Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » Prabowo Hadiri KTT Board of Peace Gaza di Washington, Akan Teken Kesepakatan Tarif dengan Trump

Prabowo Hadiri KTT Board of Peace Gaza di Washington, Akan Teken Kesepakatan Tarif dengan Trump

Berita Utama Kamis, 19 Februari 2026 22:25 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram

Advertisement

GazanaPublika.com, Jakarta — Presiden RI Prabowo Subianto dijadwalkan menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP) Gaza yang digagas Presiden Amerika Serikat Donald Trump di Washington DC, Kamis (19/2/2026).

Selain menghadiri forum tersebut, Prabowo juga akan melanjutkan agenda bilateral dengan penandatanganan kesepakatan tarif dagang Agreement on Reciprocal Trade (ART) bersama Trump.

Advertisement

“Menghadiri undangan mengenai meeting BoP, kemudian juga atas koordinasi kedua negara, salah satu tambahan agendanya adalah insya Allah akan ada penandatanganan mengenai tarif dagang dengan pemerintah AS,” ujar Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (18/2/2026). “Iya, setelah BoP, baru kemudian ada rencana tanda tangan kerja sama tarif,” sambungnya.

Polemik Keikutsertaan Indonesia

Keputusan Prabowo untuk hadir dalam pertemuan BoP memicu perdebatan di dalam negeri. Sejumlah kalangan menilai langkah dan pernyataannya di Washington dapat berdampak signifikan terhadap dinamika politik domestik dan arah kebijakan luar negeri Indonesia.

BACA JUGA:  Pemerintah Pantau 'Blackout' Sumatera, Menko AHY Desak Investigasi Menyeluruh dari PLN

Beberapa minggu sebelum KTT BoP, Presiden Prabowo memanggil sejumlah mantan menteri dan wakil menteri luar negeri serta diplomat senior ke Istana Merdeka. Pihak Istana menyebut pertemuan tersebut membahas arah kebijakan global Indonesia.
Namun, salah satu isu utama yang dibahas adalah keputusan Indonesia untuk bergabung dalam Board of Peace.

Mantan Wakil Menteri Luar Negeri Dino Patti Djalal, yang turut diundang dalam pertemuan itu, menyampaikan sejumlah catatan kritis. Dalam analisis kebijakan yang diunggah di media sosialnya, Dino menyoroti struktur BoP yang dinilai berbeda dari mandat Perserikatan Bangsa-Bangsa, kepemimpinan Donald Trump sebagai ketua tanpa batas waktu, hingga keterlibatan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dalam forum tersebut, sementara Palestina disebut tidak mendapat tempat.

“Karena Indonesia sudah keburu masuk dalam Board of Peace, saya ada beberapa saran untuk Pemerintah Indonesia. Kalau BoP ternyata melenceng atau mengecilkan peran PBB, atau benar-benar menjadi Board of Trump dan menjadi platform agenda politik luar negeri yang bertentangan dengan kepentingan dan prinsip Indonesia, atau dengan hukum internasional, sebaiknya kita keluar,” ujar Dino.

BACA JUGA:  Media China Soroti Pertemuan Xi dan Trump, Tekankan ‘Stabilitas Dunia’ hingga Era Baru Hubungan AS-China

Ia juga mengingatkan agar Indonesia menegaskan sejak awal tidak akan membayar iuran sebesar US$1 miliar untuk menjadi anggota permanen BoP. Menurutnya, nominal tersebut jauh lebih besar dibanding kontribusi Indonesia kepada ASEAN maupun PBB.

Argumen Pemerintah

Di sisi lain, pemerintah menilai keterlibatan Indonesia dalam BoP merupakan langkah strategis. Argumen utama Presiden Prabowo adalah bahwa ketika Donald Trump menantang lembaga-lembaga internasional seperti PBB dan membentuk dewan baru, Indonesia sebaiknya berada di dalam forum tersebut agar dapat memengaruhi arah keputusan.

Pendekatan ini dinilai sebagai strategi diplomasi “hadir dan memengaruhi dari dalam” dibanding berada di luar struktur yang berpotensi menentukan dinamika geopolitik baru, khususnya terkait konflik Gaza dan tatanan global pasca-ketegangan Timur Tengah.

Pertemuan di Washington sekaligus akan menjadi ujian awal arah diplomasi Prabowo dalam merespons perubahan konstelasi global serta menjaga keseimbangan antara kepentingan nasional, hukum internasional, dan politik domestik.

Advertisement

Gazana Publika

Redaksi

BERITA LAINNYA

Nasional

Perdana, Pendekar Banten Latihan Jurus Baku TTKKBI di Markas DPW I Banten

Nasional

Keluhan Mitra Dapur Program Makan Bergizi Gratis Soal Keracunan

Nasional

Rumah Anggota BPK Digeledah KPK

Berita Utama

Sinergi Penegak Hukum: Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo Sambangi Kejagung, Tekankan Hilangnya Rivalitas

BERITA TERBARU

Proyek Rabat Beton Dana Desa Rp223 Juta di Desa Sanding Petir Retak, Pihak Desa Belum Bisa Dikonfirmasi

Komisi Informasi Jabar Menangkan Bpkp, Diskominfo Kota Bandung Diperintahkan Buka Dokumen Anggaran Kemitraan Media

SMK KOPTI Berikan Pembekalan MPLS Bahas Bahaya Narkoba Hingga Tolak LGBT

Polda Banten Edukasi Masyarakat tentang Pencegahan Premanisme Melalui Penegakan Hukum dan Peran Masyarakat

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

Wakil Kepala Desa, Perlukah?

Djati Niscala Eco Theologi Sunda—Kajian Horoskop Pusaka Kujang Niscala Sunda

Melirik Dukungan Pusat untuk Perkebunan Jawa Barat

RAGAM

Struktur Hari dan Bulan Kalender Maya: Rahasia Siklus Angka 13, 20 Hari, dan 18 Bulan

Menyelami Konsep Dasar Kalender Maya

Narasi Tandingan: Apakah Bintang Sebagaimana Matahari?

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini
© 2026 Gazana Publika | Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.