Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » Reshuffle Lagi Ke-6 Kali: Prabowo Merapikan Ulang

Reshuffle Lagi Ke-6 Kali: Prabowo Merapikan Ulang

Berita Utama Selasa, 28 April 2026 13:15 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram

GazanaPublika.com, Jakarta — Ada pesan yang selalu terbaca setiap kali Presiden Prabowo Subianto melakukan reshuffle kabinet: pemerintahan belum berhenti menyusun formasi terbaiknya. Dan pada Senin, 27 April 2026, pesan itu kembali ditegaskan.

Di Istana Negara, Prabowo melantik enam pejabat baru dalam perombakan keenam Kabinet Merah Putih sejak ia resmi menjabat pada 20 Oktober 2024. Namun reshuffle kali ini terasa berbeda. Ini bukan sekadar pergantian kursi atau rotasi birokrasi rutin. Yang tampak justru adalah upaya merapikan ulang simpul-simpul strategis kekuasaan—mulai dari lingkungan hidup, pangan, komunikasi pemerintahan, hingga pusat koordinasi kebijakan di lingkar Istana.

Ada wajah lama yang dipindahkan, ada figur baru yang masuk, dan ada jabatan-jabatan yang kini tampak diberi bobot politik lebih besar dari sebelumnya.

Salah satu perubahan yang paling mencolok adalah penunjukan Jumhur Hidayat sebagai Menteri Lingkungan Hidup, menggantikan Hanif Faisol Nurofiq. Namun Hanif tak benar-benar keluar dari orbit kekuasaan. Ia justru bergeser ke posisi baru sebagai Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan—sebuah jabatan yang menunjukkan bahwa isu pangan kini tak lagi diperlakukan sebatas urusan kementerian teknis, melainkan sudah masuk ke level koordinasi strategis nasional.

Di titik ini, pemerintah tampak sedang membaca satu kenyataan: dalam dunia yang dibayangi perubahan iklim, gejolak harga komoditas, dan tekanan rantai pasok global, pangan adalah soal stabilitas negara.

BACA JUGA:  Tolak Kenaikan BBM, Aksi Demo Mahasiswa UBK di Medan Merdeka Barat Diwarnai Kericuhan

Perubahan besar lainnya datang dari jantung Istana. Dudung Abdurachman dipercaya memimpin Kantor Staf Presiden, menggantikan Muhammad Qodari, yang digeser ke posisi Kepala Badan Komunikasi Pemerintah. Masuknya Dudung membawa makna politik tersendiri. Dengan latar komando yang kuat, kehadirannya dibaca sebagai sinyal bahwa Presiden menginginkan koordinasi kebijakan yang lebih cepat, lebih tegas, dan lebih langsung terhubung pada jalur eksekusi.

Sementara itu, Qodari dipindahkan ke sektor komunikasi—wilayah yang kini terlihat makin vital dalam struktur pemerintahan. Bersamaan dengan penunjukan Hasan Nasbi sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi, terbaca jelas bahwa Istana sedang membangun ulang mesin narasi pemerintah.

Karena hari ini, kekuasaan tak hanya diuji lewat kebijakan, tetapi juga lewat kemampuan menjelaskan kebijakan itu kepada publik. Program yang baik bisa kehilangan legitimasi jika komunikasinya buruk. Sebaliknya, kebijakan yang berat bisa diterima jika publik memahami arah dan urgensinya.

Di sisi lain, penunjukan Abdul Kadir Karding sebagai Kepala Badan Karantina Nasional menambah satu lapis penguatan pada sektor pengawasan komoditas, biosekuriti, dan mobilitas pangan lintas wilayah—isu yang makin penting ketika keamanan pangan tak lagi dipisahkan dari keamanan nasional.

BACA JUGA:  Postingan X Atas Nama Putin Presiden Rusia, Kabarkan Netanyahu Tewas dalam Serangan Udara Viral

Jika ditarik lebih jauh, reshuffle keenam ini memperlihatkan pola yang tegas. Presiden sedang memperkuat tiga poros utama pemerintahannya: kendali narasi, kendali pangan, dan kendali eksekusi kebijakan.

Narasi untuk menjaga kepercayaan publik.
Pangan untuk menjaga stabilitas nasional.
Dan eksekusi untuk memastikan seluruh agenda bergerak dalam satu irama.

Singkatnya, ini bukan reshuffle yang hanya mengganti nama di papan jabatan. Ini adalah penataan ulang ruang mesin pemerintahan—ketika pusat kendali sedang dirapikan, jalur komando diperjelas, dan arah kekuasaan dibuat semakin terpusat pada agenda konsolidasi.

Satu pesan yang terbaca kuat dari Istana: pemerintahan Prabowo masih terus membentuk bentuk finalnya—dan proses itu belum selesai.

Ringkasnya, enam pejabat baru yang pada perombakan kabinet kali ini yaitu:
Baca Juga: Pasar ragu arah kebijakan RI usai reshuffle, sinyal bearish bagi IHSG?
• Menteri Lingkungan Hidup: Jumhur Hidayat
• Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan: Hanif Faisol
• Kepala Kantor Staf Presiden: Dudung Abdurachman
• Kepala Badan Komunikasi Pemerintah: Muhammad Qodari
• Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi: Hasan Nasbi
• Kepala Badan Karantina Nasional: Abdul Kadir Karding

Gazana Publika

Redaksi

BERITA LAINNYA

Nasional

Geger! Lansia Ditemukan Tewas Mengenaskan Terikat Kawat di Taman Daan Mogot Tangerang

Berita Utama

Redakan Ketegangan Global, AS dan Iran Resmi Teken MOU Damai: Ini 14 Poin Lengkapnya

Nasional

MBG Janji Politik, Tidak Bisa Ditutup

Nasional

Kecam Persekusi Diskusi di UGM, Aliansi Padepokan Adat dan Seni Tradisional Keluarkan 8 Poin Pernyataan Sikap

BERITA TERBARU

Disekap Pacar Selama 3 Tahun, Wanita di Cileunyi

Geger! Lansia Ditemukan Tewas Mengenaskan Terikat Kawat di Taman Daan Mogot Tangerang

Redakan Ketegangan Global, AS dan Iran Resmi Teken MOU Damai: Ini 14 Poin Lengkapnya

MBG Effect: Dilema Kebijakan Politik-Ekonomi dan Solusi Transisi Berkeadilan

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

MBG Effect: Dilema Kebijakan Politik-Ekonomi dan Solusi Transisi Berkeadilan

Menyingkap Rahasia di Balik Bakat: Bagaimana DNA Merancang Keahlian Manusia

Harga BBM Non-Subsidi Akhirnya Naik, Alarm Bagi Rakyat

RAGAM

Narasi Tandingan: Apakah Bintang Sebagaimana Matahari?

AI Bukan Tuhan: Menelanjangi Ilusi Mahatahu di Balik Kecerdasan Buatan

Eksotis, Alami dan Memikat: Rahasia Surga Ekowisata Banten yang Jarang Orang Tahu

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini
© 2026 Gazana Publika | Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.