GazanaPublika.com, Jakarta – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menyoroti fenomena para purnawirawan TNI yang terjun ke dunia politik dan mendirikan partai politik sebagai bentuk pengabdian baru kepada bangsa dan negara. Hal ini disampaikannya dalam acara halal bihalal Persatuan Purnawirawan TNI Angkatan Darat (PPAD) di Balai Kartini, Jakarta, Selasa (6/5/2025).

“Senior-senior TNI ada yang terjun ke politik. Pak Edy Sudrajat, Pak Try bikin partai. Pak SBY bikin partai, Pak Wiranto bikin partai, saya bikin partai, karena kita ingin berbakti,” ujar Prabowo dalam pidatonya.

Pernyataan tersebut mencerminkan betapa besar peran para jenderal dalam membentuk lanskap politik Indonesia pascareformasi. Berikut adalah kiprah para jenderal yang disebut Prabowo dalam mendirikan partai:

1. Try Sutrisno – Partai Karya Peduli Bangsa (PKPB)

Try Sutrisno, mantan Wakil Presiden ke-6 RI dan eks Panglima ABRI, memang dikenal dekat dengan dunia politik pasca purnawirawan. Ia tercatat mendukung berdirinya Partai Karya Peduli Bangsa (PKPB) pada awal 2000-an. Meski tidak secara eksplisit menjabat ketua umum, Try menjadi sosok patron yang mendorong lahirnya partai ini. PKPB sendiri lebih dikenal saat dipimpin oleh Jenderal (Purn) R. Hartono, mantan KSAD dan Menteri.

2. Edi Sudrajat – Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI)

Jenderal TNI (Purn) Edi Sudrajat, mantan Menteri Pertahanan dan Panglima ABRI, mendirikan PKPI pada tahun 1999 sebagai wadah alternatif bagi kalangan nasionalis dan militeris moderat. Partai ini sempat aktif dalam beberapa pemilu awal era reformasi dan menjadi simbol perlawanan terhadap partai-partai besar yang mendominasi saat itu.

3. Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) – Partai Demokrat

Jenderal TNI (Purn) Susilo Bambang Yudhoyono mendirikan Partai Demokrat pada tahun 2001. Ia menjadi presiden pertama dari kalangan militer yang terpilih secara langsung melalui pemilu. Partai Demokrat berjaya dalam dua pemilu nasional berturut-turut (2004 dan 2009), menjadikan SBY salah satu tokoh paling berpengaruh di era reformasi.

4. Wiranto – Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura)

Jenderal TNI (Purn) Wiranto mendirikan Partai Hanura pada 2006, setelah tak lagi aktif di Partai Golkar. Hanura menjadi kendaraan politiknya dalam pencalonan presiden dan kemudian berperan dalam pemerintahan Jokowi pada periode pertama. Meski kini popularitasnya menurun, Hanura sempat menempati posisi penting dalam peta politik nasional.

5. Prabowo Subianto – Partai Gerindra

Presiden saat ini, Prabowo Subianto, mendirikan Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) pada 2008. Setelah dua kali kalah dalam pilpres (2014 dan 2019), ia akhirnya memenangkan Pilpres 2024 dan kini menjabat sebagai Presiden RI. Gerindra tumbuh sebagai salah satu partai besar dan menjadi simbol kebangkitan kekuatan politik nasionalis dan militeris dalam sistem demokrasi Indonesia.

Redaksi

Exit mobile version