Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » Disekap Pacar Selama 3 Tahun, Wanita di Cileunyi

Disekap Pacar Selama 3 Tahun, Wanita di Cileunyi

Daerah Jumat, 19 Juni 2026 7:38 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram

Advertisement

GazanaPublika.com,   Bandung — Nasib sangat memilukan dialami oleh seorang perempuan berinisial YTT (29). Warga ber-KTP Antapani, Kota Bandung yang lama menetap di Rancaekek ini, diduga menjadi korban penyekapan sekaligus penganiayaan brutal oleh kekasihnya sendiri, TH.
Kasus ini kini tengah ditangani secara intensif oleh pihak kepolisian setelah pihak keluarga korban resmi melayangkan laporan ke Polda Jawa Barat pada Jumat, 12 Juni 2026.

Kronologi Terbongkarnya Kasus Lewat Pesan WhatsApp

Advertisement

Kabid Humas Polda Jawa Barat, Kombes Pol Hendra Rochmawan, membenarkan adanya laporan tersebut. Ia mengungkapkan bahwa pihak keluarga sebelumnya sama sekali tidak mengetahui keberadaan YTT yang telah dianggap menghilang tanpa kabar selama kurang lebih tiga tahun terakhir.

Misteri hilangnya korban akhirnya terbongkar setelah pihak keluarga menerima sebuah pesan singkat via aplikasi WhatsApp dari nomor yang tidak dikenal. Pesan tersebut mengabarkan bahwa YTT saat ini sedang berada di ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung.

BACA JUGA:  Furqan AMC Bakal maju di Dapil XI DPR RI 2029 Nanti

Mendapat informasi itu, pihak keluarga langsung bergegas menuju RSHS dan mendapati kondisi korban yang sudah menderita luka sangat parah di sekujur tubuhnya akibat dianiaya di sebuah indekos kawasan Cileunyi, Kabupaten Bandung.

Dianiaya Secara Sadis Menggunakan Sajam dan Benda Tumpul

Berdasarkan hasil penyelidikan kepolisian, selama masa penyekapan tiga tahun tersebut, korban YTT diduga kerap menerima tindakan kekerasan yang luar biasa dari pelaku. Terduga pelaku TH melancarkan aksi kejamnya dengan menggunakan tangan kosong, benda tumpul, hingga senjata tajam (sajam).
Akibat penganiayaan berat yang berkepanjangan itu, kondisi fisik korban saat ini dilaporkan sangat memprihatinkan:

• Gangguan Sensorik & Motorik: Korban kini tidak bisa melihat secara normal dan tidak bisa berjalan.

• Gangguan Fisik & Bicara: Korban mengalami bibir sumbing serta menjadi sulit untuk berbicara.

• Luka Fisik: Mengalami luka berat di bagian kepala, wajah, dan kaki, serta luka ringan di bagian tangan.

BACA JUGA:  Gerakan Ayah Mengantar Anak Hari Pertama Sekolah Mendapat Dukungan Resmi di Berbagai Daerah

Harta Korban Dikuras Senilai Rp52 Juta

Selain melakukan penyiksaan fisik, pelaku TH diduga kuat ikut menguras dan menghilangkan barang-barang berharga milik korban selama masa penyekapan. Pihak kepolisian menaksir kerugian materiil yang dialami korban mencapai kurang lebih Rp52.000.000.

Atas tindakan kejinya tersebut, pelaku TH dibidik dengan Pasal 466 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP terkait penganiayaan berat.

Awal Mula Kenal di Konser Musik Tahun 2023

Rasa duka dan kesedihan mendalam tampak menyelimuti adik kandung korban, Syahrul Ulum (26), saat ditemui di kediamannya di Kompleks Permata Hijau, Desa Jelegong, Kecamatan Rancaekek.
Syahrul menceritakan bahwa kakaknya pertama kali mengenal terduga pelaku TH sekitar tahun 2023 silam saat keduanya sama-sama menghadiri sebuah acara konser musik.

“Awal mula ceritanya itu mau menjalin hubungan lah pertamanya, di Tritan Point, pas udah konser gitu. Sekitar tahun 2023 mah ada,” kenang Syahrul dengan nada sedih mengingat awal petaka yang menimpa kakaknya. (detikJabar)

Advertisement

Gazana Publika

Redaksi

BERITA LAINNYA

Daerah

DPRD Kabupaten Sukabumi Gelar Rapat Paripurna ke-27 Bahas Raperda Perubahan SOTK

Daerah

Kamonesan NJP Cianjur Himpun 110 Seniman, Siapkan Kolaborasi Kolosal ‘Sasakala Gunung Padang’

Daerah

KPK Tetapkan 8 Tersangka dalam Kasus Dugaan Suap Pengurusan HGB Summarecon di Bogor

Daerah

Sherly Tjoanda Keluhkan 16 Ribu Hektare TORA Tak Kunjung Dibagikan ke Petani

BERITA TERBARU

Perang Yaman: Arab Saudi di Persimpangan Strategi

DPRD Kabupaten Sukabumi Gelar Rapat Paripurna ke-27 Bahas Raperda Perubahan SOTK

MK Putuskan Prajurit Terlibat Pidana Umum Diadili Peradilan Umum, TNI Sebut Hukum Militer Lebih Tegas

Pantura Terancam Tenggelam, AHY Soroti Penggunaan Air Tanah Industri

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

Perang Yaman: Arab Saudi di Persimpangan Strategi

MK, PTUN, dan Persoalan Ijazah: Sampai di Mana Batas Kewenangan Hakim

Pendalaman Literasi Digital Student Care Wilayah Papua

RAGAM

Di Bumi Barat, Ternyata Vampir Tak Pernah Mati

Masih Ada Ikan Purba di Laut Indonesia

Struktur Hari dan Bulan Kalender Maya: Rahasia Siklus Angka 13, 20 Hari, dan 18 Bulan

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini

| Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks |

© 2026 Gazana Publika - Medianya Aktifis Terpercaya

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Go to mobile version