Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » Chatib Basri: Jangan Sia-siakan Krisis, Saatnya Lakukan Reformasi

Chatib Basri: Jangan Sia-siakan Krisis, Saatnya Lakukan Reformasi

Berita Utama Senin, 14 April 2025 21:17 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram
mantan Menteri Keuangan era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Chatib Basri (sumber foto: CNBCIndonesia.com)

Advertisement

GazanaPublika.com, Jakarta – Kebijakan proteksionis yang diberlakukan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kembali mengguncang perekonomian global. Trump mengenakan tarif impor dasar sebesar 10% terhadap seluruh mitra dagang AS, serta menetapkan tarif impor tambahan yang tinggi bagi sejumlah negara, termasuk China sebesar 145% dan Indonesia sebesar 32%. Kebijakan ini menimbulkan ketidakpastian dan tekanan bagi berbagai negara, termasuk Indonesia.

Menanggapi situasi tersebut, mantan Menteri Keuangan era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Chatib Basri, mengingatkan agar pemerintah Indonesia tidak melewatkan momentum krisis ini. Dalam sebuah diskusi yang diselenggarakan oleh The Yudhoyono Institute bertajuk Dinamika dan Perkembangan Dunia Terkini: Geopolitik, Keamanan dan Ekonomi Global, di Hotel Sahid, Jakarta (Minggu, 13/4/2025), Chatib menekankan pentingnya reformasi di tengah tekanan global.

BACA JUGA:  Pemadaman Listrik Bergilir Landa Bandung hingga Bogor, Warganet Tagih Kompensasi ke PLN

Advertisement

“Pada tahun 1986, di era Orde Baru, pemerintah merespons krisis dengan devaluasi dan deregulasi besar-besaran untuk memangkas biaya ekonomi. Seperti yang disampaikan Pak SBY, gunakan krisis ini untuk melakukan reformasi. Don’t waste the crisis, masa sulit bisa melahirkan kebijakan yang baik,” ujar Chatib, dilansir dari CNBCIndonesia.com

Ia juga menyampaikan apresiasi terhadap langkah Presiden Prabowo Subianto yang telah mulai menerapkan sejumlah kebijakan deregulasi ekonomi. Menurutnya, kebijakan seperti penetapan kuota dan penerapan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) merupakan langkah konkret yang dapat menopang daya saing dan ketahanan ekonomi nasional.

BACA JUGA:  Keluhan Mitra Dapur Program Makan Bergizi Gratis Soal Keracunan

Selain deregulasi, Chatib menekankan pentingnya menjaga daya beli masyarakat dalam masa pemulihan. Menurutnya, konsumsi rumah tangga memegang peran penting dalam mendorong aktivitas ekonomi.

“Dalam proses pemulihan ekonomi, belanja adalah kunci. Ketika masyarakat membelanjakan uang, maka permintaan akan meningkat. Dunia usaha pun akan merespons dengan meningkatkan produksi dan menyerap tenaga kerja. Dalam konteks ini, kebijakan fiskal memegang peran strategis untuk mendorong pengeluaran,” tegasnya.

Chatib menutup pernyataannya dengan mengingatkan bahwa masa-masa penuh tantangan seperti saat ini justru bisa menjadi titik tolak bagi lahirnya reformasi kebijakan yang membawa Indonesia pada arah pembangunan yang lebih kuat dan berdaya saing.

Advertisement

Gazana Publika

Redaksi

Advertisement

BERITA LAINNYA

Nasional

Prabowo Terima Kunjungan Presiden Timor Leste, Puluhan Peraih Nobel Ikut ke Istana

Berita Utama

Tol Dalam Kota Kembali Ditutup, Aksi Massa Picu Kepadatan di Pejompongan-Slipi

Nasional

Prabowo Sungkem kepada Pengasuh Ponpes Al-Falah Ploso di Muktamar NU ke-35

Berita Utama

Aktivis AMPB Kecewa Puan Maharani Tak Temui Massa Aksi Secara Langsung

BERITA TERBARU

Lemkapi Berikan Penghargaan Kepada Dirreskrimsus Polda Banten Atas Dedikasi dan Komitmen Berantas Kejahatan Khusus

Prabowo Terima Kunjungan Presiden Timor Leste, Puluhan Peraih Nobel Ikut ke Istana

Tol Dalam Kota Kembali Ditutup, Aksi Massa Picu Kepadatan di Pejompongan-Slipi

Polda Banten Imbau Orang Tua Awasi Anak agar Tak Terjebak Kericuhan Saat Penyampaian Aspirasi

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

Pendalaman Literasi Digital Student Care Wilayah Papua

OPM/KKB: Menjadikan Warga Sipil sebagai Objek Teror dan Brutal Adalah Kejahatan Kemanusiaan

Wakil Kepala Desa, Perlukah?

RAGAM

Masih Ada Ikan Purba di Laut Indonesia

Struktur Hari dan Bulan Kalender Maya: Rahasia Siklus Angka 13, 20 Hari, dan 18 Bulan

Menyelami Konsep Dasar Kalender Maya

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini

| Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks |

© 2026 Gazana Publika - Medianya Aktifis Terpercaya

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.