Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » Wakil Deputi Tim Hukum TPN Ganjar-Mahfud Sudah Siapkan Bukti Kecurangan

Wakil Deputi Tim Hukum TPN Ganjar-Mahfud Sudah Siapkan Bukti Kecurangan

Berita Utama Jumat, 15 Maret 2024 23:07 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram

Advertisement

GazanaPublika.com – Wakil Deputi Tim Hukum Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar-Mahfud, Henry Yosodiningrat, tampak semakin bertekad membongkar dugaan kecurangan pemilu 2024. Henry berencana akan membawa sejumlah bukti dan saksi ke Mahkamah Konstitusi (MK) RI. Henry Yosodiningrat menegaskan bahwa pihaknya sudah memiliki bukti yang menunjukkan adanya pemaksaan dan arahan kepada pemilih oleh pihak kepolisian. Salah satu bukti yang akan dibawa adalah kesaksian dari pihak kepolisian sendiri.

“Tanpa itu tidak akan ada selisih suara seperti itu. Kami punya bukti ada kepala desa yang dipaksa oleh polisi, ada juga bukti warga masyarakat mau milih ini tapi diarahkan ke paslon lain,” kata Henry.

Advertisement

Henry juga menyatakan bahwa kehadiran pihak kepolisian tersebut dimaksudkan untuk membuktikan adanya mobilisasi kekuasaan dengan memanfaatkan aparatur negara pada Pemilu 2024. Namun, Henry tidak mengungkapkan secara spesifik identitas polisi yang akan diajukan ke MK, hanya menyebut bahwa yang bersangkutan menjabat sebagai kepala kepolisian daerah (Kapolda).

“Dan akan ada Kapolda yang kami ajukan. Kita tahu semua main intimidasi, besok kapolda dipanggil dicopot,” terang Henry.

BACA JUGA:  Sah Putusan MK: Program MBG Dilarang Gunakan Anggaran Pendidikan APBN dan APBD Mulai Tahun Depan

Sebelumnya, Tim Hukum Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar-Mahfud menyatakan bahwa Partai Demokrasi Indonesia-Perjuangan (PDIP) telah menyiapkan sejumlah bukti dan saksi untuk melaporkan dugaan kecurangan Pilpres ke Mahkamah Konstitusi RI (MK).

Henry menyatakan bahwa pihaknya tidak memusatkan perhatian pada perbedaan perolehan suara antara pasangan calon nomor 03 Ganjar-Mahfud dengan pasangan pemenang yang diumumkan oleh KPU, tetapi akan fokus pada kecurangan yang terstruktur, sistematis, dan masif (TSM).

“Kami memiliki data dan bukti yang sangat kuat. Kami tidak akan terjebak dalam perdebatan tentang perbedaan angka perolehan suara, tetapi kami akan memusatkan perhatian pada TSM karena kejahatan ini sangat serius,” ujar Henry.

Dalam konteks ini, Henry menegaskan bahwa pihaknya telah menyiapkan segala bukti yang kuat dan akan disampaikan kepada MK setelah Komisi Pemilihan Umum RI (KPU) mengumumkan presiden dan wakil presiden terpilih pada 20 Maret mendatang.

Henry berharap bahwa dengan membawa bukti dan saksi tersebut, hakim MK tidak akan membuat keputusan yang salah.

“Kami akan meyakinkan hakim dengan bukti yang kami miliki bahwa ini adalah TSM yang serius,” ujarnya.

BACA JUGA:  Fokus Jalani Pengobatan Jantung, Nanik S Deyang Mengundurkan Diri dari Jabatan Kepala Badan Gizi Nasional

Namun, Henry belum mengungkapkan detail bukti apa yang telah disiapkan oleh pihaknya untuk dilaporkan kepada MK.

Dia hanya memastikan bahwa dalam persidangan gugatan nanti, tim hukum TPN Ganjar-Mahfud akan memanggil sejumlah ahli seperti pakar sosiologi massa.

Henry juga menambahkan bahwa pihaknya telah mengumpulkan bukti-bukti kuat bahwa Pemilu 2024 tidak dapat dipercaya.

Menurut Henry, Tim Hukum Ganjar-Mahfud telah memiliki bukti-bukti hukum yang kuat terkait kecurangan dan pelanggaran Pemilu 2024 yang bersifat terstruktur, sistematis, dan masif (TSM).

“Bukti-bukti kami kuat sekali, kami tidak persoalkan selisih angka, atau angka perolehan, tapi kami akan fokus pada kecurangan, karena kejahatan ini sudah sangat luar biasa. Kita akan yakinkan Hakim dengan bukti-bukti yang kita miliki bahwa ini betul-betul satu kejahatan yang terstruktur, sistematis dan massif,” kata Henry

Dia menjelakan, bukti-bukti yang disiapkan Tim Hukum Ganjar-Mahfud antara lain intimidasi atau tekanan kepada masyarakat untuk tidak memilih atau datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS). (Sumber: Tribunnews.com)

Advertisement

Ganjar Pranowo Mahfud MD
Gazana Publika

Redaksi

Advertisement

BERITA LAINNYA

Nasional

Prabowo Terima Kunjungan Presiden Timor Leste, Puluhan Peraih Nobel Ikut ke Istana

Berita Utama

Tol Dalam Kota Kembali Ditutup, Aksi Massa Picu Kepadatan di Pejompongan-Slipi

Nasional

Prabowo Sungkem kepada Pengasuh Ponpes Al-Falah Ploso di Muktamar NU ke-35

Berita Utama

Aktivis AMPB Kecewa Puan Maharani Tak Temui Massa Aksi Secara Langsung

BERITA TERBARU

Gelar Giat Cacahan Warga Banten, Forwatu Berkomitmen Menjaga Kondusivitas dan Tetap Kritis

Peduli Warga Terdampak Kekeringan, Polda Banten Distribusikan 6.500 Liter Air Bersih di Tigaraksa

TTKKBI Cilegon Open Fest 2026 Meriah, Puluhan Perguruan Tampilkan Seni Pencak Silat Tingkat Nasional

Lemkapi Berikan Penghargaan Kepada Dirreskrimsus Polda Banten Atas Dedikasi dan Komitmen Berantas Kejahatan Khusus

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

Pendalaman Literasi Digital Student Care Wilayah Papua

OPM/KKB: Menjadikan Warga Sipil sebagai Objek Teror dan Brutal Adalah Kejahatan Kemanusiaan

Wakil Kepala Desa, Perlukah?

RAGAM

Masih Ada Ikan Purba di Laut Indonesia

Struktur Hari dan Bulan Kalender Maya: Rahasia Siklus Angka 13, 20 Hari, dan 18 Bulan

Menyelami Konsep Dasar Kalender Maya

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini

| Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks |

© 2026 Gazana Publika - Medianya Aktifis Terpercaya

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.