membara di kawasan Timur Tengah setelah Korps Garda Revolusi Islam Iran menggempur serangkaian aset strategis milik militer Amerika Serikat. Operasi yang dilancarkan lewat kombinasi rudal balistik dan pesawat nirawak tersebut menyasar pangkalan udara penting di wilayah Yordania hingga Kuwait.
Berdasarkan laporan resmi dari Islamic Republic of Iran Broadcasting, gelombang serangan rudal balistik diarahkan langsung ke Bandara Aqaba di Yordania. Aksi ini menyasar pesawat angkut militer C-17 serta pesawat patroli maritim P-8 milik paman Sam, di mana IRGC menyatakan beberapa armada tersebut mengalami kerusakan parah akibat gempuran yang berlangsung pada Senin (20/7/2026).
Advertisement
Tindakan taktis Iran juga menghantam Pangkalan Udara Muwaffaq Salti (Al Azraq) yang berlokasi di Yordania. Dalam klaimnya, pihak Garda Revolusi menegaskan telah merubuhkan sekitar 20 hanggar yang difungsikan sebagai penampungan personel militer Amerika Serikat.
Penyerangan tidak berhenti di Yordania saja, melainkan berlanjut ke Pangkalan Udara Ali Al Salem di Kuwait sebagai bagian dari operasi balasan terbaru. IRIB mengabarkan bahwa serangan drone yang dikerahkan IRGC sukses melumpuhkan sistem radar peringatan dini di fasilitas tersebut.
Di lokasi yang sama, gempuran terpisah dilaporkan menghancurkan gudang penyimpanan peralatan penerbangan serta hanggar khusus yang menampung drone canggih MQ-9 milik armada militer Amerika Serikat.
Advertisement
