GazanaPublika.com, Jakarta – Hasan Nasbi, Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan (Presidential Communication Office/PCO), mengundurkan diri dari jabatannya pada 21 April 2025. Surat pengunduran dirinya disampaikan kepada Presiden Prabowo Subianto melalui Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. Hasan menyatakan bahwa keputusan ini diambil setelah mempertimbangkan bahwa saat yang tepat telah tiba untuk mengakhiri masa tugasnya.

Hasan Nasbi menjabat sebagai Kepala PCO sejak 19 Agustus 2024, setelah sebelumnya dikenal sebagai juru bicara tim kampanye nasional Prabowo Subianto–Gibran Rakabuming Raka dalam pemilihan presiden 2024. Pembentukan PCO sendiri merupakan hasil kesepakatan antara pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Prabowo Subianto, dengan tujuan memperkuat komunikasi kepresidenan melalui struktur yang lebih terorganisir. PCO menggantikan peran juru bicara presiden sebelumnya dan dirancang untuk memiliki beberapa juru bicara guna memenuhi kebutuhan komunikasi yang kompleks. (Hasan Nasbi, Presidential Communication Office).

Dalam masa jabatannya, Hasan Nasbi dikenal karena pendekatannya yang profesional dan strategis dalam menyampaikan pesan-pesan presiden kepada publik. Meskipun alasan spesifik pengunduran dirinya tidak dijelaskan secara rinci, keputusan tersebut menandai perubahan dalam struktur komunikasi kepresidenan yang akan diisi oleh pejabat baru yang belum diumumkan.

Hasan Nasbi memiliki latar belakang sebagai konsultan politik dan pernah menjabat sebagai wartawan di Kompas. Ia juga dikenal sebagai pendiri lembaga survei Cyrus Network dan memiliki hubungan keluarga dengan tokoh nasional Ahmad Syafi’i Ma’arif. Dengan pengunduran dirinya, Hasan Nasbi diharapkan akan melanjutkan kiprahnya di bidang komunikasi dan politik di luar pemerintahan. (Hasan Nasbi)

Redaksi

Exit mobile version