Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » Trump dan Xi Capai Sejumlah Kesepakatan Penting, Dari Selat Hormuz hingga Isu Taiwan

Trump dan Xi Capai Sejumlah Kesepakatan Penting, Dari Selat Hormuz hingga Isu Taiwan

Nasional Jumat, 15 Mei 2026 21:54 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram

Advertisement

GazanaPublika.com, Jakarta — Hubungan antara dua kekuatan terbesar dunia kembali menjadi sorotan setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping menutup rangkaian pertemuan tingkat tinggi di Beijing dengan sederet pernyataan besar yang menyentuh isu perdagangan, Iran, Selat Hormuz, hingga ketegangan Taiwan.

Pertemuan yang berlangsung selama dua hari itu disebut Trump sebagai agenda yang “sangat sukses, diakui dunia, dan tak terlupakan”. Sementara Xi menyebut kunjungan tersebut sebagai momen “bersejarah dan menjadi tonggak penting” bagi hubungan kedua negara.

Advertisement

Suasana diplomatik yang hangat terlihat sepanjang kunjungan Trump ke Beijing. Pemerintah China menyambut delegasi AS dengan seremoni megah, mulai dari inspeksi pasukan, sambutan anak-anak, hingga tur khusus ke Zhongnanhai dan kawasan bersejarah Kuil Surga.

Di balik suasana penuh simbol diplomasi itu, kedua pemimpin ternyata membahas isu-isu yang selama ini menjadi sumber ketegangan global.

Salah satu pembahasan paling sensitif adalah soal Iran dan Selat Hormuz. Dalam wawancaranya dengan Fox News, Trump mengungkapkan bahwa Xi berkomitmen menahan pengiriman peralatan militer China ke Iran. Meski begitu, Beijing tetap akan membeli minyak Iran dalam jumlah besar.

BACA JUGA:  Kapolri Beri Ucapan Selamat Milad ke-3 TTKKBI

Trump juga menyatakan China mendukung pembukaan kembali Selat Hormuz demi menjaga stabilitas pasokan energi dunia. Sebagai bagian dari kesepakatan ekonomi, Beijing disebut akan membeli minyak dari AS dan memesan 200 pesawat Boeing.

“kami tidak ingin mereka memiliki senjata nuklir” kata Trump saat menyinggung Iran dalam konferensi pers bersama.

Selain isu energi dan Timur Tengah, kerja sama ekonomi menjadi agenda utama. Kedua negara membahas perluasan akses perusahaan AS ke pasar China serta peluang investasi China di sektor industri Amerika.

Sejumlah petinggi perusahaan besar AS turut hadir dalam sebagian pembicaraan tersebut, termasuk CEO Nvidia, Jensen Huang.

Trump menyebut pembicaraan perdagangan kali ini berjalan “lebih baik dibandingkan sebelumnya”. Ia mengatakan para pengusaha yang dibawanya ke Beijing datang untuk “mencapai kesepakatan” dan “membawa kembali lapangan pekerjaan”.

Namun di tengah nuansa kerja sama itu, isu Taiwan tetap menjadi titik paling rawan dalam hubungan kedua negara.

Media pemerintah China mengutip Xi yang memperingatkan potensi “konflik” apabila persoalan Taiwan tidak ditangani secara tepat.

“Jika tidak ditangani dengan tepat, kedua negara bisa berbenturan atau bahkan jatuh ke dalam konflik,” ujar Xi dalam pernyataan yang dirilis media pemerintah China.

BACA JUGA:  Seleksi CPNS 2026 Disiapkan, Pemerintah Petakan Kebutuhan dan Anggaran

Xi juga menegaskan bahwa kemerdekaan Taiwan “secara fundamental tidak sejalan” dengan perdamaian di Selat Taiwan. Menurutnya, persoalan Taiwan merupakan “masalah paling penting dalam hubungan China-AS”.

Meski Trump menggambarkan pembicaraan dengan Xi berlangsung sangat baik, ia tidak memberikan jawaban tegas ketika ditanya apakah isu Taiwan dibahas secara rinci dalam pertemuan tertutup mereka.

Ketegangan terkait Taiwan memang terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Beijing memperluas latihan militernya di sekitar pulau tersebut, sementara Washington sebelumnya menyetujui penjualan senjata bernilai miliaran dolar kepada Taiwan, langkah yang berulang kali diprotes China.

Di sisi lain, Xi dan Trump tetap mencoba menampilkan hubungan personal yang akrab di hadapan publik. Trump bahkan kembali menyebut Xi sebagai “teman lama saya” dan menyatakan dirinya “sangat menghormatinya”.

Xi pun menegaskan bahwa China dan AS seharusnya menjadi “mitra, bukan rival”, sebuah pernyataan yang dipandang sebagai upaya menjaga stabilitas hubungan dua negara di tengah persaingan global yang semakin tajam.

Advertisement

Gazana Publika

Redaksi

BERITA LAINNYA

Berita Utama

Bupati Klaten Terjaring OTT KPK, PDIP Tegaskan Sanksi Partai Menanti

Nasional

MK Putuskan Prajurit Terlibat Pidana Umum Diadili Peradilan Umum, TNI Sebut Hukum Militer Lebih Tegas

Berita Utama

Pantura Terancam Tenggelam, AHY Soroti Penggunaan Air Tanah Industri

Berita Utama

KPK Tetapkan Sejumlah Tersangka Terkait OTT di BNPB

BERITA TERBARU

Bupati Klaten Terjaring OTT KPK, PDIP Tegaskan Sanksi Partai Menanti

Polda Banten Bersama Mahasiswa UNTIRTA Edukasi Pelajar Cegah Kekerasan dan Kejahatan Siber terhadap Anak Perempuan

Polisi Bongkar Kasus Pengantin Pesanan WNA China, Siswi SMK Asal Tasikmalaya Ditemukan di PIK 2

Perang Yaman: Arab Saudi di Persimpangan Strategi

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

Perang Yaman: Arab Saudi di Persimpangan Strategi

MK, PTUN, dan Persoalan Ijazah: Sampai di Mana Batas Kewenangan Hakim

Pendalaman Literasi Digital Student Care Wilayah Papua

RAGAM

Di Bumi Barat, Ternyata Vampir Tak Pernah Mati

Masih Ada Ikan Purba di Laut Indonesia

Struktur Hari dan Bulan Kalender Maya: Rahasia Siklus Angka 13, 20 Hari, dan 18 Bulan

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini

| Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks |

© 2026 Gazana Publika - Medianya Aktifis Terpercaya

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Go to mobile version