GazanaPublika.com,Jakarta — Media-media resmi China ramai menyoroti pertemuan Presiden Xi Jinping dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump di Beijing sebagai momentum penting yang disebut membuka “era baru hubungan stabil” antara dua negara adidaya.
Sejumlah media pemerintah seperti Xinhua News Agency, CGTN, hingga People’s Daily menampilkan nada optimistis usai rangkaian pembicaraan tingkat tinggi tersebut.
Dalam laporan resminya, Xinhua menyebut Presiden Xi menekankan pentingnya hubungan yang “konstruktif, strategis, dan stabil” antara China dan Amerika Serikat.
“China dan Amerika Serikat harus menjadi mitra, bukan rival,” tulis media pemerintah China mengutip pernyataan Xi Jinping.
Media China juga menyoroti pernyataan Xi soal pentingnya menghindari konflik terbuka antara dua negara besar.
“Jika ditangani dengan baik, hubungan bilateral dapat tetap stabil secara umum. Jika tidak ditangani dengan tepat, kedua negara bisa berbenturan atau bahkan jatuh ke dalam konflik,” ujar Xi seperti dikutip media pemerintah China.
Sementara itu, CGTN menggambarkan pertemuan Xi dan Trump sebagai langkah yang membawa “stabilitas dan kepastian bagi dunia” di tengah situasi geopolitik global yang memanas akibat perang, persaingan teknologi, dan ketegangan perdagangan internasional.
“Pertemuan tersebut memperdalam kepercayaan dan membawa stabilitas dunia,” tulis CGTN dalam laporannya.
Media China juga memberi perhatian besar pada simbol diplomatik selama kunjungan Trump ke Beijing, termasuk saat Xi mengajak Trump berkeliling Zhongnanhai, kawasan elite yang menjadi pusat kekuasaan tertinggi China.
Reuters menyebut langkah itu sebagai gestur langka yang sarat pesan politik dan penghormatan diplomatik dari Beijing kepada Washington.
Selain hubungan bilateral, media China turut menyoroti pembahasan mengenai Iran, Selat Hormuz, perdagangan energi, hingga isu Taiwan.
Namun berbeda dari sejumlah narasi provokatif yang beredar di media sosial, media resmi China tidak menggunakan bahasa konfrontatif terhadap Amerika Serikat maupun Trump.
Sebaliknya, Beijing justru menampilkan citra China sebagai kekuatan global yang mengedepankan stabilitas, dialog, dan keseimbangan dunia di tengah meningkatnya rivalitas geopolitik internasional.

